Sebab Takluknya Kaum Muslimin di Hadapan Tartar

Sebab Takluknya Kaum Muslimin di Hadapan Tartar

Pasukan Tartar membumihanguskan Bukhoro, Maru, dan kota-kota di sebelah timur Irak. Lalu mereka bergerak menuju Baghdad, Ibu kota Dinasti Abbasiyyah pada tahun 656 H.

Setelah mengepung Baghdad berhari-hari, akhirnya….

Mereka memasuki Baghdad lalu membantai Khalifah Al-Musta’shim Billah, keluarganya, pasukan pengawalnya, dan membantai kaum muslimin yang ada di sana.

Imam Suyuthi menyebutkan kaum muslimin yang menjadi korban pembantaian pasukan Tartar di Baghdad lebih dari 1.000.000 orang!

Apa sebab semua itu?!

Syekhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:

وَكَانَ مِنْ أَسْبَابِ دُخُولِ هَؤُلَاءِ دِيَارَ الْمُسْلِمِينَ ظُهُورُ الْإِلْحَادِ وَالنِّفَاقِ وَالْبِدَعِ حَتَّى أَنَّهُ صَنَّفَ الرَّازِي كِتَابًا فِي عِبَادَةِ الْكَوَاكِبِ وَالْأَصْنَامِ وَعَمَلِ السِّحْرِ سَمَّاهُ ” السِّرُّ الْمَكْتُومُ فِي السِّحْرِ وَمُخَاطَبَةِ النُّجُومِ “

“Di antara sebab bisa masuknya mereka ke negeri-negeri kaum muslimin yaitu munculnya penyimpangan, kemunafikan, dan bidah. Sampai-sampai ketika itu Ar-Razi menulis kitab tentang beribadah kepada bintang-bintang, berhala, dan melakukan sihir, yang ia namakan As-Sir Al-Maktum fi As-Sihr wa Mukhothobati An-Nujum (Rahasia Tersembunyi tentang Sihir dan Berbicara dengan Bintang).” (Majmu’ Al-Fatawa)

Allah tidak mungkin memberikan musibah begitu saja kepada kaum muslimin. Pasti ada sebabnya.

Allah berfirman:

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ

“Kenikmatan apa pun yang engkau rasakan itu adalah dari Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari dirimu sendiri.” (QS. An-Nisa’: 79)

Ya, dari dirimu sendiri. Karena dosa dan kesalahanmu sendiri.

Syekhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:

فَلَمَّا ظَهَرَ فِي الشَّامِ وَمِصْرَ وَالْجَزِيرَةِ الْإِلْحَادُ وَالْبِدَعُ سُلِّطَ عَلَيْهِمْ الْكُفَّارُ

“Tatkala tampak penyimpangan dan bidah di Syam, Mesir, dan Jazirah Arab, maka orang-orang kafir pun menguasai mereka.

وَلَمَّا أَقَامُوا مَا أَقَامُوهُ مِنْ الْإِسْلَامِ وَقَهْرِ الْمُلْحِدِينَ وَالْمُبْتَدِعِينَ نَصَرَهُمْ اللَّهُ عَلَى الْكُفَّارِ…

Dan tatkala mereka menegakkan Islam, menundukkan orang-orang yang menyimpang dan ahli bidah, maka Allah pun menolong mereka dalam menghadapi orang-orang kafir….

وَكَذَلِكَ لَمَّا كَانَ أَهْلُ الْمَشْرِقِ قَائِمِينَ بِالْإِسْلَامِ كَانُوا مَنْصُورِينَ عَلَى الْكُفَّارِ الْمُشْرِكِينَ مِنْ التُّرْكِ وَالْهِنْدِ وَالصِّينِ وَغَيْرِهِمْ

Demikian pula tatkala orang-orang di timur menegakkan Islam, maka mereka pun ditolong Allah dalam menghadapi orang-orang kafir dan musyrik dari kalangan bangsa Turki, India, Cina, dan selain mereka.

فَلَمَّا ظَهَرَ مِنْهُمْ مَا ظَهَرَ مِنْ الْبِدَعِ وَالْإِلْحَادِ وَالْفُجُورِ سُلِّطَ عَلَيْهِمْ الْكُفَّارُ…

Namun, tatkala muncul dari mereka bidah, penyimpangan, dan kemaksiatan, maka orang-orang kafir pun menguasai mereka…

وَكَانَ بَعْضُ الْمَشَايِخِ يَقُولُ: هُولَاكُو – مَلِكُ التُّرْكِ التَّتَارِ الَّذِي قَهَرَ الْخَلِيفَةَ بِالْعِرَاقِ وَقَتَلَ بِبَغْدَادَ مَقْتَلَةً عَظِيمَةً جِدًّا يُقَالُ: قَتَلَ مِنْهُمْ أَلْفَ أَلْفٍ وَكَذَلِكَ قَتَلَ بِحَلَبِ دَارِ الْمُلْكِ حِينَئِذٍ كَانَ بَعْضُ الشُّيُوخِ يَقُولُ هُوَ – لِلْمُسْلِمِينَ بِمَنْزِلَةِ بُخْتَ نَصَّرَ لِبَنِي إسْرَائِيلَ.

Beberapa syekh berkata bahwa Hulagu Khan, raja Tartar yang mengalahkan khalifah di Irak dan melakukan pembantaian besar di Baghdad, ada yang mengatakan bahwa ia membunuh 1 juta kaum muslimin ketika itu dan juga melakukan pembantaian di Aleppo, rumah kerajaan. Beberapa syekh berkata bahwa Hulagu bagi kaum muslimin seperti Nebukadnezar bagi Bani Israel.” (Majmu’ Al-Fatawa)

Artinya, sebagaimana Nebukadnezar telah membantai Bani Israel dan menghinakan mereka, maka begitu pula Hulagu Khan. Ia telah membantai kaum muslimin dan menghinakan mereka.

Maka, dosalah yang membuat umat ini kalah dan terhina.

Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ، وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ، وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ، سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

“Jika kalian berjual beli menggunakan ‘Inah (salah satu jenis riba), lalu kalian mengambil ekor-ekor sapi (yaitu sibuk dengan peternakan), dan rela dengan pertanian (yaitu sibuk dengan pertanian) serta meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menimpakan kepada kalian kehinaan yang tidak akan dicabut sampai kalian kembali kepada agama kalian.” (HR. Abu Daud)

Ya, sampai kalian kembali kepada agama kalian!

Artinya….

Selama kalian bergelimang syirik, jangan harap kalian memperoleh kemenangan!

Selama kalian bergelimang bidah, jangan harap kalian mendapat kemuliaan!

Selama kalian bergelimang maksiat, jangan harap kalian menggapai keunggulan!

Selama kalian melalaikan agama kalian, jangan harap kalian meraih kejayaan!

Kunci kejayaan umat Islam hanyalah dengan kembali kepada agama mereka dan berpegang teguh padanya.

 

Siberut, 18 Syawwal 1443

Abu Yahya Adiya