“Seandainya ada nabi sepeninggalku, niscaya dia adalah ’Umar bin Al-Khaṭṭāb.” (HR. Tirmiżī)
Demikianlah Nabi ﷺ menyebutkan keutamaan ’Umar bin Al-Khaṭṭāb. Beliau ﷺ juga bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap manusia pasti melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang bertobat.” (HR. Ibnu Mājah)
Dua hadis ini bertabrakan dengan keyakinan kaum Syiah.
Hadis pertama bertentangan dengan keyakinan mereka bahwa ’Umar bin Al-Khaṭṭāb itu kafir dan musuh ’Ali bin Abī Ṭālib.
Al-Kulainī, seorang tokoh Syiah yang terkenal, menyebutkan:
وعن أبي عَبدِ اللهِ في قَولِ اللهِ تعالى:
“Dari Abu ’Abdillāh tentang firman Allah:
إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى. (محمد: 25)
“Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka.” (QS. Muḥammad: 25)
قال:
Ia berkata:
(نَزَلت واللهِ فيهما وفي أتباعِهما)
“Demi Allah, ayat ini turun tentang keduanya (Abū Bakar dan ’Umar) dan pengikut keduanya.” (Al-Kāfī fī Al-Furū’)
Sedangkan hadis kedua bertentangan dengan keyakinan mereka bahwa ’Ali bin Abī Ṭālib maksum (terjaga dari kesalahan).
Muḥammad Ḥusain ’Ali Kāsyif Al-Giṭā‘, seorang tokoh Syiah yang masyhur, berkata
والإمامة متسلسلة في اثني عشر وكل سابق ينص على اللاحق ويشترطون أن يكون معصوما كالنبي عن الخطأ والخطيئة وإلا لزالت الثقة به
“Dan imamah (kepemimpinan) itu sambung-menyambung pada dua belas imam. Setiap imam yang sudah berlalu menunjuk imam yang berikutnya. Mereka (Syiah) mensyaratkan seorang imam harus terjaga dari dosa dan kesalahan seperti Nabi. Kalau tidak, hilanglah kepercayaan kepadanya.” (Aṣlu Asy-Syī’ah wa Uṣūluhā)
Kalau demikian, kaum Syiah meyakini bahwa para imam mereka yang berjumlah dua belas orang adalah maksum, terjaga dari kesalahan dan dosa, terutama imam mereka yang pertama, yaitu ’Ali bin Abī Ṭālib. Namun, ada sedikit renungan bagi mereka…
’Ali bin Abī Ṭālib telah menikahkan putrinya, yaitu Ummu Kulṡūm dengan ’Umar bin Al-Khaṭṭāb.
Fakta ini disebutkan oleh tokoh-tokoh Syiah, seperti Al-Kulainī dalam Al-Kāfī fī Al-Furū’, Aṭ-Ṭūsī dalam Taḥżīb Al-Aḥkām, dan Al-Majlisī dalam Biḥār Al-Anwār.
Tentu saja fakta ini mengejutkan mereka dan dapat menggoyahkan ‘keimanan’ mereka. Sebab, bagaimana bisa panutan mereka menikahkan putrinya dengan seorang “kafir”?!
Menikahkan seorang muslimah dengan pria yang kafir adalah perkara yang jelas bertentangan dengan Al-Qur’an, hadis, dan kesepakatan para ulama. Itu tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim, apalagi oleh orang yang dianggap panutan seperti ’Ali bin Abī Ṭālib!
Oleh karena itu, kita tanyakan kepada kaum Syiah, “Apakah perbuatan ’Ali bin Abī Ṭālib itu benar atau salah?”
Kalau mereka menyatakan bahwa itu salah, berarti runtuhlah keyakinan mereka bahwa imam mereka maksum (terjaga dari kesalahan dan dosa).
Namun, kalau mereka menyatakan bahwa perbuatannya itu benar, berarti runtuhlah keyakinan mereka bahwa ’Umar bin Al-Khaṭṭāb adalah kafir dan musuh ’Ali bin Abi Thalib.
Seorang ayah yang bijak tidak mungkin menikahkan putrinya dengan sembarang orang. Ia pasti berusaha menikahkan putrinya dengan pria terbaik dalam pandangannya.
Oleh karena itu, tidak diragukan lagi bahwa ‘Ali bin Abi Thalib menganggap ’Umar bin Al-Khaṭṭāb adalah seorang muslim yang baik dan bukan musuhnya. Yang menguatkan demikian adalah ‘Ali bin Abi Thalib menamai salah satu anaknya dengan nama ’Umar.
Apakah mungkin seorang ayah menikahkan putrinya dengan musuhnya? Dan apakah mungkin seorang ayah menamai anaknya dengan nama musuhnya?
“Hanya orang-orang berakal yang dapat mengambil pelajaran.” (QS. Al-Baqarah: 269)
Siberut, 29 Rabī’ul Ṡāni 1447
Abu Yahya Adiya
Sumber:
- As‘ilah Qādat Syabāb Asy-Syī’ah ilā Al-Haq karya Syekh Sulaimān Al-Khurāsyī.
- https://dorar.net/frq/1684/%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%A8%D8%AD%D8%AB-%D8%A7%D9%84%D8%A3%D9%88%D9%84-%D8%AA%D9%83%D9%81%D9%8A%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D8%B4%D9%8A%D8%B9%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%A5%D9%85%D8%A7%D9%85%D9%8A%D8%A9-%D9%84%D8%B5%D8%AD%D8%A7%D8%A8%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%86%D8%A8%D9%8A-%D8%B5%D9%84%D9%89-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87-%D8%B9%D9%84%D9%8A%D9%87-%D9%88%D8%B3%D9%84%D9%85






