Doa Orang yang Difitnah

Doa Orang yang Difitnah

Seorang wanita menuduh Sa’id bin Zaid telah menyerobot sebagian tanahnya. Sa’id membantah tuduhan itu lalu ia berdoa:

اللهُمَّ، إِنْ كَانَتْ كَاذِبَةً فَعَمِّ بَصَرَهَا، وَاقْتُلْهَا فِي أَرْضِهَ

“Ya Allah, jika wanita itu dusta, maka butakanlah matanya dan matikanlah ia di tempat tinggalnya!”

Lalu apa yang terjadi?

‘Urwah bin Az-Zubair berkata:

فَرَأَيْتُهَا عَمْيَاءَ تَلْتَمِسُ الْجُدُرَ تَقُولُ:

“Aku melihat wanita tadi jadi buta dan mencari-cari dinding sambil mengucapkan:

أَصَابَتْنِي دَعْوَةُ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ

“Aku terkena doanya Sa’id!”

‘Urwah melanjutkan ceritanya:

فَبَيْنَمَا هِيَ تَمْشِي فِي الدَّارِ مَرَّتْ عَلَى بِئْرٍ فِي الدَّارِ، فَوَقَعَتْ فِيهَا، فَكَانَتْ قَبْرَهَا

“Ketika wanita itu berjalan di tempat tinggalnya, ia melewati sumur yang ada di situ lalu ia jatuh ke dalamnya. Maka, sumur itu menjadi kuburnya.” (HR. Muslim)

Siapa yang melakukan fitnah, maka ia menyeret dirinya sendiri pada musibah. Sebab, fitnah adalah kezaliman, sedangkan kezaliman akan segera mengundang siksa dan hukuman.

Nabi ﷺ bersabda:

مَا مِنْ ذَنْبٍ أحْرَى أَنْ يُعَجِلَ اللَّهُ لصاحِبِه الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يُدَّخرُ لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ قَطيعة الرَّحِمِ والبغي

“Tidak ada dosa yang lebih pantas disegerakan hukumannya bagi pelakunya di dunia di samping hukuman yang disediakan di akhirat daripada memutus silaturahim dan berbuat zalim.” (HR. Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi)

Jangan mengumbar fitnah dan tuduhan!

Jangan sampai melakukan kezaliman!

Karena, doa orang yang terzalimi akan Dia kabulkan.

Nabi ﷺ bersabda

اتَّقُوا دَعَوَاتِ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهَا تَصْعَدُ إِلَى السَّمَاءِ كَأَنَّهَا شَرَارٌ

“Hati-hatilah dari doa orang yang terzalimi, karena sesungguhnya doa itu akan naik ke langit seakan-akan percikan bunga api.” (HR. Al-Hakim)

Ya, doanya akan naik dan sampai kepada-Nya dan tidak ada seorang pun yang bisa menghalanginya.

Nabi ﷺ bersabda:

اتَّقُوا دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، وَإِنْ كَانَ كَافِرًا، فَإِنَّهُ لَيْسَ دُونَهَا حِجَابٌ

“Hati-hatilah dari doa orang yang terzalimi, walaupun ia seorang kafir. Karena sesungguhnya tidak ada penghalang bagi doanya.” (HR. Ahmad)

Ya, tidak ada penghalang bagi doa orang yang dizalimi dan teraniaya. Allah mendengarnya dan akan mengabulkannya.

Walaupun yang mengucapkannya adalah orang kafir, Allah tetap akan mengabulkannya. Maka bagaimana pula kalau yang mengucapkannya adalah seorang yang beriman?!

 

Siberut, 18 Jumada Al-Ulaa 1443

Abu Yahya Adiya