Menurut sebagian orang aswaja adalah singkatan dari Ahlussunnah wal Jama’ah. Dan ini adalah nama yang harum.
Sebab, Ahlussunnah wal Jama’ah adalah kelompok yang selamat, sebagaimana dikabarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Mereka selamat dari kesesatan di dunia, dan selamat dari kesengsaraan di akhirat.
Karena harumnya nama tersebut, sangat wajarlah jika banyak pihak yang mengklaim nama itu.
Sebelum kita mengetahui benar atau tidak klaim yang dilakukan sebagian kelompok terhadap nama tersebut, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu, apa sebenarnya pengertian Ahlussunnah wal Jama’ah? Dan apa sajakah ciri-ciri Ahlussunnah wal Jama’ah?
Pengertian Ahlussunnah wal Jama’ah
Secara bahasa, sunnah artinya jalan, baik itu jalan yang baik maupun jalan yang buruk.
Sedangkan secara istilah, sunnah diterangkan oleh Ibnu Rajab:
وَالسُّنَّةُ: هِيَ الطَّرِيقَةُ الْمَسْلُوكَةُ، فَيَشْمَلُ ذَلِكَ التَّمَسُّكَ بِمَا كَانَ عَلَيْهِ هُوَ وَخُلَفَاؤُهُ الرَّاشِدُونَ مِنَ الِاعْتِقَادَاتِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَقْوَالِ، وَهَذِهِ هِيَ السُّنَّةُ الْكَامِلَةُ
“Sunnah yaitu jalan yang ditempuh, mencakup di dalamnya berpegang teguh kepada ajaran Nabi ﷺ dan para pemimpin penggantinya yang lurus berupa keyakinan, perkataan dan perbuatan. Itulah sunnah yang sempurna.
وَلِهَذَا كَانَ السَّلَفُ قَدِيمًا لَا يُطْلِقُونَ اسْمَ السُّنَّةِ إِلَّا عَلَى مَا يَشْمَلُ ذَلِكَ كُلَّهُ
Karena itu, dulu generasi salaf tidak memberikan nama sunnah kecuali kepada apa yang mencakup tiga aspek tadi.” (Jaami’ Al-‘Uluum wa Al-Hikam)
Karenanya, siapa pun yang mengikuti Nabi ﷺ dan para sahabatnya, baik dalam keyakinan, ucapan, maupun perbuatan, maka ia adalah Ahlussunnah. Sebab, ia telah mengikuti wasiat Nabi ﷺ:
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسَنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ
“Maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah Khulafaurrasyidin yang terbimbing setelahku.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Adapun Al-Jama’ah, maknanya adalah kumpulan dan persatuan.
Dan orang-orang yang bersatu dinamakan Al-Jama’ah, karena mereka mengikuti wasiat Nabi ﷺ:
عَلَيْكُمْ بِالجَمَاعَةِ وَإِيَّاكُمْ وَالفُرْقَةَ
“Hendaknya kalian berpegang pada persatuan dan menjauhi perpecahan.” (HR. Tirmidzi)
Kalau begitu, Ahlussunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang bersatu di atas sunnah, yaitu bersatu mengikuti Nabi ﷺ dan para sahabatnya, baik dalam keyakinan, ucapan maupun perbuatan.
Mereka itulah Ahlussunnah wal Jama’ah, walaupun mereka sendiri tidak mengaku sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah!
Mereka bersatu di atas kebenaran. Mereka bersatu di atas asas saling menasihati untuk kebenaran. Mereka bersatu berdasarkan asas amar makruf nahi mungkar.
Bukan bersatu di atas basa-basi politik. Bukan bersatu dengan mendiamkan berbagai penyimpangan dengan alasan “persatuan”!
Siberut, 18 Rabi’ul Tsani 1442
Abu Yahya Adiya






