Penyembah kubur: Anda sepertinya masih mau mengafirkan orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah!
Penyembah Allah: Maksud Anda?
Penyembah kubur: Dengarkanlah, dalam suatu peperangan, Usamah bin Zaid dan seorang pria Anshar berhasil mengepung seorang musyrik.
Tatkala Usamah hendak menebaskan pedangnya tiba-tiba orang itu mengucapkan Laa ilaaha Illaa Allah. Usamah berkata:
فَكَفَّ عَنْهُ الأَنْصَارِيُّ، فَطَعَنْتُهُ بِرُمْحِي حَتَّى قَتَلْتُهُ
“Orang Anshar itu tidak jadi menebas orang yang sudah terkepung itu, adapun aku langsung menusuknya dengan tombakku hingga membunuhnya.”
Usamah berkata:
فَلَمَّا قَدِمْنَا بَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: فَقَالَ لِي:
“Tatkala kami sampai ke Madinah, berita tersebut sampai kepada Nabi ﷺ, maka beliau pun bersabda kepadaku:
يَا أُسَامَةُ، أَقَتَلْتَهُ بَعْدَ مَا قَالَ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
“Wahai Usamah, apakah engkau tetap membunuhnya setelah ia mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah?!”
Usamah menjawab:
يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّمَا كَانَ مُتَعَوِّذًا
“Wahai Rasullah, sesungguhnya ia mengucapkan itu karena ingin melindungi dirinya.”
Namun Rasulullah ﷺ kembali bersabda:
أَقَتَلْتَهُ بَعْدَ مَا قَالَ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
“Apakah engkau tetap membunuhnya setelah ia mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah?!”
Usamah berkata:
فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا عَلَيَّ، حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّي لَمْ أَكُنْ أَسْلَمْتُ قَبْلَ ذَلِكَ اليَوْمِ
“Beliau terus mengulangi itu sampai-sampai aku berangan-angan kalau aku belum masuk Islam sebelum hari itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Usamah berkata:
يَا رسولَ اللَّهِ، إِنَّمَا قَالَهَا خَوْفاً مِنَ السِّلاحِ
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya ia mengucapkan itu karena takut pedang.”
Beliau ﷺ pun bersabda:
أَفَلا شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ حَتَّى تَعْلَمَ أَقَالَهَا أَمْ لا؟
“Apakah engkau telah belah hatinya sehingga tahu apakah ia telah mengucapkannya dengan jujur atau tidak?!”
Usamah berkata:
فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّي أَسْلَمْتُ يَؤْمئذٍ.
“Terus-menerus beliau mengucapkan itu sampai-sampai aku berharap kalau aku baru masuk Islam ketika itu.”
Lihatlah pengingkaran Nabi ﷺ ini!
Bukankah Nabi ﷺ mengingkari Usamah yang telah membunuh orang yang telah mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah?
Penyembah Allah: Betul. Nabi ﷺ memang mengucapkan demikian, tapi…
Perkataan Nabi ﷺ tidak mungkin bertentangan dengan perkataan beliau yang lain. Sebagaimana perkataan Allah tidak mungkin bertentangan dengan perkataan-Nya yang lain. Begitu juga, perkataan Allah tidak mungkin bertentangan dengan perkataan Nabi ﷺ.
Sabda Nabi ﷺ tadi berlaku bagi orang yang masuk Islam. Bukan bagi orang yang sudah muslim tapi melakukan syirik dan pembatal Islam lainnya.
Siapa pun yang menyatakan masuk Islam dengan mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah, memang terjaga darah dan hartanya, dan tidak boleh diganggu. Dan itulah yang disinggung dalam hadis tadi.
Adapun orang yang sudah menjadi muslim dan mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah, lalu berbuat syirik dan kekafiran, apakah disinggung dalam hadis tadi?
Apakah tetap terjaga darah dan hartanya?
Penyembah kubur: Kalau Anda belum puas dengan hadis tadi, simaklah sabda Nabi ﷺ berikut ini:
أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَمَنْ قَالَهَا فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah. Siapa yang mengucapkan itu, maka ia telah memelihara harta dan darahnya dariku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Lihatlah, yang mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah terjaga darah dan hartanya!
Penyembah Allah: Hadis ini pun seperti hadis sebelumnya. Itu berlaku bagi orang yang masuk Islam. Bukan bagi orang yang sudah muslim tapi melakukan syirik dan pembatal Islam lainnya.
Adapun orang yang sudah muslim dan mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah, tapi ia melakukan syirik dan pembatal Islam, maka ia murtad dan kafir lagi. Tidak terjaga lagi darah dan hartanya.
