Apa Pokok Pemikiran Ibadhiyyah?

Apa Pokok Pemikiran Ibadhiyyah?

Kalau kita jalan-jalan ke Oman, lalu melihat praktek ibadah di masjid-masjid di sana, mungkin kita akan merasa heran.

Ketika memulai salat berjamaah, imam dan para makmum tidak mengangkat tangan ketika bertakbir. Dan setelah membaca Al-Fatihah, mereka juga tidak membaca amiin.

Kenapa demikian?

Itulah praktek ibadah Ibadhiyyah. Dan itulah keyakinan resmi negara Oman.

Lantas, apa itu Ibadhiyyah?

Ibadhiyyah adalah kelompok pecahan dari sekte Khawarij. Ibadhiyyah didirikan oleh ‘Abdullah bin Ibadh At-Tamimi yang memberontak kepada khalifah Marwan bin Muhammad di akhir masa dinasti Umayyah.

Apa pokok pemikiran mereka?

Kalau kita ingin mengetahui pendapat Ibadhiyyah dalam masalah akidah maupun fikih, maka kita bisa melihat Musnad Ar-Rabi’ bin Habib. Ini adalah kitab yang sangat mereka agungkan. Bagi mereka itu adalah kitab paling sahih setelah Al-Quran.

Adapun permasalahan akidah yang disebutkan dalam kitab itu:

  1. Allah tidak memiliki sifat.
  2. Allah ada di mana-mana.
  3. Allah tidak bisa dilihat di surga.
  4. Al-Quran adalah makhluk.

Itulah yang diyakini oleh Ibadhiyyah. Dengan itu mereka sama dengan Jahmiyyah.

  1. Beriman kepada takdir Allah yang baik maupun buruk.

Itulah yang diyakini oleh Ibadhiyyah. Dengan itu mereka sama dengan Ahlussunnah.

  1. Mengingkari syafaat bagi pelaku maksiat
  2. Pelaku dosa besar kekal di neraka.

Itulah yang diyakini oleh Ibadhiyyah. Dengan itu mereka sama dengan Khawarij dan Muktazilah.

Dan masih banyak lagi pendapat mereka yang disebutkan dalam kitab tadi.

Catatan: Ibadhiyyah berpendapat bahwa pelaku dosa besar tidak keluar dari agama, melainkan dianggap kufur nikmat. Ini pendapat yang berbeda dengan sekte Khawarij lainnya yang berpendapat bahwa pelaku dosa besar keluar dari agama.

Namun, terkait dengan masalah nasib pelaku dosa besar yang mati dalam keadaan belum bertobat, Ibadhiyyah sepakat dengan sekte Khawarij lainnya yaitu ia akan disiksa di neraka, kekal selama-lamanya.

 

Siberut, 24 Rabi’ul Awwal 1444

Abu Yahya Adiya

 

Sumber: Al-Ibadhiyyah wa Hal Hum Khawarij karya Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad Alu ‘Abdul Lathif.