Ketika mengalami kesempitan dan kesusahan, bisa jadi yang pertama kali terbetik di kepala kita adalah pertanyaan:
“Siapa yang akan menolongku?”
“Apakah si A dan si B bisa menolongku?”
“Bisakah aku meminta tolong kepada si C atau si D?”
Kita lupa, siapa yang bisa memberikan kemudahan dan melepaskan kesulitan? Dan di tangan siapakah kemudahan dan kesulitan?
Allah berfirman:
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Yunus: 107)
Kalau kita mengalami kesempitan dan kesusahan, seharusnya yang pertama kali kita ingat adalah Allah, Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa. Bukan hamba-hamba-Nya yang lemah dan tak berdaya.
Allah berfirman:
يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ
“Wahai hamba-hamba-Ku! Kalian semua adalah sesat kecuali siapa yang Kuberi hidayah, maka mintalah hidayah kepada-Ku, niscaya Kuberi kalian hidayah.
يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ، إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ
Wahai hamba-hamba-Ku! Kalian semua kelaparan kecuali siapa yang Kuberi makanan, maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Kuberi kalian makanan.
يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ، إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ
Wahai hamba-hamba-Ku! Kalian semua telanjang, kecuali siapa yang Kuberi pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Kuberi kalian pakaian.
يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ
Wahai hamba-hamba-Ku! Kalian semua melakukan kesalahan di malam dan siang hari, sedangkan Aku mengampuni semua dosa, maka mintalah ampun kepada-Ku. niscaya Kuberi kalian ampunan.” (HR. Muslim)
Lihatlah, Dia menampakkan kelemahan hamba-hamba-Nya, lalu mengajak mereka agar memohon kepada-Nya agar tertutupilah kelemahan mereka dan terpenuhilah kebutuhan mereka.
Itu menunjukkan begitu besar kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya.
Karena itu, menghadaplah kepada-Nya. Memohonlah kepada-Nya. Adukan kesulitanmu kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penyayang lagi Maha mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya.
Allah berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (perintah) Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Siberut, 2 Sya’ban 1445
Abu Yahya Adiya






