Mungkin kita pernah mengendarai motor melewati suatu jalan. Ketika sedang asyik-asyiknya menyaksikan pemandangan di pinggir jalan, tiba-tiba kita harus segera menghentikan laju motor.
Kenapa? Ada apa?
Ternyata di hadapan kita tergeletak bangkai anjing atau kambing yang menghalangi jalan.
Atau mungkin kita pernah berjalan di suatu tempat. Ketika sedang santainya kita berjalan, tiba-tiba langkah kita harus segera dihentikan.
Kenapa? Ada apa?
Ternyata di hadapan kita ada pecahan beling.
Kalau kita mengalami 2 kejadian tadi atau yang semisal dengan tadi, apa yang akan kita lakukan? Apa yang akan kita kerjakan?
Nabi ﷺ bersabda:
وَتُمِيطُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ
“Menyingkirkan gangguan di jalan adalah sedekah.” (HR. Muslim)
Ya, sedekah. Sedekah dari kita. Sebagai tabungan pahala kita. Pahala kita di akhirat nanti.
Dan gangguan di sini bisa berupa batu, duri, pohon yang jatuh, hewan atau segala sesuatu yang menghalangi orang-orang untuk melewati jalan.
Siapa yang menyingkirkan semua gangguan tadi, berarti ia telah bersedekah dan meraup pahala.
Dan siapa yang mengerjakan perbuatan tadi, berarti ia telah melakukan amal saleh yang tidak bisa dianggap remeh.
Apa dalilnya? Apa buktinya?
Nabi ﷺ bersabda:
لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ، فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ، كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ
“Sungguh, aku melihat seseorang berpindah-pindah di surga disebabkan pohon yang ia potong dari jalanan karena mengganggu kaum muslimin.” (HR. Muslim)
Lihatlah, orang itu bisa bolak-balik di surga karena menyingkirkan pohon dari jalan.
Ia bisa bersenang-senang di surga, karena menghilangkan gangguan di jalan.
Maka, singkirkanlah gangguan yang ada di jalan, bukan justru membuat gangguan di jalan!
Siberut, 6 Shafar 1442
Abu Yahya Adiya






