Apa harapan orang yang sudah mati jika ia bisa hidup kembali?
Imam Ibnul Jauzi berkata:
تَاللَّهِ لَوْ قِيلَ لأَهْلِ الْقُبُورِ تَمَنَّوْا لَتَمَنَّوْا يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ
“Demi Allah, seandainya dikatakan kepada para penghuni kubur, ‘Berangan-anganlah kalian!’ Niscaya mereka berharap bisa hidup sehari saja di bulan Ramadhan.” (At-Tabshirah)
Mungkin saja di Ramadhan yang lalu kita merasa lalai dan kurang maksimal dalam memanfaatkannya, sehingga seusai Ramadhan itu kita menyesal dan benar-benar menyesal. Muncullah penyesalan di lisan maupun hati kita:
“Kenapa aku tidak beribadah dengan maksimal ketika itu?”
“Kenapa aku tidak menjauhi perkara sia-sia ketika itu?”
“Seandainya datang lagi Ramadhan, tentu akan kumanfaatkan Ramadhan dengan semaksimal mungkin!”
Nah, sekarang kita sudah menjumpai lagi Ramadhan, bahkan sudah di sepertiga terakhir Ramadhan. Perhatikanlah diri kita…
Apakah kita sudah memanfaatkan Ramadhan dengan baik?
Sudah maksimalkah ibadah kita?
Sudah maksimalkah amal kebajikan kita?
Hendaknya kita meniru nabi kita, para sahabatnya dan orang-orang saleh terdahulu.
Tatkala makin berkurang waktu Ramadhan, makin giatlah mereka dalam beribadah dan berbuat kebajikan.
Lihatlah, apa yang dilakukan nabi kita tatkala memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan.
‘Aisyah berkata:
كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ، مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
“Rasulullah ﷺ tidak pernah bersungguh-sungguh dalam ibadah seperti kesungguhan beliau dalam 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Muslim)
Ketika memasuki 10 hari terakhir ini, beliau sangat banyak beribadah, melebihi ibadah beliau di hari-hari lain di bulan ini.
Bukan hanya melakukan itu sendiri. Bahkan, beliau pun menyuruh keluarga beliau untuk melakukan itu.
‘Aisyah berkata:
كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ، إِذَا دَخَلَ العَشْرُ أَحْيَى اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجد وشَدَّ المِئْزَرَ
“Rasulullah ﷺ jika memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, beliau menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh, dan mengikatkan kain beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka, bersemangatlah wahai hamba Allah….
Bersemangatlah dalam beribadah dan berbuat kebajikan di waktu yang tersisa ini….
Hiasilah waktu yang tersisa dengan keindahan akhlakmu….
Hiasilah waktu yang tersisa dengan bacaan Al-Quranmu….
Hiasilah waktu yang tersisa dengan doamu dan zikirmu….
Hiasilah waktu yang tersisa dengan infak dan sedekahmu….
Hiasilah waktu yang tersisa dengan tangisan tobatmu….
Mudah-mudahan dengan itu Allah mengampuni dosamu, lalu mencintaimu dan meninggikan derajatmu.
Siberut, 21 Ramadhan 1443
Abu Yahya Adiya






