Salaf itu lebih selamat, lebih bijak, dan lebih tahu daripada khalaf.
Itulah keyakinan Ahlussunnah wal Jama’ah. Dalam hal agama, di antaranya masalah nama dan sifat Allah, para salaf lebih selamat, lebih bijak dan lebih tahu daripada para khalaf.
Salaf artinya orang-orang terdahulu, yakni para sahabat Nabi, tabiin, dan tabi’it tabiin. Sedangkan khalaf adalah orang-orang belakangan, yakni mereka yang bukan termasuk tiga generasi tadi.
Bagaimana salaf tidak lebih selamat, lebih bijak, dan lebih tahu, mereka adalah generasi terbaik dan pewaris Nabi ﷺ.
Nabi ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik orang adalah generasiku, kemudian orang-orang setelah mereka, lalu orang-orang setelah mereka.” (HR. Bukhari Muslim)
Bagaimana salaf tidak lebih selamat, lebih bijak, dan lebih tahu, mereka lebih tulus dalam mencari kebenaran dan menyampaikannya daripada orang-orang setelah mereka.
Ada seseorang bertanya kepada Hamdun Al-Qashar:
ما بال كلام السلف أنفع من كلامنا
“Kenapa ucapan salaf lebih membekas daripada ucapan kita?”
Beliau pun menjawab:
لأنهم تكلموا لعز الإسلام ونجاة النفوس ورضا الرحمن، ونحن نتكلم لعز النفوس وطلب الدنيا ورضا الخلق
“Karena mereka berbicara untuk kemuliaan Islam, agar selamatnya jiwa manusia, dan untuk mendapatkan keridaan Allah, sedangkan kita berbicara untuk kemuliaan diri kita, mencari dunia, dan untuk mendapatkan keridaan manusia.” (Sifah Ash-Shafwah)
Maka, wajarlah jika Ahlussunnah wal Jama’ah menyatakan dengan tegas bahwa jalannya salaf itu lebih selamat, lebih bijak, dan lebih tahu daripada jalannya khalaf.
Itu berbeda dengan pendapat ahli kalam dari kalangan Asy’ariyyah, Maturidiyyah, dan sekte lainnya. Menurut mereka, dalam hal nama dan sifat Allah, salaf memang lebih selamat, tetapi khalaf lebih bijak dan lebih tahu.
Itu sangat aneh. Dan yang lebih aneh lagi, dengan pendapat itu, mereka mengaku bahwa merekalah Ahlussunnah wal Jama’ah!
Apakah mungkin seseorang menjadi Ahlussunnah dengan merendahkan salaf dan lebih mengunggulkan khalaf?
Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz pernah ditanya tentang golongan yang selamat, maka beliau pun menjawab:
هم السلفيون وكل من مىشى على طريقة السلف الصالح (الرسول و صحابته)
“Mereka adalah pengikut salaf dan siapa pun yang berjalan di atas jalan salaf (Rasul dan para sahabatnya).” (Minhaj Al-Firqah An-Najiyah)
Siberut, 2 Dzulqa’dah 1446
Abu Yahya Adiya






