Syiah dan Nama Haram

Syiah dan Nama Haram

“Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba.” (QS. Maryam: 93)

Kita semua adalah hamba Allah. Dia menjadikan kita sebagai hamba-Nya untuk beribadah hanya kepada-Nya.  Oleh karena itu, sudah seharusnya kita menghamba hanya kepada-Nya dalam segala urusan kita, termasuk dalam urusan nama.

Ibnu Ḥazm berkata:

وَاتَّفَقُوا على تَحْرِيم كل اسْم معبد لغير الله عز وَجل كَعبد الْعُزَّى وَعبد هُبل وَعبد عَمْرو وَعبد الْكَعْبَة وَمَا اشبه ذَلِك

“Para ulama telah sepakat  mengharamkan setiap nama yang diperhambakan kepada selain Allah, seperti: ’Abdu Al-’Uzza (hambanya ’Uzza), ‘Abdu Hubal (hambanya Hubal), ’Abdu ’Amru (hambanya ’Amru), ’Abdu Al-Ka’bah (hambanya Ka’bah) dan yang semacamnya.” (Marātib Al-Ijmā’)

Maka, sudah sepantasnya kita menjauhi pemberian nama yang diperhambakan kepada selain Allah. Namun anehnya, alangkah seringnya kita mendengar orang-orang Syiah menamai anak mereka dengan nama seperti ’Abdu ’Ali (hamba ’Ali), ’Abdu Al-Ḥusain (hamba Al-Ḥusain), ’Abdu Az-Zahrā‘ (hamba Az-Zahrā‘), dan semacamnya.

Syekh Sulaimān Al-Khurāsyī berkata:

فلماذا يتسمى الشيعة بعبد الحسين, وعبد علي, وعبد الزهراء, وعبد الإمام؟!

“Kenapa orang-orang Syiah menamai diri dengan nama ’Abdu Al-Ḥusain (hamba Al-Ḥusain), ’Abdu ’Ali (hamba ’Ali), ’Abdu Az-Zahrā‘ (hamba Az-Zahrā‘), dan ’Abdu Al-Imām?!” (As‘ilah Qādat Syabāb Asy-Syī’ah ilā Al-Ḥaq)

Artinya, bagaimana bisa mereka menamai diri dengan nama yang diperhambakan kepada selain Allah?! Bagaimana bisa mereka membuat sekutu bagi Allah?

Syekh Sulaimān Al-Khurāsyī juga berkata:

ولماذا لم يسم الأئمة أبناءهم بعبد علي وعبد الزهراء؟

“Dan kenapa para imam tidak menamai anak-anak mereka dengan nama ’Abdu ’Ali dan ’Abdu Az-Zahrā‘?” (As‘ilah Qādat Syabāb Asy-Syī’ah ilā Al-Ḥaq)

Artinya, jika perbuatan kaum Syiah itu benar, lantas mengapa para imam mereka yang berjumlah 12 orang, seperti ’Ali bin Abī Ṭālib, Al-Ḥasan, Al-Ḥusain, dan yang lainnya, tidak menamai anak-anak mereka dengan nama yang diperhambakan kepada selain Allah? Apakah kaum Syiah yang salah atau para imam mereka yang salah?

Bisa jadi kaum Syiah memiliki alasan untuk membenarkan perbuatan mereka dengan menyatakan bahwa maksud ’Abdu di sini adalah pelayan, bukan hamba.

Namun, Syekh Sulaimān Al-Khurāsyī membantah:

وهل يصح أن يكون معنى عبدالحسين (خادم الحسين) بعد استشهاد الحسين رضوان الله عليه؟ وهل يعقل أنه يقدم له الطعام والشراب ويصب له ماء الوضوء في قبره!!! حتى يصير خادما له..؟؟

“Apakah benar bahwa makna ’Abdu Al-Ḥusain adalah pelayan Al-Ḥusain setelah ia meninggal? Dan apakah masuk akal seseorang menghidangkan makanan dan minuman serta menuangkan air wudu untuknya di kuburnya sehingga ia menjadi pelayannya??” (As‘ilah Qādat Syabāb Asy-Syī’ah ilā Al-Ḥaq)

“Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah: 269)

 

Siberut, 6 Jumādā Al-Ūlā 1447

Abu Yahya Adiya