4 Amalan Pengantar ke Surga

4 Amalan Pengantar ke Surga

“Telah tiba Rasulullah. Telah tiba Rasulullah. Telah tiba Rasulullah.”

Orang-orang begitu gegap gempita menyambut kedatangan Nabi ﷺ.

Abdullah bin Salam, seorang tokoh Yahudi yang hadir ketika itu bercerita:

فَجِئْتُ فِي النَّاسِ لِأَنْظُرَ فَلَمَّا تَبَيَّنْتُ وَجْهَهُ عَرَفْتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهِ كَذَّابٍ فَكَانَ أَوَّلُ شَيْءٍ سَمِعْتُهُ تَكَلَّمَ بِهِ أَنْ قَالَ

“Maka aku menghampiri kerumunan orang-orang untuk melihat. Ketika jelas wajahnya, maka kuketahui bahwa raut mukanya bukanlah raut muka seorang pendusta. Dan yang pertama kudengar dari perkataannya adalah:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

“Hai sekalian manusia! Tebarkanlah salam, berilah makan, bersilaturahmilah, dan laksanakanlah salat di malam hari saat orang-orang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan penuh ketenangan.” (HR. Ibnu Majah)

Inilah perkataan yang menyentuh hati seorang pendeta Yahudi, sehingga akhirnya ia mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Nabi ﷺ.

Dalam hadis tadi Nabi ﷺ memberikan tips masuk surga dengan tenang dan tentram:

 

  1. Tebarkan salam.

Nabi ﷺ bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لا تَدْخُلُوا الجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوه تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلامَ بينَكم

“Demi Zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak dapat masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang bila kalian lakukan, maka kalian bisa saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!” (HR. Muslim)

Dengan menebar salam, kita saling mencintai. Dengan saling mencintai kita dianggap beriman. Dan dengan beriman kita akan masuk surga.

 

  1. Memberi makanan.

Suatu hari seseorang bertanya kepada Nabi ﷺ:

أي الإسلام خير؟

“Apa amalan dalam Islam yang paling baik?”

Beliau menjawab:

تطعم الطعام وتقرأ السلام على من عرفت وعلى من لم تعرف.

“Engkau memberi makan kepada orang lain dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan tidak engkau kenal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Memberi makan kepada orang lain adalah termasuk sebaik-baik amalan dalam Islam, karenanya wajarlah kalau itu mengantarkan ke surga.

 

  1. Bersilaturahmi (menyambung tali persaudaraan)

Menyambung tali persaudaraan bukan hanya mengantarkan kita ke surga, tapi juga bisa menambah rezeki dan memanjangkan umur kita.

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung tali persaudaraannya.” (HR. Bukhari)

 

  1. Salat malam

Nabi ﷺ bersabda:

وَأَفْضَلُ الصَّلاةِ بعدَ الفَرِيضَةِ صَلاةُ اللَّيْل

“Sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim)

Salat malam adalah sebaik-baik salat setelah salat wajib, karenanya wajarlah kalau itu bisa mengantarkan ke surga.

Maka, siapa yang ingin mereguk kenikmatan tanpa batas….

“Tebarkanlah salam, berilah makan, bersilaturahmilah, dan laksanakanlah salat di malam hari saat orang-orang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan penuh ketenangan.”

 

Siberut, 19 Syawwal 1442

Abu Yahya Adiya