Suatu hari ada orang yang mencela ‘Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin ‘Ubaidillah, dan Zubair bin Al-‘Awwam.
Sa’ad bin Abi Waqqash mendengar celaan orang itu lalu ia melarangnya dengan berkata:
لاَ تَقَعْ فِي إِخْوَانِي
“Jangan engkau mencela saudara-saudaraku!”
Namun, orang itu terus mencela dan tidak menghentikan celaannya. Maka Sa’ad pun melaksanakan salat dua raka’at dan berdoa.
Tiba-tiba datanglah unta sehingga orang-orang pun berhamburan. Lalu unta tersebut mendorong orang tadi ke lantai kemudian menindihnya sampai mati.
Ketika itulah orang-orang menghampiri Sa’ad bin Abi Waqqash lalu berkata kepadanya:
هَنِيْئاً لَكَ يَا أَبَا إِسْحَاقَ! اسْتُجِيْبَتْ دَعْوَتُكَ
“Selamat wahai Abu Ishaq, doamu telah dikabulkan!” (Siyar A’lam An-Nubala)
‘Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin ‘Ubaidillah, dan Zubair bin Al-‘Awwam adalah sahabat Nabi ﷺ. Bahkan, mereka merupakan sahabat Nabi yang sangat istimewa. Sebab, mereka termasuk sahabat Nabi yang dijamin masuk surga dalam keadaan mereka masih hidup bersama nabi mereka.
Nabi ﷺ bersabda tentang kaum Anshar:
لَا يُحِبُّهُمْ إِلَّا مُؤْمِنٌ، وَلَا يُبْغِضُهُمْ إِلَّا مُنَافِقٌ، مَنْ أَحَبَّهُمْ أَحَبَّهُ اللهُ وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ أَبْغَضَهُ اللهُ
“Tidak ada yang mencintai mereka kecuali seorang mukmin dan tidak ada yang membenci mereka kecuali seorang munafik. Siapa yang mencintai mereka, niscaya Allah mencintainya. Dan siapa yang membenci mereka, niscaya Allah membencinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Siapa yang membenci sahabat Nabi dari kalangan Anshar, maka ia seorang munafik dan Allah akan membencinya. Dan kalau Allah sudah membenci seseorang, maka Allah akan murka kepadanya. Dan kalau Allah sudah murka kepada seseorang, maka Allah akan menyiksanya.
Itu kalau yang dibenci adalah sahabat Nabi dari kalangan Anshar, maka bagaimana pula kalau yang dibenci adalah sahabat Nabi yang istimewa dan telah dijamin masuk surga?!
Maka, jangan sampai kita menjadi munafik atau zindik lalu terkena siksa gara-gara mencela sahabat nabi kita!
Imam Abu Zur’ah berkata:
إذا رأيت الرجل ينتقص أحدا من أصحاب رسول الله ﷺ فاعلم أنه زنديق
“Jika engkau menyaksikan seseorang mencela seorang sahabat Rasulullah ﷺ, maka ketahuilah, sesungguhnya ia adalah seorang zindik!” (Al-Kifayah Fii ‘Ilmi Ar-Riwayah)
Siberut, 4 Rajab 1444
Abu Yahya Adiya






