Bangga terhadap Dunia?

Bangga terhadap Dunia?

Pernahkah kita merasa bangga kalau pakaian kita lebih bagus daripada pakaian orang lain?

Atau pernahkah kita merasa bangga kalau kalau jabatan kita lebih tinggi daripada jabatan orang lain?

Atau pernahkah kita merasa bangga kalau kekayaan kita lebih banyak daripada kekayaan orang lain?

Kalau pernah, maka simaklah firman-Nya berikut ini:

تِلْكَ الدَّارُ الآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الأَرْضِ وَلا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qashshash: 83)

‘Ali bin Abi Thalib berkata:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيُعْجِبُهُ مِنْ شِرَاكِ نَعْلِهِ أَنْ يَكُونَ أَجْوَدَ مِنْ شِرَاكِ صَاحِبِهِ، فَيَدْخُلُ فِي قَوْلِهِ:

“Sesungguhnya seseorang merasa kagum pada tali sandalnya yang lebih bagus daripada tali sandal temannya, maka  itu termasuk yang disinggung dalam firman-Nya:

تِلْكَ الدَّارُ الآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الأَرْضِ وَلا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Jami’ Al-Bayan Fii Ta’wil Al-Quran)

Maka, jangan bangga dengan sedikit pun dunia yang ada pada dirimu!

Semahal apa pun kekayaan duniawi, Nabi ﷺ katakan: “lebih rendah bagi Allah dibandingkan rendahnya bangkai kambing bagi kalian!” (HR. Muslim)

Karenanya, apakah engkau tetap ingin membanggakan hartamu?

Apakah engkau ingin terus membanggakan jabatanmu?

Apakah engkau ingin membanggakan sesuatu yang “lebih rendah bagi Allah dibandingkan rendahnya bangkai kambing bagi kalian”?!

Kalau engkau masih juga memiliki kebanggaan terhadap demikian, maka ketahuilah, itu adalah kebodohan yang perlu engkau hilangkan!

Abu Ad-Darda berkata:

علامة الجهل ثلاث العجب وكثرة المنطق فيما لا يعنيه وأن ينهى عن شيء ويأتيه

“Tanda-tanda kebodohan ada 3: bangga terhadap diri sendiri, banyak berbicara dalam perkara yang tidak berguna, dan melarang dari sesuatu, namun ia sendiri mengerjakannya.” (Jami’ Bayan Al-Ilm Wa Fadhlih)

 

Siberut, 8 Sya’ban 1442

Abu Yahya Adiya