Elang termasuk hewan buas. Namun, siapa sangka, lewat pelatihan tertentu, ia bisa berubah menjadi jinak.
Anjing liar, kuda liar, dan hewan liar lainnya sulit dikendalikan. Namun, ternyata, lewat pelatihan tertentu, semua hewan itu bisa jadi jinak dan mudah dikendalikan.
Kalau perilaku hewan saja bisa berubah, maka apalagi perilaku manusia!
“Sungguh, beruntunglah orang yang membersihkan diri.” (QS. Al-A’laa: 14)
“Sungguh, beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya.” (QS. Asy-Syams: 9)
Syekh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd berkata:
ففي هاتين الآيتين دليل على أن الأخلاق تتغير، وأن الطباع تتبدل؛ ذلك أن حسن الخلق من الفلاح، والفلاح ينال بالتزكية.
“Dalam dua ayat ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa akhlak itu bisa berubah dan bahwa tabiat itu bisa berganti. Yang demikian itu karena akhlak baik termasuk keberuntungan dan keberuntungan bisa diraih dengan menyucikan diri.” (Suu Al-Khuluq)
“Ilmu hanya didapatkan dengan belajar dan kesantunan hanya didapatkan dengan berusaha santun. Siapa yang berusaha mendapatkan kebaikan, maka Allah akan memberikannya dan siapa yang berusaha menghindari keburukan, maka Allah akan menjauhkannya.” (Al-Jami’ Ash-Shaghir)
Syekh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd berkata:
ففي هذا الحديث دليل على أن الأخلاق قابلة للتغيير؛ ذلك أن الحلم من الأخلاق بل هو سيدها، وهو مع ذلك ينال ويكتسب بالتحلم، والمجاهدة، وحمل النفس على ذلك.
“Dalam hadis ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa akhlak itu bisa berubah. Yang demikian itu karena kesantunan itu termasuk akhlak, bahkan itu adalah pemimpinnya. Bersamaan dengan itu, ia bisa diraih dan digapai dengan berusaha santun, berjuang, dan mengarahkan jiwa pada demikian.” (Suu Al-Khuluq)
Maka, jelaslah bahwa akhlak itu bisa berubah. Orang yang berakhlak buruk bisa berubah menjadi sosok yang berakhlak baik, sebagaimana orang yang berakhlak baik bisa berubah menjadi sosok yang berakhlak buruk.
Kalau memang akhlak manusia itu tidak bisa berubah, maka untuk apa Allah menurunkan Al-Quran yang di antara isinya yakni mengarahkan manusia pada akhlak yang baik?
Kalau memang akhlak manusia itu tidak bisa berubah, maka untuk apa Nabi ﷺ mengarahkan para sahabatnya menuju akhlak yang baik lewat ucapan, perbuatan, dan sikap beliau?
Syekh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd berkata:
ولو كانت الأخلاق لا تتغير لبطلت الوصايا، والمواعظ، والتأديبات
“Kalau memang akhlak itu tidak bisa berubah, tentu sia-sialah berbagai wasiat, nasihat, dan pendidikan.” (Suu Al-Khuluq)
Karena itu, siapa yang berusaha untuk memiliki akhlak yang baik, tapi belum juga melihat hasilnya, maka bersabarlah. Hendaknya ia terus berusaha dan berjuang menggapai impiannya, niscaya Allah tidak menyia-nyiakan jerih payah hamba-Nya.
“Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencari keridaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabuut: 69)
Siberut, 28 Dzulqa’dah 1446
Abu Yahya Adiya






