“Apa amalan yang paling baik dalam Islam?”
Itulah pertanyaan yang diajukan oleh seseorang kepada Nabi ﷺ.
Beliau ﷺ pun menjawab:
تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
“Engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal adalah amalan yang sangat baik dalam Islam. Bagaimana tidak sangat baik, keduanya bisa mengantarkan ke surga.
Nabi ﷺ bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ
“Hai sekalian manusia! Tebarkanlah salam, berilah makan, bersilaturahmilah, dan laksanakanlah salat di malam hari saat orang-orang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan penuh ketenangan.” (HR. Ibnu Majah)
Memberi Makan
Seorang pria menyaksikan seekor anjing kehausan. Di hadapannya ada sumur, tapi tidak ada timbanya. Ia pun menuruni sumur tersebut lalu ia isi sepatunya dengan air, kemudian ia gigit sepatu itu dengan mulutnya lalu ia naik lagi ke atas. Kemudian ia beri minum anjing tersebut dengan air yang ia bawa.
Nabi ﷺ bersabda:
فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ
“Maka Allah pun memuji perbuatannya dan memberikan ampunan kepadanya.”
Setelah mendengar kabar Nabi ﷺ itu, para sahabat pun bertanya:
يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي البَهَائِمِ أَجْرًا؟
“Wahai Rasulullah, apakah dengan memberi minum binatang kami mendapatkan pahala? ”
Beliau ﷺ menjawab:
نَعَمْ، فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
“Ya. Ada pahala dengan memberi minum setiap makhluk yang mempunyai hati yang basah (makhluk yang hidup). ” (HR.Bukhari dan Muslim)
Kalau memberi makan dan minum hewan saja berpahala, padahal itu makhluk yang tidak berakal, maka apalagi memberi makan dan minum makhluk yang berakal, yaitu manusia!
Tentu pahalanya lebih besar lagi!
Mengucapkan Salam kepada Orang yang Dikenal Maupun Tidak Dikenal
Maksud mengucapkan salam di sini yaitu mengucapkan assalamu’alaikum.
Mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal adalah amalan yang sangat baik dalam Islam. Namun sayangnya….
Itu menjadi amalan yang asing bagi umat Islam di masa ini.
Jangankan mengucapkan salam kepada orang yang tidak dikenal, mengucapkan salam kepada orang yang dikenal saja sudah asing di tengah umat ini.
Jika bertemu dengan saudara seiman, banyak di antara mereka yang hanya menyapanya saja, tanpa mengucapkan salam kepadanya.
Apakah itu pertanda bahwa kiamat sudah dekat?
Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُسَلِّمَ الرَّجُلُ عَلَى الرَّجُلِ، لَا يُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِلَّا لِلْمَعْرِفَةِ
“Sesungguhnya di antara tanda hari kiamat yaitu seseorang mengucapkan salam kepada orang lain. Tidaklah ia mengucapkan salam kepadanya kecuali karena ia mengenalnya.” (HR. Ahmad)
Memberi makan adalah kebaikan berupa perbuatan. Sedangkan menebarkan salam adalah kebaikan berupa perkataan.
Siapa yang bisa menggabungkan keduanya, maka ia sudah menggabungkan dua kebaikan yang besar. Itu termasuk sebaik-baik amalan. Apalagi di bulan Ramadhan!
Siberut, 24 Ramadhan 1443
Abu Yahya Adiya






