Penyimpangan Terkait dengan Tauhid Rububiyah

Penyimpangan Terkait dengan Tauhid Rububiyah

Apa itu tauhid rububiyah? Dan apa saja penyimpangan terkait dengan tauhid rububiyah?

Tauhid Rububiyyah yaitu mengesakan Allah dalam hal penciptaan, penguasaan dan pengaturan alam semesta.

Artinya meyakini bahwa hanya Allah saja yang menciptakan, menguasai, dan mengatur alam semesta. Tidak ada selain Allah yang sanggup melakukan demikian.

Lantas, apa saja penyimpangan terkait dengan tauhid ini?

 

  1. Mengingkari adanya Allah. Seperti yang terjadi pada orang-orang Ateis dan Komunis.

Syekh Muhammad bin Jamil Zainu berkata:

و قد أنكر الشيوعيون وجود الرب فكانوا أشد كفرا من كفار الجاهلية.

“Dan sungguh, orang-orang komunis mengingkari wujud Tuhan, karena itu mereka lebih kafir daripada orang-orang kafir di zaman jahiliah.” (Minhaj Al-Firqah An-Najiyah wa Ath-Thaifah Al-Manshurah)

Kenapa mereka lebih kafir daripada orang-orang kafir di zaman jahiliah?

Karena, musyrikin Quraisy saja tidak mengingkari wujud Allah. Bahkan, mereka meyakini bahwa Allah lah pencipta, penguasa, dan pengatur alam semesta.

Allah berfirman:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ

“Dan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka, ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’ Tentu mereka akan menjawab, ‘Allah” (QS. Luqman: 25)

Dan Allah berfirman:

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

“Katakanlah: ‘Siapa yang memberi rizki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapa yang kuasa [menciptakan] pendengaran dan penglihatan, dan siapa yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapa yang mengatur segala urusan?’  Maka mereka akan menjawab: ‘Allah.’ Maka katakanlah, ‘Mengapa kalian tidak bertakwa (kepada-Nya)?!” (QS. Yunus: 31)

 

  1. Keyakinan bahwa ada orang yang bisa menciptakan makhluk tertentu. Seperti keyakinan sebagian orang bahwa virus Corona diciptakan oleh manusia.

Padahal, Allah berfirman:

أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

“Apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: ‘Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (QS. Ar-Ra’d: 16)

 

  1. Keyakinan bahwa manusialah yang menciptakan perbuatannya sendiri, tanpa ada campur tangan Allah sama sekali. Ini adalah keyakinan sekte Qadariyyah ekstrem.

Padahal, Allah berfirman:

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

“Dan Allah menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat itu.” (QS. Ash-Shaffaat: 96)

Apakah ada pencipta lain selain Allah?!

 

  1. Keyakinan bahwa ada selain Allah yang menguasai suatu tempat yang tidak dikuasai oleh Allah. Seperti keyakinan bahwa Nyi Roro Kidul adalah Penguasa Tunggal Laut Selatan dan semacamnya.

Padahal, Allah berfirman:

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ

“Dan katakanlah: ‘Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya.” (QS. Al-Isra: 111)

 

  1. Keyakinan bahwa ada selain Allah yang memberi rezeki, mengatur turunnya hujan, memberi manfaat dan menolak madarat.

Seperti perkataan seseorang ketika memuji Nabi ﷺ:

فإن من جودك الدنيا و ضرَّتها

“Sesungguhnya, di antara bentuk kedermawananmu adalah dunia dan kekayaan yang ada di dalamnya.”

Padahal, milik siapakah dunia dan segala isinya ini?!

Allah berfirman:

وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ

“Milik Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi.” (QS. Al-Munafiqun: 7)

Dan seperti ucapan seseorang:

يا رسول الله خذ بيدي ما يبدلني عسرا يسرا إلاك

“Wahai Rasulullah, bimbinglah diriku. Tak ada yang menggantikan kesulitanku menjadi kemudahan, kecuali dirimu.”