Penyembah kubur: Bagaimana bisa Anda membedakan-bedakan begitu?! Dalam hadis tadi saja Nabi ﷺ tidak membeda-bedakan!
Penyembah Allah: Bacalah hadis itu secara lengkap. Nabi ﷺ bersabda:
أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَمَنْ قَالَهَا فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ إِلَّا بِحَقِّهِ، وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah. Siapa yang mengucapkan itu, maka ia telah memelihara harta dan darahnya dariku kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah ” (HR. Bukhari dan Muslim)
Lihatlah, kecuali dengan hak Islam!
Asalnya seorang yang sudah masuk Islam terjaga darah dan hartanya. Namun, status itu bisa berubah.
Kapan?
Kecuali dengan hak Islam yaitu kalau ia melakukan pelanggaran dalam Islam sehingga harus ditumpahkan darahnya dan diambil hartanya.
Seperti kalau ia membunuh muslim yang lain, maka ia bisa terkena hukuman mati yaitu kisas.
Atau ia berzina dalam keadaan sudah menikah, maka ia pun bisa terkena hukuman mati.
Walaupun sudah mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah, tapi kalau ia melakukan pelanggaran dalam Islam yang berkonsekuensi hukuman mati, maka tak terjaga lagi darahnya.
Selain itu, kalau memang orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah selalu terjaga darah dan hartanya, lantas kenapa Nabi ﷺ memerangi orang-orang Yahudi?
Bukankah mereka mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah?
Penyembah kubur: Ya, betul.
Penyembah Allah: Kalau memang orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah selalu terjaga darah dan hartanya, lantas kenapa para sahabat Nabi memerangi kaumnya Musailamah Al-Kadzdzab, yaitu Bani Hanifah?
Bukankah mereka mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah, bahkan mereka juga melaksanakan salat dan mengaku muslim?
Penyembah kubur: Ya, betul.
Penyembah Allah: Kalau memang orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah selalu terjaga darah dan hartanya, lantas kenapa ‘Ali bin Abi Thalib sampai membakar kaum Sabaiyyah?
Bukankah mereka mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah, melakukan berbagai hukum syariat, dan belajar Islam kepada para sahabat?
Penyembah kubur: Ya, betul.
Penyembah Allah: Kalau memang orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah selalu terjaga darah dan hartanya, lantas kenapa ‘Ali bin Abi Thalib dan para sahabat Nabi sampai memerangi kaum Khawarij?
Bukankah mereka mengucapkan Laa Ilaaha Illaa Allah, melakukan berbagai hukum syariat, dan belajar Islam kepada para sahabat?
Penyembah kubur: Ya, betul.
Penyembah Allah: Bahkan, kaum Khawarij adalah orang yang banyak beribadah kepada Allah, banyak berzikir dan salat. Saking banyaknya ibadah mereka sampai-sampai para sahabat pun merasa ‘kalah’ dengan ibadah mereka.
Walaupun begitu, tatkala mereka melakukan pelanggaran dalam Islam yang berkonsekuensi diperangi, para sahabat pun memerangi mereka. dan itu pula sebenarnya wasiat dari nabi kita.
Beliau ﷺ bersabda tentang kaum Khawarij:
لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ
“Kalau aku mendapati mereka, niscaya akan kubunuh mereka sebagaimana terbunuhnya kaum ‘Aad.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau ﷺ juga bersabda kepada para sahabatnya:
فَأَيْنَمَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ
“Di mana saja kalian menemui mereka, bunuhlah mereka.”
Ternyata ucapan Laa Ilaaha Illa Allah yang sudah mereka ucapkan tidak bermanfaat bagi mereka. Dan banyaknya ibadah yang mereka kerjakan tidak berguna bagi mereka.
Selain itu, kalau ada orang yang mengingkari kewajiban haji, bukankah ia kafir, dan murtad, terancam hukuman mati, walaupun masih mengucapkan Laa Ilaaha Illa Allah?
Penyembah kubur: Ya, betul.
Penyembah Allah: Kalau ada orang yang mengingkari kewajiban puasa Ramadan, bukankah ia kafir, dan murtad, terancam hukuman mati, walaupun masih mengucapkan Laa Ilaaha Illa Allah?
Penyembah kubur: Ya, betul.
Penyembah Allah: Nah, kalau mengingkari salah satu rukun Islam saja kafir, apalagi kalau mengingkari inti dari Islam dan dakwah para rasul, yaitu tauhid!
Siberut, 4 Rabi’ul Tsani 1442
Abu Yahya Adiya
Sumber: Syarh Kasyf Asy-Syubhat karya Syekh Khalid Al-Mushlih.






