“Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan itu bersama kesempitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.” (HR. Hakim)
Demikianlah nasehat berharga dari nabi kita ﷺ. Nasehat yang bisa menghibur orang yang sedang terpuruk karena dihimpit kesedihan. Nasehat yang bisa meringankan beban yang menimpa orang yang sedang terbelit kesulitan.
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
الواجب على من أصيب بأمر يضيق به صدره ويزداد به غمه أن يصبر ويحتسب الأجر من الله عز وجل وينتظر الفرج، فهذه ثلاثة أمور: الصبر، واحتساب الأجر، وانتظار الفرج من الله عز وجل
“Yang wajib atas orang yang mendapatkan musibah yang membuat sempit dadanya dan menambah kegundahannya yaitu bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah serta menantikan kelapangan. Inilah tiga perkara: sabar, mengharapkan pahala, dan menantikan kelapangan dari Allah.” (Fatawa Nur ‘alaa Ad-Darb)
Kenapa mesti tiga perkara tadi?
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
وذلك أن الإنسان إذا أصيب بمصيبة من غم أو غيره فإنه يكفر الله بها عنه سيئاته وخطيئاته، وما أكثر السيئات والخطيئات من بني آدم
“Yang demikian itu karena seorang insan jika mendapatkan musibah berupa kegundahan atau selainnya, maka sesungguhnya dengan itu Allah menghapuskan kesalahan dan dosanya. Dan alangkah banyaknya kesalahan dan dosa manusia.” (Fatawa Nur ‘alaa Ad-Darb)
Ya, alangkah banyaknya kesalahan dan dosa kita. Bukankah kita banyak memiliki kesalahan dan dosa?
Nabi ﷺ bersabda:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap anak Adam banyak berbuat salah. Dan sebaik-baik orang yang banyak berbuat salah yaitu yang banyak bertobat.” (HR. Tirmidzi)
Lalu Syekh melanjutkan:
وإذا صبر واحتسب الأجر من الله أثيب على ذلك أي حصل له أمران التكفير والثواب، وإذا انتظر الفرج من الله عز وجل أثيب على ذلك مرة ثالثة، لأن انتظار الفرج حسن ظنٍ بالله عز وجل، وحسن الظن بالله سبحانه وتعالى عمل صالح يثاب عليه الإنسان
“Jika ia bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah, maka ia mendapatkan pahala karena demikian, yakni ia mendapatkan dua perkara: penghapusan dosa dan mendapatkan pahala. Dan jika ia menantikan kelapangan dari Allah, maka ia mendapatkan ganjaran yang ketiga. Sebab, menantikan kelapangan adalah prasangka baik kepada Allah, sedangkan berprasangka baik kepada Allah adalah amal saleh yang mendapatkan ganjaran.” (Fatawa Nur ‘alaa Ad-Darb)
Karena itu, tatkala musibah menghampirimu, tahanlah hatimu agar tidak marah, tahanlah lisanmu agar tidak berkeluh kesah, dan tahanlah anggota badanmu agar tidak melakukan perbuatan yang dimurkai Allah. Mengharaplah pahala dari Tuhanmu lewat musibah yang menimpa dirimu, dan nantikanlah jalan keluar dan kelapangan yang Dia persiapkan untuk dirimu, niscaya rahmat dan pertolongan-Nya datang kepadamu.
“Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan itu bersama kesempitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.” (HR. Hakim)
Siberut, 22 Syawwal 1446
Abu Yahya Adiya
Sumber:
https://www.islamweb.net/ar/fatwa/111052/%D9%87%D9%84-%D8%A7%D9%86%D8%AA%D8%B8%D8%A7%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D9%81%D8%B1%D8%AC-%D8%B9%D8%A8%D8%A7%D8%AF%D8%A9






