Allah Hanya Bisa Melakukan Apa yang Dia Kehendaki?

Allah Hanya Bisa Melakukan Apa yang Dia Kehendaki?

Ada orang yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala yang Dia kehendaki.”

Apakah perkataan demikian bisa dibenarkan?

Apakah perkataan demikian tidak mengandung kesalahan?

Allah telah berfirman dalam banyak ayat Al-Quran:

إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Ya, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, baik yang Dia kehendaki maupun yang tidak Dia kehendaki. Karena itu….

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

إذا قلت: «إنه على ما يشاء قدير» أوهم أن ما لا يشاء لا يقدر عليه، وهو قادر على الذي يشاء والذي لا يشاء.

“Kalau engkau mengatakan bahwa Dia Maha Kuasa atas segala yang Dia kehendaki, maka akan timbul anggapan bahwa apa yang tidak Dia kehendaki, maka itu tidak Dia sanggupi. Padahal, Dia Maha Kuasa atas segala yang Dia kehendaki maupun yang tidak Dia kehendaki.” (Asy-Syarh Al-Mumti’ ‘Alaa Zaad Al-Mustaqni’)

Allah telah menyatakan dalam banyak ayat Al-Quran bahwa Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Karena itu, apakah pantas kita menyatakan, “Tidak! Dia tidak Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dia hanya kuasa melakukan apa yang Dia kehendaki”?!

Apakah itu adab seorang muslim kepada Tuhannya?!

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

فينبغي للإنسان أن يتأدب فيما يتعلق بجانب الربوبية، لأن المقام مقام عظيم، والواجب على المرء نحوه أن يستسلم ويسلم. إذاً، نحن نطلق ما أطلقه الله، ونقول إن الله على كل شيء قدير، بدون استثناء.

“Hendaknya seseorang beradab dalam hal yang terkait dengan perkara rububiyah Allah. Sebab, konteksnya adalah konteks yang besar. Yang wajib atas seseorang dalam menghadapi itu adalah tunduk dan menerima. Karena itu, kita menyebutkan secara mutlak apa yang Allah sebutkan secara mutlak. Kita katakan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu tanpa kecuali.” (Syarh Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah)

Ya, tanpa kecuali. Lantas, apa sikap kita ketika mendengar seseorang mengucapkan perkataan tadi?

Syekh Saleh Alu Syekh berkata:

المقصود أن قول القائل إن الله على ما يشاء قدير هذا من البدع التي لا تجوز، وقائلها ينبه على مخالفته بما جاء في القرآن

“Maksudnya bahwa ucapan seseorang bahwa Allah Maha Kuasa atas segala yang Dia kehendaki itu termasuk bidah yang tidak diperbolehkan. Orang yang mengucapkannya harus ditegur karena telah menyalahi keterangan dalam Al-Quran:

إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Ithaf As-Sail Bima Fii Ath-Thahawiyyah Min Al-Masail)

Mungkin ada yang bertanya, “Apa ada orang yang meyakini bahwa Allah hanya kuasa melakukan apa yang Dia kehendaki, dan tidak kuasa melakukan apa yang tidak Dia kehendaki?”

Jawabannya tentu saja ada. Siapakah mereka?

Syekh Saleh Alu Syekh berkata:

هذه عبارة الأشاعرة وأشباههم؛ لأنهم علَّقُوا القدرة، قدرة الله – عز وجل – بما يشاؤه، وأما ما لم يشأه فعندهم أن الله – عز وجل – ليس بقادر عليه، هذا كلام الأشاعرة.

“Itu adalah ungkapan sekte Asy’ariyyah dan semacam mereka. Sebab, mereka mengaitkan kemampuan Allah dengan apa yang Dia kehendaki. Adapun apa yang tidak Dia kehendaki, maka-menurut mereka-Allah tidak kuasa melakukannya. Ini adalah pendapat sekte Asy’ariyyah.” (Ithaf As-Sail Bima Fii Ath-Thahawiyyah Min Al-Masail)

Itu pendapat sekte Asy’ariyyah. Adapun pendapat Ahlussunnah wal Jama’ah…

Imam Ibnu Abil ‘Izz berkata:

وَأَمَّا أَهْلُ السُّنَّةِ، فَعِنْدَهُمْ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَكُلُّ مُمْكِنٍ فَهُوَ مُنْدَرِجٌ فِي هَذَا. وَأَمَّا الْمُحَالُ لِذَاتِهِ، مِثْلَ كَوْنِ الشَّيْءِ الْوَاحِدِ مَوْجُودًا مَعْدُومًا فِي حَالٍ وَاحِدَةٍ، فَهَذِهِ لَا حَقِيقَةَ لَهُ، وَلَا يُتَصَوَّرُ وُجُودُهُ، وَلَا يُسَمَّى شَيْئًا، بِاتِّفَاقِ الْعُقَلَاءِ.

“Adapun Ahlussunnah, maka menurut mereka bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala sesuatu yang mungkin terjadi, maka itu masuk dalam demikian. Adapun perkara yang dengan sendirinya mustahil, seperti keadaan sesuatu itu ada dan tidak ada dalam satu keadaan, maka itu tidak ada hakekatnya dan tidak terbayangkan adanya, serta tidak dinamakan sesuatu menurut kesepakatan orang-orang yang berakal.” (Syarh Ath-Thahawiyyah)

Syekh Saleh Alu Syekh berkata:

وعندنا الله – عز وجل – قادر على كل شيء، ما يشاؤه وما لم يشأه

“Menurut kita, Allah ‘Azza wa Jalla Maha Kuasa atas segala sesuatu, baik apa yang Dia kehendaki maupun yang tidak Dia kehendaki.” (Ithaf As-Sail Bima Fii Ath-Thahawiyyah Min Al-Masail)

 

Siberut, 5 Dzulqa’dah 1444

Abu Yahya Adiya