Tauhid dan Kesaksian tentang Isa ﷺ

Tauhid dan Kesaksian tentang Isa ﷺ

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ العَمَلِ

“Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba dan Rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, serta roh dari-Nya, dan surga itu benar adanya, neraka juga benar adanya, maka Allah pasti memasukkannya ke dalam surga, bagaimana pun amalan yang telah ia lakukan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam artinya, Nabi Isa Allah ciptakan dengan kalimat kun (jadilah) yang Allah sampaikan kepada Maryam melalui malaikat Jibril.

Roh dari-Nya artinya Nabi Isa adalah salah satu roh ciptaan Allah.

Allah pasti memasukkannya ke dalam surga, bagaimana pun amalan yang telah ia lakukan artinya, tempat kembalinya adalah surga, walaupun ia memiliki dosa.

 

Faidah yang bisa kita petik dari hadis ini:

  1. Keutamaan tauhid. Sebab, dengan tauhidlah seorang bisa mendapatkan ampunan dan masuk ke surga.

Allah berfirman dalam hadits qudsi:

يَا ابْنَ آدَم، إِنَّكَ لَو أَتَيْتَني بِقُرابٍ الأَرْضِ خَطَايا، ثُمَّ لَقِيْتَني لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئاً، لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

“Hai anak Adam, seandainya engkau datang pada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku sedikit pun, pastilah Aku akan mendatangimu dengan membawa ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi)

 

  1. Nabi Muhammad dan Nabi Isa adalah sama-sama hamba Allah dan rasul-Nya.

Kalau keduanya adalah hamba Allah, berarti tidak boleh mengultuskan keduanya, seperti meyakini keduanya mengetahui perkara gaib, bisa memberi rezeki dan boleh diibadahi dan berbagai sifat ketuhanan lainnya.

Dan kalau keduanya adalah rasul Allah, berarti tidak boleh melecehkan keduanya dan menghinakan keduanya.

Berarti, tidak boleh berlebih-lebihan terhadap keduanya dan tidak boleh juga meremehkan keduanya serta nabi lainnya.

 

  1. Menolak adanya surga dan neraka adalah kekafiran.

Sebab, Nabi ﷺ menyatakan bahwa surga dan neraka itu benar adanya. Karena itu, siapa yang menolak adanya surga dan neraka, maka ia bukan muslim, walaupun mengaku dirinya muslim dan memakai nama muslim.

 

  1. Bantahan terhadap orang-orang liberal yang menyatakan bahwa semua pemeluk agama akan masuk surga.

Sebab, dalam hadis ini Nabi ﷺ mengabarkan bahwa hanya orang yang mengesakan Allah lah yang akan masuk surga.

 

  1. Orang yang mengesakan Allah tidak akan kekal di neraka, walaupun memiliki dosa.

 

  1. Luasnya rahmat dan karunia Allah.

Sebab, Allah menyelamatkan orang-orang yang mengesakan-Nya dari neraka dan memasukkan mereka ke surga walaupun mereka memiliki dosa.

Siberut, 11 Sya’ban 1441

Abu Yahya Adiya

 

Sumber:

  1. Al-Mulakhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Dr Saleh Al-Fauzan.
  2. Al-Arba’in An-Nawawiyah karya Imam An-Nawawi.