Penyebab Kuburan Jadi Sembahan

Penyebab Kuburan Jadi Sembahan

Di masa pemerintahan ‘Umar bin Al-Khaththab, orang-orang sering mendatangi pohon yang pernah menjadi tempat Baitur Ridhwan, yaitu peristiwa bersejarah di mana para sahabat Nabi bersumpah setia di hadapan Nabi ﷺ untuk membela Islam sampai mati.

‘Umar khawatir orang-orang menjadikan tempat itu sebagai tempat untuk beribadah, lalu apa yang ia lakukan?

Nafi’ berkata:

بَلَغَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ أَنَّ نَاسًا يَأْتُونَ الشَّجَرَةَ الَّتِي بُويِعَ تَحْتَهَا، قَالَ: فَأَمَرَ بِهَا فَقُطِعَتْ

“Sampai kepada ‘Umar bin Al-Khaththab bahwa orang-orang mendatangi pohon yang pernah dijadikan tempat Baitur Ridhwan. Maka ‘Umar pun memerintahkan agar pohon tersebut ditebang, maka ditebanglah pohon itu.” (Mushannaf Ibn Abi Syaibah)

Lihatlah, ‘Umar memerintahkan agar pohon itu ditebang. Padahal, itu sekadar pohon yang mungkin tidak menarik untuk dilihat, lantas bagaimana pula kalau itu berupa bangunan yang menarik untuk dilihat?!

 

Kubur Lebih Menarik

Laata. Apa itu Laata? Apakah ada orang yang tidak kenal dengan Laata?

Laata adalah salah satu berhala kafir Quraisy.

Apa asalnya Laata itu?

Imam Mujahid berkata:

كان يَلُتّ السويق للحاجِّ، فعكف على قبره

“Ia suka mengaduk sawiq (adonan gandum) untuk dihidangkan kepada jamaah haji. Setelah meninggal, orang-orang senantiasa mendatangi kuburannya.” (Jami’ Al-Bayaan Fii Ta’wiil Al-Quran)

Artinya Laata adalah orang yang saleh dan dermawan.

Bagaimana bisa kuburnya disembah?

Asalnya orang-orang sekadar rutin mengunjungi kuburnya. Lalu di kemudian hari mereka beribadah di kuburnya. Lalu di kemudian hari mereka menyembahnya!

Kuburan jadi tempat ibadah, lalu di kemudian hari disembah.

Itulah yang dikhawatirkan oleh nabi kita. Makanya beliau ﷺ pernah berdoa:

اللهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا لَعَنَ اللهُ قَوْمًا اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai berhala. Allah melaknati orang-orang yang telah menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai tempat ibadah.” (HR. Ahmad)

Berlebihan terhadap kuburan menyebabkan penyembahan terhadap kuburan.

Lantas, perbuatan apa saja yang dianggap berlebihan terhadap kuburan?

 

Macam-Macam Sikap Berlebihan terhadap Kuburan

  1. Meninggikan kubur lebih dari sejengkal dari permukaan tanah.

Mana yang lebih menarik perhatian, kubur yang ditinggikan atau yang tidak ditinggikan?

Nabi ﷺ bersabda kepada ‘Ali bin Abi Thalib:

أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ

“Janganlah engkau meninggalkan patung kecuali engkau hancurkan dan jangan pula engkau meninggalkan kubur yang meninggi kecuali engkau ratakan.” (HR. Muslim)

  1. Membuat bangunan di atas kubur. Bangunan apa saja. Baik tinggi maupun rendah. Baik berbentuk kubah maupun rumah.

Mana yang lebih mengundang perhatian, kubur yang di atasnya ada bangunan atau tanpa bangunan?

Jabir bin ‘Abdillah berkata:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

“Rasulullah ﷺ melarang mengapuri kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.” (HR. Muslim)

Makin ‘cantik’ kuburan, maka makin menarik orang-orang untuk mengunjunginya.

Dan kalau mereka sudah rutin mengunjunginya, maka mereka pun akan beribadah di dekatnya.

Dan kalau itu sudah jadi tempat ibadah, maka di kemudian hari, kubur tersebut bisa disembah. Ya, kubur tersebut akan menjadi berhala yang diibadahi dan disembah.

Karena itu, ‘merias’ kuburan bukanlah ajaran Islam. Itu sikap berlebihan terhadap kuburan. Dan itu sikap yang dikecam oleh para ulama terdahulu.

Imam Asy-Syafi’i berkata:

وَرَأَيْتُ الْأَئِمَّةَ بِمَكَّةَ يَأْمُرُونَ بِهَدْمِ مَا يُبْنَى

“Aku melihat para ulama di Mekah menyuruh menghancurkan apa yang dibangun di atas kubur.” (Al-Minhaaj Syarh Shohih Muslim bin Al-Hajjaj)

 

Siberut, 22 Muharram 1442

Abu Yahya Adiya