Padahal, siapakah yang bisa memberikan kemudahan dan kesulitan? Nabi kita atau Tuhan kita?!

Allah berfirman:

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Yunus: 107)

 

  1. Keyakinan bahwa ada selain Allah yang mengetahui perkara gaib.

Seperti perkataan seseorang ketika memuji Nabi ﷺ:

ومن علومك علم اللوح و القلم

“Dan di antara pengetahuan yang engkau miliki adalah pengetahuan tentang Lauhul Mahfuzh dan Qalam.”

Perkara Lauhul Mahfuzh dan Qalam adalah perkara gaib. Sedangkan terkait perkara gaib Allah sudah berfirman:

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ الْغَيْبَ إِلا اللَّهُ

“Katakanlah: ‘Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah.” (QS. An-Naml: 65)

 

  1. Hululiyyah

Hululiyyah adalah keyakinan bahwa:

حلول الله في المخلوقات كحلول الروح في الجسد.

“Allah menitis kepada makhluk-makhluk-Nya seperti halnya roh menitis kepada jasad.” (Syarh Ath-Thahawiyyah)

Bayangkan, apa jadinya jika Allah sudah menitis kepada makhluk-Nya?!

Tokoh Sufi pencetus hululiyyah, yaitu Al-Hallaj pernah berkata:

فإذا أبصرتني أبصرته … وإذا أبصرته أبصرتني

“Kalau engkau melihatku, niscaya engkau melihat-Nya…dan kalau engkau melihat-Nya, niscaya engkau melihatku.” (‘Awarif Al-Ma’arif)

Maha Suci Allah dari apa yang ia katakan.

 

  1. Wihdatul Wujud.

Wihdatul Wujud adalah keyakinan bahwa:

أنه ليس هناك خالق ولا مخلوق، فالكل واحد

“Tidak ada yang namanya khalik (pencipta) dan tidak pula makhluk (yang dicipta), semuanya satu.” (Syarh Ath-Thahawiyyah)

Artinya, apa yang kita lihat di alam semesta ini adalah Allah!

Dr Abdul Qadir Atha Shufi berkata:

ومن هذا الشرك: شرك أهل وحدة الوجود؛ كابن عربي، وابن سبعين، وغيرهم الذين يقولون: إن الخالق عين المخلوق؛ فعطلوا لله عز وجل عن أن يكون رب العالمين، ولم يفرقوا بين رب، وعبد.

“Termasuk syirik dalam rububiyah yaitu syirik yang dilakukan oleh penganut Wihdatul wujud, seperti Ibnu ‘Arabi, Ibnu Sab’iin, dan selain mereka yang berkata bahwa Sang Pencipta adalah makhluk itu sendiri. Mereka menolak Allah sebagai Tuhan semesta alam dan tidak membedakan antara Tuhan dengan hamba.” (Al-Mufiid Fii Muhimmat At-Tauhid)

 

Siberut, 28 Dzulhijjah 1443

Abu Yahya Adiya

 

Sumber:

  1. https://www.alukah.net/sharia/0/61400/
  2. https://www.ajurry.com/vb/forum/%D9%85%D9%86%D8%A7%D8%A8%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%AA%D9%88%D9%86-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%84%D9%85%D9%8A%D8%A9-%D9%88%D8%B4%D8%B1%D9%88%D8%AD%D9%87%D8%A7/%D9%85%D9%86%D8%A8%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%82%D9%8A%D8%AF%D8%A9-%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%88%D8%AD%D9%8A%D8%AF/49375-%D9%85%D8%B8%D8%A7%D9%87%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D9%86%D8%AD%D8%B1%D8%A7%D9%81-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%82%D8%AF%D9%8A-%D9%81%D9%8A-%D8%AA%D9%88%D8%AD%D9%8A%D8%AF-%D8%A7%D9%84%D8%B1%D8%A8%D9%88%D8%A8%D9%8A%D8%A9