Allah Tidak Melaknat Orang Kafir?

Allah Tidak Melaknat Orang Kafir?

Banyak keanehan yang bisa kita temukan pada berbagai tarekat Sufi, terutama tarekat Sufi Nasyabandi Haqqani.

Tokoh tarekat Naqsyabandi Haqqani, Muhammad Hisyam Kabbani QS menulis dalam bukunya yang berjudul Rahasia Tiga Cahaya, Rahasia Di Balik Bilangan Tiga,”Jika Allah mengutuk orang-orang kafir, Dia tidak akan menjadi Tuhan, karena semuanya diciptakan dari Cahaya Ilahi, dari cahaya Rasulullah SAW, dan dari cahaya Adam AS. Bagaimana mungkin Dia mengutuk mereka? Tidak mungkin mengutuk mereka.” (Rahasia Tiga Cahaya, Rahasia Di Balik Bilangan Tiga hal. 16)

Pernyataannya mengandung berbagai keanehan:

 

  1. Ia menyatakan bahwa Allah tidak mengutuk orang-orang kafir.

Bagaimana bisa ia mengatakan demikian? Padahal, Allah telah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا

“Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala.” (QS. Al-Ahzab: 64)

 

  1. Ia menyatakan bahwa segala sesuatu, termasuk orang kafir diciptakan dari cahaya ilahi, dari cahaya Rasulullah, dan dari cahaya Adam.

Bagaimana bisa ia mengatakan demikian? Padahal, Allah telah berfirman:

وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ

“Dia memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).” (QS. As-Sajdah: 7-8)

Siapa manusia yang ada dalam ayat ini? Yaitu Adam.

Dan siapa keturunannya yang diciptakan dari air mani? Yaitu umat manusia. Ya, umat manusia.

Bukankah orang-orang kafir termasuk umat manusia?

Maka, tampaklah kedustaan pernyataan tokoh Sufi tadi.

Ustaz M. Amin Djamaluddin berkata, “Inilah kedustaan dari Hisyam Kabbani yang sangat besar. Sorban yang besar, tidak berarti ilmunya juga banyak, malah justru bisa sebaliknya, di balik sorbannya yang besar itu, tersembunyi kebohongan yang lebih besar.” (Capita Selekta Aliran Sesat di Indonesia)

 

Siberut, 15 Rabi’ul Awwal 1444

Abu Yahya Adiya

 

Sumber: Capita Selekta Aliran Sesat di Indonesia karya Ustaz M. Amin Djamaluddin.