Permasalahan Seputar Syarikat

Permasalahan Seputar Syarikat

1. Apa itu syarikat?

Imam Ibnu Qudamah berkata:

الشَّرِكَةُ: هِيَ الِاجْتِمَاعُ فِي اسْتِحْقَاقٍ أَوْ تَصَرُّفٍ.

“Syarikat yaitu persekutuan dalam kepemilikan atau pengelolaan.” (Al-Mughni)

 

2. Apa hukum syarikat?

Imam Ibnu Qudamah berkata:

وَهِيَ ثَابِتَةٌ بِالْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَالْإِجْمَاعِ؛

“Itu telah tetap dalam Al-Quran, As-Sunnah, dan ijmak.” (Al-Mughni)

Adapun Al-Quran yaitu firman-Nya:

وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَا هُمْ

“Sesungguhnya banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu.” (QS. Shad: 24)

Adapun hadis yakni kabar dari Abu Al-Minhal:

اشْتَرَيْتُ أَنَا وَشَرِيكٌ لِي شَيْئًا يَدًا بِيَدٍ وَنَسِيئَةً، فَجَاءَنَا البَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ فَسَأَلْنَاهُ، فَقَالَ:

“Aku dan sekutuku membeli sesuatu secara tunai dan kredit. Lalu Al-Bara bin ‘Azib mendatangi kami. Kami pun bertanya kepadanya, kemudian ia berkata:

فَعَلْتُ أَنَا وَشَرِيكِي زَيْدُ بْنُ أَرْقَمَ وَسَأَلْنَا النَّبِيَّ ﷺ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ:

“Aku dan sekutuku, Zaid bin Arqam melakukan itu dan kami tanyakan demikian kepada Nabi ﷺ, maka beliau pun bersabda:

مَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ، فَخُذُوهُ وَمَا كَانَ نَسِيئَةً فَذَرُوهُ

“Apa yang dilakukan secara tunai, maka ambillah. Sedangkan apa yang dilakukan secara kredit, maka tinggalkanlah!” (HR. Bukhari)

Adapun ijmak, maka Imam Ibnu Qudamah berkata:

وَأَجْمَعَ الْمُسْلِمُونَ عَلَى جَوَازِ الشَّرِكَةِ فِي الْجُمْلَةِ، وَإِنَّمَا اخْتَلَفُوا فِي أَنْوَاعٍ مِنْهَا نُبَيِّنُهَا إنْ شَاءَ اللَّهُ

“Kaum muslimin telah sepakat akan bolehnya syarikat secara umum. Hanya saja mereka berbeda pendapat dalam beberapa macamnya yang akan kami jelaskan insya Allah.” (Al-Mughni)

 

3. Ada berapa macam syarikat?

Imam Ibnu Qudamah berkata:

وَالشَّرِكَةُ عَلَى ضَرْبَيْنِ: شَرِكَةُ أَمْلَاكٍ، وَشَرِكَةُ عُقُودٍ

“Syarikat terbagi menjadi dunia, yakni syarikat kepemilikan dan syarikat transaksi.” (Al-Mughni)

Apa yang dimaksud dengan syarikat kepemilikan? Dan apa yang dimaksud dengan syarikat transaksi?

Syekh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri berkata:

شركة أملاك: وهي أن يشترك اثنان فأكثر في استحقاق مالي كالاشتراك في تملك عقار، أو مصنع، أو سيارة ونحو ذلك….شركة عقود: وهي اجتماع في التصرف كالاجتماع في البيع والشراء والتأجير ونحو ذلك.

“Syarikat kepemilikan yaitu persekutuan dua orang atau lebih dalam kepemilikan harta, seperti persekutuan dalam kepemilikan tanah, pabrik, atau mobil dan semacamnya….sedangkan syarikat transaksi yaitu persekutuan dalam pengelolaan, seperti persekutuan dalam jual beli, penyewaan, dan semacamnya.” (Mausu’ah Al-Fiqh Al-Islami)

 

4. Ada berapa macam syarikat transaksi?

Imam Ibnu Qudamah berkata:

وَهِيَ أَنْوَاعٌ خَمْسَةٌ؛ شَرِكَةُ الْعِنَانِ، وَالْأَبْدَانِ، وَالْوُجُوهِ، وَالْمُضَارَبَةِ، وَالْمُفَاوَضَةِ

“Syarikat transaksi terbagi menjadi lima yaitu syarikat ‘inaan, abdaan, wujuuh, mudhaarabah, dan mufaawadhah.” (Al-Mughni)

Syarikat ‘inaan yaitu persekutuan antara dua orang atau lebih dalam suatu usaha dengan ketentuan modal dari mereka semua dan mereka sendiri yang menjalankan usaha tersebut, dan keuntungan serta kerugian dari usaha tersebut dibagi sesuai dengan kesepakatan mereka. Ini diperbolehkan berdasarkan kesepakatan para ulama.

