10 orang mendatangi Rasulullah ﷺ. Mereka semua hendak melakukan baiat (sumpah setia) di hadapan Rasulullah ﷺ. Maka, beliau menerima baiat mereka semua kecuali satu orang dari mereka.
Mereka pun merasa heran lalu bertanya:
يَا رَسُولَ اللهِ، بَايَعْتَ تِسْعَةً وَتَرَكْتَ هَذَا؟
“Wahai Rasulullah, engkau menerima sumpah sembilan orang dari kami dan menolak sumpah satu orang?”
Apa jawaban Rasulullah?
Hudzaifah bin Al-Yaman pernah menjenguk seorang pria lalu ia lihat di tangannya ada benang.
Hudzaifah bertanya:
مَا هَذَا؟
“Apa ini?”
Orang itu menjawab:
مِنَ الْحُمَّى
“Untuk menangkal demam.”
Lantas, apa reaksi Hudzaifah?
Keuntungan dan Kerugian Ada di Tangan-Nya
Benang, cincin, gelang, kalung dan semacamnya tidak bisa memberikan keuntungan kepada orang yang memakainya dan tidak pula bisa menolak kerugian dari dirinya.
Sebagaimana berhala orang-orang musyrik pun tidak bisa memberikan keuntungan kepada mereka dan tidak pula bisa menolak kerugian dari diri mereka.
Allah Ta’ala berfirman:
قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ
“Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kalian seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu? Atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka mampu menahan rahmat-Nya? Katakanlah, ‘Cukuplah Allah bagiku, hanya kepada-Nyalah orang orang yang bertawakal berserah diri.” (QS. Az-Zumar: 38)
Maka, untuk apa bergantung kepada sesuatu yang tidak bisa memberikan keuntungan dan tidak pula bisa menolak kerugian?
Nabi ﷺ bersabda:
من تعلق تميمة فلا أتم الله له، ومن تعلق ودعة فلا ودع الله له
“Siapa yang menggantungkan tamimah, maka Allah tidak akan mengabulkan keinginannya. Dan siapa yang menggantungkan wada’ah, maka Allah tidak akan memberikan ketenangan kepadanya.” (HR. Ahmad)
Tamimah adalah sesuatu yang dikalungkan untuk menangkal penyakit, atau pengaruh jin dan semacamnya. Biasanya dikalungkan di leher anak anak.
Wada’ah adalah sesuatu yang diambil dari laut, menyerupai rumah kerang, biasanya dikalungkan di leher anak-anak untuk menangkal penyakit, atau pengaruh jin dan semacamnya.
Hadis ini menunjukkan bahwa bergantung kepada benang, cincin, gelang, kalung dan semacamnya hanya membawa pada kerugian dan kesengsaraan, sedangkan bergantung kepada Allah akan membawa pada kebahagiaan dan ketenangan.
Allah berfirman:
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq: 3)
Lantas, apa hukum bergantung kepada semua benda tadi untuk mendapat keuntungan dan menolak kerugian?
Hukum Memakai Benang, Cincin, dan Semacamnya Untuk Mendapat Keuntungan dan Menolak Kerugian
Syekh Saleh Al-Fauzan berkata:
أي من الشرك الأكبر إن اعتقد أن هذه الأشياء تنفع أو تضر بذاتها
“Termasuk syirik besar jika berkeyakinan bahwa semua tadi memberikan manfaat atau membahayakan dengan sendirinya.
أو من الشرك الأصغر إن اعتقد أنها سبب للنفع والضر
Atau termasuk syirik kecil jika berkeyakinan bahwa semua tadi adalah sebab datangnya manfaat dan bahaya.” (Al-Mulakhkhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid)
Kalau memang syirik besar, berartinya pelakunya keluar dari Islam.
Dan kalau memang syirik kecil, berarti pelakunya tidak keluar dari Islam, tapi….
Ia lebih rusak daripada pendusta, pezina, pemabuk, dan pelaku kriminal lainnya!
Allah berfirman:
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya syirik adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)
Kalau begitu, permasalahan memakai benang, cincin, dan semacamnya untuk mendapat keuntungan dan menolak kerugian adalah permasalahan riskan. Bukan permasalahan ringan. Sebab, itu syirik, dosa paling besar di antara dosa-dosa besar!
Makanya, lihatlah apa yang dilakukan oleh Hudzaifah tatkala tahu bahwa orang yang ia jenguk memakai benang di tangannya?
Hudzaifah bertanya:
مَا هَذَا؟
“Apa ini?”
Orang itu menjawab:
مِنَ الْحُمَّى
“Untuk menangkal demam.”
Maka Hudzaifah berkata sambil marah:
لَوْ مُتَّ، مَا صَلَّيْتُ عَلَيْكَ
“Kalau engkau mati, aku tidak akan menyalatkanmu!”
Dan lihat juga, kenapa Rasulullah ﷺ sampai tidak mau menerima sumpah dari seorang anggota rombongan yang datang kepada beliau?
Mereka bertanya:
يَا رَسُولَ اللهِ، بَايَعْتَ تِسْعَةً وَتَرَكْتَ هَذَا؟
“Wahai Rasulullah, engkau mau menerima sumpah sembilan orang dari kami lalu menolak sumpah satu orang?”
Beliau ﷺ pun menjawab:
إِنَّ عَلَيْهِ تَمِيمَةً
“Sesungguhnya ia memakai kalung jimat.”
Mendengar sabda Rasulullah ﷺ tadi, orang itu pun langsung mencopot jimatnya lalu melakukan baiat di hadapan Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ pun menerima baiatnya kemudian bersabda:
مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ
“Siapa yang menggantungkan kalung jimat, maka sungguh, ia telah berbuat syirik!” (HR. Ahmad)
Siberut, 5 Dzulhijjah 1441
Abu Yahya Adiya






