Ejekan Muktazilah

Ejekan Muktazilah

Suatu hari, dalam suatu majlis di Bashrah, seorang ahli hadis menyampaikan hadis Nabi ﷺ:

إِنَّ الْمَلائِكَةِ تَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ

“Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka untuk penuntut ilmu.”

Dan ketika itu ada seorang Muktazilah yang mendengarnya lalu ia pun mengolok-oloknya dengan berkata:

وَاللهِ! لأَقَطِّرَنَّ غَدًا نَعْلِي فَأَطَأُ بِهِمَا أَجْنِحَةَ الْمَلائِكَةِ.

“Sungguh demi Allah, besok akan kutekan sandalku ini supaya bisa menginjak sayap-sayap para malaikat!”

Ahmad bin Syu’aib berkata:

فَفَعَلَ وَمَشَى فِي النَّعْلَيْنِ، فَجَفَّتْ رِجْلاهُ جَمِيعًا، وَوَقَعَتْ فِي رِجْلَيْهِ جَمِيعًا الآكلة.

“Akhirnya orang itu melakukan apa yang ia ucapkan. Ia berjalan dengan kedua sandalnya lalu mengeringlah kedua kakinya dan terkena gangrene (kematian jaringan pada kulit luar maupun organ dalam tubuh).” (Al-Mujalasah wa Jawahir Al-‘Ilm)

Ada beberapa faidah yang bisa kita petik dari kisah ini:

 

1. Di antara ciri ahli bidah dan sesat yaitu meremehkan hadis Nabi ﷺ.

Abu Qilabah pernah berkata:

إِذَا حَدَّثْتَ الرَّجُلَ بِالسُّنَّةِ، فَقَالَ: دَعْنَا مِنْ هَذَا وَهَاتِ كِتَابَ اللهِ، فَاعْلَمْ أَنَّهُ ضَالٌّ

“Kalau engkau menyampaikan sunnah kepada seseorang lalu ia berkata, ‘Jauhkan kita dari itu, berikan saja kitab Allah’, maka ketahuilah ia orang yang sesat!” (Siyar A’lam An-Nubala)

Imam Adz-Dzahabi berkata:

قُلْتُ أَنَا: وَإِذَا رَأَيْتَ المُتَكَلِّمَ المُبْتَدِعَ يَقُوْلُ: دَعْنَا مِنَ الكِتَابِ وَالأَحَادِيْثِ الآحَادِ وَهَاتِ العَقْلَ، فَاعْلَمْ أَنَّهُ أَبُو جَهْلٍ

“Aku katakan, ‘Dan bila engkau melihat orang ahli kalam dan ahli bidah berkata, ‘Jauhkanlah kita dari Al-Quran dan hadis ahad. Tunjukkan saja dalil akal!’, maka ketahuilah, ia adalah Abu Jahl!” (Siyar A’lam An-Nubala)

Ya, Abu Jahl. Karena, Abu Jahl menolak dakwah Nabiﷺ  dengan alasan bertentangan dengan akal!

 

2. Kaum Muktazilah itu sering menolak hadis Nabi ﷺ dengan akal mereka. Seperti halnya orang Muktazilah tadi. Baginya hadis tadi tidak masuk akal. Karena itu, ia menolaknya dan mengolok-oloknya.

 

3. Siapa yang menghina hadis Nabi ﷺ, maka Allah akan menghinakannya.

Allah berfirman:

إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ

“Sesungguhnya Kami memeliharamu dari orang-orang yang mengolok-olokmu.” (QS. Al-Hijr: 95)

Syekh ‘Abdurrahman As-Sa’di berkata:

وهذا وعد من الله لرسوله، أن لا يضره المستهزئون، وأن يكفيه الله إياهم بما شاء من أنواع العقوبة. وقد فعل تعالى فإنه ما تظاهر أحد بالاستهزاء برسول الله ﷺ وبما جاء به إلا أهلكه الله وقتله شر قتلة.

“Ini adalah janji dari Allah untuk rasul-Nya bahwa orang-orang yang mengolok-olok beliau tidak akan membahayakan beliau dan Allah akan memelihara beliau dari mereka dengan bermacam hukuman yang Dia kehendaki. Dan Allah telah melakukan demikian, karena sesungguhnya tidak seorang pun menampakkan olok-olokan kepada Rasulullah ﷺ dan apa yang beliau bawa kecuali Allah binasakan dan matikan ia dengan kematian yang buruk.” (Taisiir Al-Kariim Ar-Rahmaan Fii Tafsiir Kalaam Al-Mannaan)

 

Siberut, 11 Muharram 1445

Abu Yahya Adiya