13. Apa yang harus dilakukan seseorang jika lupa membayar zakat fitri dan baru ingat setelah salat Idulfitri?
Ibnu ‘Umar berkata:
وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ
“Rasulullah memerintah agar zakat fitri ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk menunaikan shalat Idulfitri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnu ‘Abbas berkata:
مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ
“Siapa yang menunaikannya sebelum salat hari raya, maka itu zakat yang diterima. Namun, siapa yang menunaikannya setelah salat tersebut, maka itu hanyalah salah satu sedekah.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
ففي حال العذر لا بأس من إخراجها بعد الصلاة وتكون في هذه الحال مقبولة لأن الرسول صلى الله عليه وسلم قال في الصلاة:
“Dalam keadaan memiliki uzur, tidak mengapa membayar zakat setelah salat Idulfitri. Dan zakat yang dibayar itu diterima ketika itu. Sebab, Rasul ﷺ bersabda tentang salat:
من نام عن صلاة أو نسيها فليصلها إذا ذكرها
“Siapa yang tertidur dari salat atau lupa mengerjakannya, maka hendaknya ia mengerjakannya jika telah ingat.”
وإذا كان هذا في الصلاة وهي من أعظم الواجبات المؤقتة ففي ما سواها أولى
Jika ini berlaku dalam hal salat padahal itu termasuk kewajiban paling agung yang ditentukan waktunya, apalagi selain salat!” (Fatawa Nur ‘Alaa Ad-Darb)
14. Apakah boleh menyegerakan pembayaran zakat fitri sebelum Ramadhan?
Nafi’ berkata:
وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا «يُعْطِيهَا الَّذِينَ يَقْبَلُونَهَا، وَكَانُوا يُعْطُونَ قَبْلَ الفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ
“Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma memberikannya kepada para amil zakat dan mereka memberikan zakat sehari atau dua hari sebelum Idulfitri.” (HR. Bukhari)
Syekh ‘Abdul Muhsin Al-‘Abbad berkata:
ويجوز إخراجها قبل العيد بيوم أو يومين؛ لأن الصحابة رضي الله عنهم وأرضاهم كانوا يخرجونها قبل العيد بيوم أو يومين؛ حتى لا يحصل النسيان لها فتفوت، وأيضاً حتى تصل إلى المساكين، ويكونوا يوم العيد قد تحقق أن عندهم الشيء الذي يكفيهم من الطعام
“Dan boleh membayar zakat fitri sehari atau dua hari sebelum Idulfitri. Sebab, para sahabat-semoga Allah meridai mereka dan membuat mereka rida-membayar zakat fitri sehari atau dua hari sebelum Idulfitri. Yang demikian itu supaya tidak lupa sehingga akhirnya luputlah zakat itu. Dan juga supaya zakat itu sampai ke orang-orang miskin dan agar kebutuhan makanan mereka tercukupi di hari tersebut.” (Syarh Sunan Abu Daud)
Itulah pendapat Imam Malik dan Ahmad dalam suatu riwayat yang terkenal darinya.
15. Bolehkah mengalihkan zakat ke tempat lain?
Disebutkan dalam Al-Mausu‘ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah:
إِذَا فَاضَتِ الزَّكَاةُ فِي بَلَدٍ عَنْ حَاجَةِ أَهْلِهَا جَازَ نَقْلُهَا اتِّفَاقًا، بَل يَجِب
“Jika zakat di suatu kota melebihi kebutuhan orang-orang yang berhak mendapatkannya yang ada di situ, maka boleh mengalihkan zakat itu ke tempat lain berdasarkan kesepakatan para ulama, bahkan itu wajib.”
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
نقل صدقة الفطر إلى بلاد غير بلاد الرجل الذي أخرجها إن كان لحاجة بأن لم يكن عنده أحد من الفقراء فلا بأس به وإن كان لغير حاجة بأن وجد في البلد من يتقبلها فإنه لا يجوز.
“Memindahkan zakat fitri ke tempat lain yang bukan tempat seseorang membayar zakat, jika itu karena ada kebutuhan, di mana tidak ada satu pun orang miskin di tempatnya, maka tak mengapa. Namun, jika itu dilakukan tanpa ada kebutuhan, di mana di tempatnya ada orang yang berhak menerimanya, maka itu tidak diperbolehkan.” (Majmu’ Fatawa wa Rasail Al-‘Utsaimin)
16. Apakah ada anjuran untuk mendoakan orang yang membayar zakat?
Allah berfirman:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيم
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103)
Inilah perintah dari Allah kepada nabi-Nya. Lalu beliau pun mematuhi Tuhannya.
‘Abdullah bin Abi Aufa berkata:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا أَتَاهُ قَوْمٌ بِصَدَقَةٍ قَالَ:
“Bila suatu kaum datang menemui Nabi ﷺ dengan membawa sedekah, beliau mendo’akan:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ
“Ya Allah, berilah pujian kepada mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Imam An-Nawawi berkata:
وَمَذْهَبُنَا الْمَشْهُورُ وَمَذْهَبُ الْعُلَمَاءِ كَافَّةً أَنَّ الدُّعَاءَ لِدَافِعِ الزَّكَاةِ سُنَّةٌ مُسْتَحَبَّةٌ لَيْسَ بِوَاجِبٍ
“Pendapat kami yang dikenal dan pendapat seluruh ulama bahwa doa untuk orang yang membayar zakat adalah sunnah, disukai, dan tidak wajib.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj)
Padang, 28 Ramadhan 1442
Abu Yahya Adiya
Sumber:
- Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi.
- Al-Mughni karya Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi.
- http://www.islamqa.com
- http://www.islamweb.net
- dan lain-lain






