Baru kita lihat wajahnya atau teringat wajahnya, muncullah harta atau tahta di benak kita.
Dan satunya lagi, baru kita lihat wajahnya atau teringat wajahnya, muncullah akhirat di benak kita.
Siapa orang yang kita pilih jadi teman kita?
Nabi ﷺ bersabda:
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخِيَارِكُمْ
“Maukah kalian kukabarkan tentang orang-orang terbaik di antara kalian?”
Para sahabat menjawab:
بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ
“Tentu wahai Rasulullah.”
Beliau ﷺ menjawab:
الَّذِينَ إِذَا رُؤُوا، ذُكِرَ اللهُ تَعَالَى
“Yaitu orang-orang yang jika dilihat, menjadikan ingat kepada Allah.” (HR. Ahmad)
Sebagian orang memiliki wajah yang bisa mengingatkan kita untuk bertakwa kepada Allah.
Dan yang lainnya memiliki wajah yang bisa mengingatkan kita untuk bermaksiat kepada Allah.
Bisyr bin Al-Harits berkata:
بحسبك أن اقواما موتى تحيا القلوب بذكرهم وان أقواماً أحياء تعمى الأبصار بالنظر إليهم
“Cukuplah bagimu bahwa ada orang-orang yang telah mati, tapi hiduplah hati dengan mengingat mereka. Dan ada orang-orang yang masih hidup, tapi butalah hati dengan melihat mereka.” (Shifah Ash-Shafwah)
Lantas, siapakah orang yang kita pilih jadi teman kita?
Abu Ad-Darda berkata:
لصاحب صالح خَيْرٌ مِنَ الْوَحْدَةِ وَالْوَحْدَةُ خَيْرٌ من صاحب السُّوءِ وَمُمْلِي الْخَيْرِ خَيْرٌ مِنَ السَّاكِتِ وَالسَّاكِتُ خَيْرٌ مِنْ مُمْلِي الشَّرِّ
“Sungguh, teman yang saleh itu lebih baik daripada menyendiri. Dan menyendiri lebih baik daripada teman yang buruk. Orang yang mengucapkan kebaikan lebih baik daripada orang yang diam. Dan orang yang diam lebih baik daripada orang yang mengucapkan keburukan.” (Raudhah Al-‘Uqala wa Nuzhah Al-Fudhala)
Bertemanlah dengan orang yang saleh dan baik. Baik agamanya dan baik akhlaknya. Itu merupakan tanda jika engkau mencintai-Nya.
Sufyan bin ‘Uyainah berkata:
من أحب رجلا صالحا فإنما يحب اللَّه تبارك وتعالى
“Siapa yang mencintai orang saleh, maka sesungguhnya ia mencintai Allah.” (Raudhah Al-‘Uqala wa Nuzhah Al-Fudhala)
Siberut, 10 Muharram 1444
Abu Yahya Adiya