Syarikat abdaan yaitu persekutuan antara dua orang atau lebih dalam suatu usaha dengan ketentuan mereka sendiri yang menjalankannya dan keuntungan serta kerugian dari usaha tersebut dibagi sesuai dengan kesepakatan mereka.

Syarikat wujuuh yaitu persekutuan antara dua orang atau lebih dalam suatu usaha dengan ketentuan modal dari selain mereka. Contohnya yaitu dua orang sepakat membeli suatu produk secara kredit lalu menjualnya secara tunai. Mereka bisa melakukan demikian karena mendapat kepercayaan dari pedagang. Maka, keuntungan dan kerugian dari usaha tersebut dibagi sesuai dengan kesepakatan mereka.

Syarikat mudhaarabah yaitu persekutuan antara dua orang atau lebih dengan ketentuan salah seorang dari mereka memberikan modal kepada yang lain agar dikelola lalu keuntungannya dibagi kepada mereka sesuai dengan kesepakatan mereka. Adapun kerugian, maka itu tidak ditanggung pengelola kalau memang itu terjadi tanpa kelalaiannya.

Syarikat mufaawadhah yaitu persekutuan antara dua orang atau lebih di mana masing-masing dari mereka menyerahkan kepada sekutunya segala pengelolaan usaha lewat semua macam syarikat. Syarikat ini adalah gabungan antara syarikat ‘inaan, abdaan, wujuuh, dan mudhaarabah.

 

5. Siapa yang boleh melakukan syarikat?

Imam Ibnu Qudamah berkata:

وَلَا يَصِحُّ شَيْءٌ مِنْهَا إلَّا مِنْ جَائِزِ التَّصَرُّفِ؛ لِأَنَّهُ عَقْدٌ عَلَى التَّصَرُّفِ فِي الْمَالِ فَلَمْ يَصِحَّ مِنْ غَيْرِ جَائِزِ التَّصَرُّفِ فِي الْمَالِ، كَالْبَيْعِ.

“Tidak satu pun syarikat sah kecuali dari orang yang boleh mengelola harta. Sebab, itu merupakan akad atas pengelolaan harta, makanya tidak sah dari orang yang tidak diperbolehkan mengelola harta, seperti halnya jual beli.” (Al-Mughni)

Karena itu, syarikat tidak sah jika yang melakukannya adalah anak yang belum balig atau orang yang idiot.

 

6. Apa syarat bolehnya melakukan syarikat?

Syekh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri berkata:

الشركات التي أباحها الشرع يشترط فيها ما يلي:

“Syarikat yang diperbolehkan dalam syariat disyaratkan di dalamnya berikut ini:

1 – أن يكون رأس المال معلوماً من كل شريك.

1- Modal usaha tersebut diketahui oleh semua orang yang bersekutu.

2 – أن يكون الربح مقسوماً بين الشركاء حسب أموالهم، أو لأحدهما الثلث، أو الربع، والباقي للآخر.

2- Keuntungan dari usaha tersebut dibagi di antara mereka yang bersekutu sesuai dengan harta mereka atau untuk salah seorang dari mereka sepertiga atau seperempat, sedangkan sisanya untuk yang lain.

3 – أن يكون عمل الشركة في الأمور والأشياء المباحة شرعاً.

3- Syarikat tersebut bergerak di bidang yang diperbolehkan dalam syariat.” (Mukhtashar Al-Fiqh Al-Islami Fii Dhau Al-Quran wa As-Sunnah)

 

6. Apa pembatal syarikat?

Syekh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri berkata:

تبطل عقود الشركات بما يلي:

“Akad syarikat bisa batal karena beberapa perkara berikut ini:

فسخ الشركة من أحد الشريكين

Syarikat itu dibatalkan oleh seorang dari mereka yang bersekutu.

موت أحد الشريكين

Kematian salah seorang dari mereka yang bersekutu.

جنون أحد الشريكين

Gilanya salah seorang dari mereka yang bersekutu.

فقد أحد الشريكين وغَيبته مدة طويلة؛ لأن ذلك بمنزلة الموت.

Hilangnya salah seorang dari mereka yang bersekutu dalam waktu yang lama. Sebab, itu seperti kematian.” (Mausu’ah Al-Fiqh Al-Islami)

 

Siberut, 28 Jumada Al-Ulaa 1445

Abu Yahya Adiya