Apa ciri akidah Ahlussunnah wal Jama’ah?
Dan apa saja keistimewaan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah?
Keistimewaan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah sangatlah banyak. Namun, yang menonjol yaitu:
- Sumbernya murni.
Ya, murni. Berdasarkan wahyu, yaitu Al-Quran dan As-Sunnah.
Berbeda dengan sekte-sekte sesat. Akidah mereka bukan berdasarkan wahyu, tapi berdasarkan pemikiran, perkiraan, dan perasaan tokoh-tokoh mereka.
Seperti akidah sekte Karomiyyah, berasal dari pemikiran pendirinya yaitu Muhammad bin Karrom.
Seperti akidah sekte Kullaabiyyah, berasal dari pemikiran pendirinya yaitu Abdullah bin Sa’id bin Kullab.
Seperti sebagian orang-orang Sufi mengambil akidah dari kasyaf, wangsit dan mimpi guru mereka.
- Umum, universal dan berlaku untuk semua masa, tempat dan orang.
Sebab, itu adalah agama Allah. Sedangkan agama-Nya berlaku untuk semua masa, tempat, dan orang. Tidak terbatas pada masa tertentu, tempat tertentu, atau orang tertentu.
Berbeda dengan pemikiran kafir dan bidah, hanya berlaku untuk masa tertentu, tempat tertentu, atau orang tertentu.
- Sesuai dengan fitrah yang lurus dan akal yang sehat
Berbeda dengan sekte-sekte sesat. Akidah mereka bertentangan dengan fitrah yang lurus dan akal yang sehat.
Coba saja kita lihat sebagian kaum Sufi, betapa akal sehat mereka hilang tatkala menyeru orang-orang yang sudah mati.
Ketika datang marabahaya, mereka berkata:
“Ya Syekh Bahauddin…”
“Ya Syekh ‘Abdul Qadir Jaelani….”
“Ya Syekh Rifa’i….”
Mengapa mereka meminta tolong kepada orang mati?
Bukankah orang mati justru lebih membutuhkan pertolongan?
Apakah perbuatan mereka sesuai dengan akal sehat?
- Jelas, mudah dan terang
Nabi ﷺ bersabda:
قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا، لَا يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِي إِلَّا هَالِكٌ
“Aku telah meninggalkan kalian di atas perkara yang putih terang, malam harinya seperti siang harinya. Tidak ada yang menyimpang darinya setelahku kecuali binasa.” (HR. Ibnu Majah)
Berbeda dengan akidah sekte-sekte sesat. Rumit dan membingungkan. Saking rumitnya, kadang seseorang yang mendalaminya bisa jadi gila.
- Pertengahan.
Akidah Ahlusssunnah wal Jama’ah adalah pertengahan antara akidah ekstrem kiri dan ekstrem kanan.
Pertengahan antara sikap meremehkan dan sikap berlebihan.
Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:
بَلْ هُمُ الْوَسَطُ فِي فِرَقِ الْأُمَّةِ؛ كَمَا أَنَّ الْأُمَّةَ هِيَ الْوَسَطُ فِي الْأُمَمِ.
“Mereka (Ahlussunnah) adalah pertengahan di antara sekte-sekte yang ada di umat ini. sebagaimana umat ini (Islam) adalah pertengahan di antara umat-umat yang ada.
فَهُمْ وَسَطٌ فِي: بَابِ صِفَاتِ اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. بَيْنَ أَهْلِ التَّعْطِيلِ «الْجَهْمِيَّةِ» ، وَبَيْنَ أَهْلِ التَّمْثِيلِ «الْمُشَبِّهَةِ» .
Ahlussunnah pertengahan dalam masalah sifat-sifat Allah di antara penolaknya yaitu sekte Jahmiyyah dan orang-orang yang menyerupakan sifat-Nya dengan sifat makhluk-Nya yaitu sekte Musyabbihah.
وَهُمْ وَسَطٌ فِي: بَابِ أَفْعَالِ اللَّهِ تَعَالَى. بَيْنَ «الْقَدَرِيَّةِ» ، «وَالْجَبْرِيَّةِ» .
Dan mereka pertengahan dalam masalah perbuatan Allah antara sekte Qadariyyah dan Jabriyyah.
وَفِي: بَابِ وَعِيدِ اللَّهِ. بَيْنَ «الْمُرْجِئَةِ» ، وَبَيْنَ «الْوَعِيدِيَّةِ» مِنَ «الْقَدَرِيَّةِ» وَغَيْرِهِمْ.
Dan dalam masalah ancaman Allah, mereka di antara sekte Murjiah dan Wa’idiyyah dari kalangan Qadariyyah dan selain mereka.
وَفِي: بَابِ الْإِيمَانِ وَالدِّينِ. بَيْنَ «الْحَرُورِيَّةِ» «وَالْمُعْتَزِلَةِ» ، وَبَيْنَ «الْمُرْجِئَةِ» «وَالْجَهْمِيَّةِ» .
Dan dalam masalah iman dan agama, mereka di antara sekte Haruriyyah dan Muktazilah dan antara Murjiah dan Jahmiyyah.
وَفِي: أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ بَيْنَ «الرَّوَافِضِ» ، وَبَيْنَ «الْخَوَارِجِ» .
Dan dalam masalah para sahabat Rasulullah ﷺ, mereka di antara Syiah Rafidhah dan Khawarij.” (Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah)
Siberut, 21 Rabi’ul Tsani 1442
Abu Yahya Adiya
Sumber:
- Mujmal Ushul Ahl As-Sunnah karya DR. Nashir Al-‘Aql
- ‘Aqidah Ahli As-Sunnah wa Al-Jama‘ah karya Muhammad Ibrahim Al-Hamd.






