Cara Agar Dekat dengan Allah

Cara Agar Dekat dengan Allah

Bagaimana cara kita mengenal Allah agar dekat dengan-Nya?

Apakah dengan mempelajari Al-Quran?

Apakah dengan mempelajari hadis?

Jawaban semua itu adalah tidak, menurut tarekat Naqsyabandiyyah.

Para pengikut tarekat Naqsyabandiyyah berkata:

فلا سبيل للوصول إلى الله تعالى ولا يقدر أن يتوجه إليه إلا بواسطة الشيخ بل هو أقرب الطرق للوصول إلى الله:

“Tidak ada jalan untuk sampai kepada Allah dan tidak pula bisa menghadap-Nya kecuali lewat perantara syekh. Bahkan, itulah cara paling dekat untuk sampai kepada Allah.

والتقرب إلى الله يكون بمشهده ومسجده وبلدته وعصاه وسوطه ونعله. وهذا موجب للقرب إلى الله ومقتض للشفاعة

Cara mendekatkan diri kepada Allah yaitu lewat kubur syekh, masjidnya, kampungnya, tongkatnya, cambuknya, dan sandalnya. Itu adalah faktor yang mendorong untuk dekat dengan Allah dan mendorong untuk mendapatkan syafaat.” (Nur Al-Hidayah wa Al-‘Irfan Fii Sirr Ar-Rabithah wa At-Tawajjuh wa Khatm Al-Khawajikaan hal. 36 dan Al-Mawahib As-Sarmadiyyah hal 170 dan Al-Anwar Al-Qudsiyyah hal 167)

Lihatlah, cara mendekatkan diri kepada Allah yaitu lewat kubur syekh, masjidnya, kampungnya, tongkatnya, cambuknya, dan sandalnya!

Bukankah ini serupa dengan ajaran orang-orang jahiliah yakni bahwa kedekatan dengan Allah tidak terwujud kecuali lewat perantara manusia?

Allah mengabarkan demikian:

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٌ [الزمر: 3]

“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): ‘Kami tidaklah beribadah kepada mereka kecuali agar mereka mendekatkan diri kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (QS. Az-Zumar ayat 3)

Selain itu….

Dr. ‘Abdurrahman Dimasyqiyyah berkata:

وركوب لسنن من كان قبلنا كالنصارى القائلين:

“Dan itu juga perbuatan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kita, seperti orang-orang Nashrani yang mengatakan:

المسيح هو الطريق إلى الله لا أحد يمكنه الذهاب إلى الله الأب إلا به

“Al-Masih adalah jalan menuju Allah. Tidak ada seorang pun yang bisa pergi kepada Allah, Tuhan Bapak, kecuali lewat Al-Masih.” (Ath-Thariqah Nasqsyabandiyyah)

Kalau kita ingin dekat dengan Allah, maka hendaknya kita membaca kitab-Nya, mengkaji sunah rasul-Nya, dan melakukan perbuatan yang mengundang cinta-Nya. Bukan dengan mendatangi kubur guru kita, masjidnya, kampungnya, tongkatnya, cambuknya, atau sandalnya!

 

Siberut, 16 Shafar 1444

Abu Yahya Adiya

 

Sumber: Ath-Thariqah Nasqsyabandiyyah karya ‘Abdurrahman Dimasyqiyyah.