Kehidupan di Balik Kematian

Kehidupan di Balik Kematian

Ada sebuah fakta yang diakui oleh semua manusia. Tak ada seorang pun yang bisa mengingkarinya dan menolaknya. Namun, alangkah seringnya kita melupakannya atau pura-pura melupakannya.

Apa itu? Mati!

Allah berfirman:

إنك ميت وإنهم ميتون

“Sesungguhnya engkau akan mati dan sesungguhnya mereka pun akan mati (pula). ” (QS. Az-Zumar: 30)

Ya, seorang nabi mati dan kita pun akan mati. Sebab, tidak ada manusia yang abadi.

Allah berfirman:

{وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ}

“Dan datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dulu hendak engkau hindari.” (QS. Qaaf: 19)

Datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya.

Yang benar adalah engkau akan mati, sedangkan Allah Maha Hidup dan tidak akan mati.

Datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya.

Yang benar adalah ketika engkau mati, engkau akan lihat malaikat mengasihimu atau justru menyiksamu.

Datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya.

Yang benar adalah engkau akan mati, sedangkan kuburmu akan jadi taman surga atau jadi lubang neraka.

“Dan datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dulu hendak engkau hindari.” (QS. Qaaf: 19)

Itulah yang selama ini engkau hindari. Itulah yang selama ini engkau jauhi.

Engkau mencari dokter jika datang penyakit, karena takut mati.

Engkau mencari makan jika merasa lapar, karena takut mati.

Engkau mencari minum jika merasa haus, karena takut mati.

Kemudian apa lagi?

Wahai pemuda perkasa!

Wahai orang tua renta!

Wahai pejabat!

Wahai rakyat jelata!

Wahai orang miskin!

Wahai orang kaya!

Setiap orang yang menangis, suatu saat akan ditangisi.

Setiap orang yang menyalatkan, suatu saat akan disalatkan.

Setiap orang yang disebut-sebut, suatu saat akan dilupakan dan hilang dari ingatan.

Yang abadi hanyalah Allah. Tidak ada yang abadi kecuali Allah.

 

Ada Kehidupan Setelah Kematian

Seandainya hidup kita berakhir dengan kematian, tentu tenanglah kita.

Seandainya kehidupan kita berhenti dengan masuk kubur, tentu tentramlah kita.

Namun sayangnya, kita akan hidup lagi. Kita akan dibangkitkan dari kubur.

Allah berfirman:

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى

“Dari tanah itulah Kami menciptakan kalian dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kalian, serta dari sanalah Kami akan mengeluarkan kalian pada waktu yang lain. ” (QS. Thaha: 55).

Dan Dia juga berfirman:

وَاللَّهُ أَنْبَتَكُمْ مِنَ الأرْضِ نَبَاتًا ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا

“Dan Allah telah menumbuhkan kalian dari tanah dengan berangsur-angsur, kemudian Dia akan mengembalikan kalian ke dalamnya (lagi) dan Dia pasti mengeluarkan kalian pada hari kiamat.” (QS. Nuh : 17-18).

Ya, kita akan dibangkitkan dari kubur lalu dikumpulkan di mahsyar untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama di dunia.

Maka, yakinilah itu dengan sebenar-benarnya.

Jangan sampai engkau jadi kafir, karena meragukannya apalagi sampai mengingkarinya.

Allah Ta’ala berfirman:

زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ وَذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Orang-orang kafir mengira bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: “Tidak demikian. Demi Tuhanku, kalian pasti dibangkitkan, kemudian kalian diberitahu tentang semua yang telah kalian kerjakan. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS. At-Taghabun: 7)

Ya, amat mudah bagi Allah. Sebab, Dialah penguasa alam semesta. Dialah Rajanya langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya.

Allah berfirman:

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى

“Dan milik Allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dengan demikian Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat buruk sesuai dengan perbuatan yang mereka lakukan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan (pahala) yang lebih baik (surga).” (QS. An-Najm: 31)

 

Kematian Memutus Harapan

Apa yang kita rencanakan di dunia ini, bisa jadi tercapai dan bisa jadi tidak.

Dan apa yang kita impikan di dunia ini, mungkin saja terwujud dan mungkin saja tidak.

Sedangkan yang namanya mati, pasti terjadi. Dan yang namanya pertanggungjawaban terhadap amalan, pasti ditegakkan.

Ibnu ‘Umar berkata:

إِذا أَمسَيتَ، فَلا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ، فَلا تَنْتَظِرِ المَسَاءَ

“Jika engkau berada di sore hari, maka jangan tunggu pagi hari untuk beramal. Dan jika engkau berada di pagi hari, maka jangan tunggu sore hari untuk beramal.” (HR. Bukhari)

Ya, kalau engkau di pagi hari, jangan berpikir bisa beramal di sore harinya.

Dan jika engkau di sore hari, jangan berpikir bisa beramal di pagi harinya.

Segeralah beramal dan segeralah mendekatkan diri kepada-Nya.

Jangan menunda-nunda itu dan jangan mengulur-ulurnya. Sebab…

Berapa banyak orang yang di sore harinya masih berbincang dan berdiskusi, ternyata keesokan paginya sudah ditangisi.

Berapa banyak orang yang di pagi harinya masih bercanda, ternyata sore harinya sudah meregang nyawa.

Berapa banyak istri melepas pergi suami, ternyata suaminya pergi dan tidak lagi kembali.

Berapa banyak orang tua menghadiahkan pakaian kepada anak kesayangannya, ternyata itu adalah pakaian terakhir yang melekat pada badan anaknya.

Ibnu ‘Umar berkata:

وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

“Gunakanlah waktu sehatmu untuk menghadapi waktu sakitmu. Dan gunakanlah waktu hidupmu untuk menghadapi kematianmu.” (HR. Bukhari)

Siberut, 13 Dzulqa’dah 1441

Abu Yahya Adiya

 

Sumber: Durus Asy-Syekh Muhammad Hassan (http://www.islamweb.net)