Bagaimana cara kita mengetahui bahwa seseorang adalah Ahlussunnah atau bukan?
Salah satu caranya yaitu dengan melihat, siapa yang ia cintai dan siapa yang ia benci?
Imam Al-Barbahari berkata:
وإذا رأيت الرجل يحب أبا هريرة وأنس بن مالك وأسيد بن حضير فاعلم أنه صاحب سنة إن شاء الله.
“Jika engkau melihat seseorang mencintai Abu Hurairah, Anas bin Malik, dan Usaid bin Hudhair, maka ketahuilah bahwa ia adalah pengikut sunnah, insya Allah.
وإذا رأيت الرجل يحب أيوب، وابن عون، ويونس بن عبيد، وعبد الله بن إدريس الأودي، والشعبي، ومالك بن مغول، ويزيد بن زريع، ومعاذ بن معاذ، ووهب بن جرير، وحماد بن سلمة، وحماد بن زيد، ومالك بن أنس، والأوزاعي، وزائدة بن قدامة، فاعلم أنه صاحب سنة،
Dan jika engkau melihat seseorang mencintai Ayyub, Ibnu ‘Aun, Yunus bin ‘Ubaid, ‘Abdullah bin Idris Al-Audi, Asy-Sya’bi, Malik bin Mighwal, Yazid bin Zurai’, Mu’adz bin Mu’adz, Wahb bin Jarir, Hammaad bin Salamah, Hammaad bin Zaid, Malik bin Anas, Al-Auza’i, dan Zaidah bin Qudamah, maka ketahuilah bahwa ia adalah pengikut sunnah.
وإذا رأيت الرجل يحب الحجاج بن المنهال، وأحمد بن حنبل، وأحمد بن نصر، فاعلم أنه صاحب سنة إن شاء الله إذا ذكرهم بخير، وقال بقولهم.
Dan jika engkau melihat seseorang mencintai Al-Hajjaj bin Al-Minhal, Ahmad bin Hanbal, dan Ahmad bin Nashr, maka ketahuilah bahwa ia adalah pengikut sunnah, insya Allah, jika memang memuji mereka dan sependapat dengan mereka.” (Syarh As-Sunnah)
Semua nama yang disebutkan itu adalah nama para imam dan ulama Ahlussunnah. Dan “seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Karena itu, siapa yang mencintai ulama Ahlussunnah, maka itu pertanda bahwa ia adalah seorang Ahlussunnah.
Imam Abu ‘Utsman Isma’il Ash-Shabuni berkata:
وإحدى علامات أهل السنة حبهم لأئمة السنة وعلمائها ، وأنصارها وأوليائها ، وبغضهم لأئمة البدع ، الذين يدعون إلى النار ، ويدلون أصحابهم على دار البوار
“Salah satu ciri Ahlussunnah adalah kecintaan mereka terhadap para imam dan ulama sunnah, para penolong dan pelindung sunnah. Dan mereka membenci tokoh-tokoh ahli bidah yang mengajak ke neraka dan menggiring pengikut mereka menuju kehancuran.
وقد زين الله سبحانه قلوب أهل السنة ، ونورها بحب علماء أهل السنة ، فضلاً منه جل جلاله
Dan sungguh, Allah telah menghiasi dan menyinari hati Ahlussunnah dengan kecintaan terhadap ulama-ulama Ahlussunnah, sebagai karunia dari-Nya.” (Syarh ‘Aqidah As-Salaf wa Ashhab Al-Hadits)
Karena itu, tidak mungkin seorang Ahlussunnah membenci ulama Ahlussunnah. Itu bukan sifat seorang Ahlussunnah. Itu sifat khas ahli bidah!
Imam Abu ‘Utsman Isma’il Ash-Shabuni berkata:
وعلامات البدع على أهلها ظاهرة بادية ، وأظهر آياتهم وعلاماتهم : شدة معاداتهم لحملة أخبار النبي ﷺ، واحتقارهم لهم وتسميتهم إياهم حشوية وجهلة وظاهرية ومشبهه
“Ciri-ciri ahli bidah sangat jelas dan terang. Ciri yang paling menonjol yaitu kebencian mereka terhadap para pengusung hadis Nabi ﷺ, merendahkan mereka, dan menggelari mereka dengan sebutan Hasyawiyah (orang-orang pinggiran), orang-orang bodoh, Zhahiriyyah (orang-orang yang berpatokan dengan lahir nas), musyabihah (orang-orang yang menyamakan Allah dengan makhluk).” (Syarh ‘Aqidah As-Salaf wa Ashhab Al-Hadits)
Ahmad bin Sinan Al-Qaththan berkata:
ليس في الدنيا مبتدع إلا وهو يبغض أهل الحديث ، فإذا ابتدع الرجل نزعت حلاوة الحديث من قلبه
“Di dunia ini tidak seorang pun ahli bidah kecuali ia membenci ahli hadis. Jika seseorang telah berbuat bidah, maka akan dicabutlah manisnya hadis dari hatinya.” (Syarh ‘Aqidah As-Salaf wa Ashhab Al-Hadits)
Abu Hatim Muhammad bin Idris Al-Hanzali Ar-Razi berkata:
علامة أهل البدع الوقيعة في أهل الأثر
“Salah satu ciri ahli bidah yaitu suka mengolok-olok ahli hadis.
وعلامة الزنادقة : تسميتهم أهل الأثر حشوية ، يريدون بذلك إبطال الآثار
Dan termasuk ciri-ciri kaum zindik yaitu suka menggelari ahli hadis dengan sebutan Hasyawiyyah (orang-orang pinggiran). Dengan itu mereka ingin membatalkan hadis-hadis.” (Syarh ‘Aqidah As-Salaf wa Ashhab Al-Hadits)
Para ahli bidah itu membenci ulama ahli hadis, Ahlussunnah wal Jama’ah. Sebaliknya, mereka mencintai dan mendukung bidah, pelakunya, dan orang yang menyebarkannya.
Imam Al-Barbahari berkata:
وانظر إذا سمعت الرجل يذكر ابن أبي دؤاد، وبشرا المريسي، وثمامة، أو أبا الهذيل أو [هشاما] الفوطي أو واحدا من [أتباعهم و] أشياعهم فاحذره، فإنه صاحب بدعة
“Perhatikanlah, jika engkau mendengar seseorang memuji Ibnu Abi Duad, Bisyr Al-Mariisi, Tsumamah, Abu Al-Hudzail, Hisyam Al-Fuwathi, atau salah seorang dari pengikut mereka atau golongan mereka, maka hati-hatilah darinya! Karena sesungguhnya ia adalah pengikuti bidah!” (Syarh As-Sunnah)
Semua nama yang disebutkan itu adalah nama para ahli bidah yang terkenal. Dan “seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Karena itu, bagaimana mungkin seorang Ahlussunah mencintai dan memuji ahli bidah?
Siberut, 25 Rabi’ul Awwal 1443
Abu Yahya Adiya






