Cara Mendapat Syafaat

Cara Mendapat Syafaat

Sudah tahu bahwa berhala tidak bisa memberi rezeki atau menolaknya, tapi kenapa masih juga mendatanginya, berdiam diri dan khusyuk di hadapannya?!

Sudah tahu bahwa berhala tidak bisa menciptakan dan mengatur alam semesta, tapi kenapa masih juga beribadah kepadanya?!

Bukankah itu suatu kebodohan? Dan itulah yang terjadi pada kaum musyrikin di zaman jahiliah, zaman kebodohan.

Namun, tentu saja mereka tidak mau dianggap bodoh. Makanya, mereka ‘menyediakan’ argumen untuk menutupi kebodohan mereka.

Apa alasan mereka menyembah berhala-berhala itu?

Allah mengabarkan:

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ

“Dan mereka menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak pula memberi manfaat, dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di hadapan Allah.” (QS. Yunus: 18)

Itulah tujuan mereka menyembah berbagai berhala.

Mereka ingin berhala-berhala itu memberi syafaat kepada mereka di hadapan Allah.

Mereka berharap berhala-berhala itu bisa menjadi perantara antara diri mereka dengan Allah, sehingga tersampaikanlah permohonan mereka kepada Allah. Padahal….

 

Syafaat Ada di Tangan-Nya

Allah berfirman:

وَأَنْذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْ يُحْشَرُوا إِلَى رَبِّهِمْ لَيْسَ لَهُمْ مِنْ دُونِهِ وَلِيٌّ وَلا شَفِيعٌ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“Peringatkanlah dengan Al-Quran orang-orang yang takut akan dikumpulkan kepada Tuhan mereka (pada hari kiamat), tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat selain-Nya, agar mereka bertakwa.” (QS. Al-An’aam: 51)

Kalau Allah sudah menyatakan tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat selain-Nya, maka apakah mereka masih tetap akan mencari perlindungan dan syafaat kepada selain-Nya?

Allah berfirman:

قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Katakanlah, ‘Syafaat itu hanya milik Allah semuanya. Dia memiliki kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya lah kalian dikembalikan.” (QS. Az-Zumar: 44)

Pemilik langit dan bumi yang sesungguhnya adalah Allah. Begitu pula syafaat. Pemilik syafaat sesungguhnya adalah Allah.

Karena itu, mintalah syafaat kepada-Nya dan jangan meminta kepada selain-Nya. Sebab…

 

Tak Ada Syafaat Tanpa Izin-Nya

Allah berfirman:

مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ

“Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 225)

Tanpa izin dari-Nya, syafaat tidak akan berguna.

Allah berfirman:

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلا فِي الأرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ وَلا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ إِلا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ

“Katakanlah, ‘Serulah mereka yang kalian anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki kekuasaan seberat semut pun di langit maupun di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai andil dalam (penciptaan) langit dan bumi, dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya. Dan syafaat di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah Dia izinkan untuk memperoleh syafaat itu.” (QS. Saba’: 22-23)

Tanpa izin dari-Nya, syafaat tidak akan bermanfaat, walaupun itu dari makhluk yang sangat taat, yaitu para malaikat!

Allah berfirman:

وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَى

“Dan berapa banyak malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna, kecuali bila Allah telah mengizinkan bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan Dia ridai.” (QS. An-Najm: 26)

Tanpa izin dari-Nya syafaat tidak akan bermanfaat, walaupun itu dari makhluk yang paling dekat dengan-Nya!

 

Syafaat Rasulullah di Mahsyar

Abu Hurairah pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ القِيَامَةِ؟

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling beruntung mendapatkan syafaatmu?”

Beliau ﷺ menjawab:

أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ، مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ

“Orang yang paling beruntung mendapatkan syafaatku adalah orang yang mengucapkan

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ dengan ikhlas dari dalam hatinya.” (HR. Bukhari)

Ketika berkumpul di padang Mahsyar, seluruh manusia ketakutan. Mereka takut akan kemurkaan Allah.

Mereka pun mendatangi para nabi, meminta kepada mereka supaya berdoa kepada Allah, agar Dia tidak murka kepada mereka.

Para nabi satu persatu angkat tangan, hingga akhirnya sampai kepada Nabi Muhammad ﷺ. Maka beliau pun bersujud kepada Allah, lalu berdoa dan berdoa dan terus berdoa kepada-Nya.

Maka Allah berfirman:

يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ، وَقُلْ يُسْمَعْ، وَسَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ

“Hai Muhammad, angkatlah kepalamu. Katakanlah, niscaya ucapanmu akan didengar. Mintalah, niscaya permintaanmu akan dikabulkan. Dan berilah syafaat, niscaya syafaatmu akan diterima.”

Beliau ﷺ pun berdoa:

يَا رَبِّ، أُمَّتِي أُمَّتِي

“Wahai Tuhanku, umatku…umatku…”

Setelah itu keluarlah dari neraka beberapa orang dari umat beliau.

Lalu beliau ﷺ kembali sujud lalu berdoa, dan berdoa, dan terus berdoa. Akhirnya keluarlah lagi dari neraka beberapa orang dari umat beliau.

Begitulah terus menerus sampai tidak ada satu pun umat beliau yang tertinggal di neraka. (HR. Bukhari)

Lihatlah, nabi kita tidak bisa memberi syafaat kecuali setelah sujud, berdoa, dan merendahkan diri di hadapan-Nya!

Beliau tidak bisa memberi syafaat kecuali setelah mendapat izin dari-Nya!

Kalau makhluk yang paling mulia dan paling dekat dengan-Nya saja demikian keadaannya, apalagi selainnya!

Maka, siapa pun tidak bisa memberi syafaat kecuali kalau Allah izinkan.

Dan siapapun tidak bisa memberi syafaat kecuali kepada orang yang Allah perkenankan.

Lalu siapa yang Allah perkenankan mendapat syafaat?

 

Syafaat Hanya bagi yang Dia Ridai

Allah berfirman:

وَلا يَشْفَعُونَ إِلا لِمَنِ ارْتَضَى

“Dan mereka tidak dapat memberi syafaat, kecuali kepada orang yang Dia ridai.” (QS. Al Anbiya’: 28).

Ya, orang yang Allah ridai. Dan orang musyrik bukanlah orang yang Allah ridai!

Karena itu….

Siapa yang masih menyembelih binatang untuk jin, saya ucapkan, “Menangislah, Anda tidak akan mendapat syafaat!”

Siapa yang masih percaya pada perdukunan, saya ucapkan, “Menangislah, Anda tidak akan mendapat syafaat!”

Siapa yang masih menghinakan diri pada kuburan keramat, saya ucapkan, “Menangislah, Anda tidak akan mendapat syafaat!”

Siapa pun yang masih bergelimang syirik dan tidak juga bertaubat, saya ucapkan, “Menangislah, Anda tidak akan mendapat syafaat!”

Allah berfirman:

فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ

“Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat.” (QS. Al-Muddatsir: 48)

Ya, tidak berguna. Sebab, syafaat hanya berguna bagi orang yang mengesakan Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan siapa pun dan dengan apa pun.

 

Siberut, 13 Muharram 1442

Abu Yahya Adiya