Cara Menetapkan Kisas

Cara Menetapkan Kisas

Kisas bisa ditetapkan dan ditegakkan lewat salah satu dari dua sebab berikut ini:

 

  1. Pengakuan dari si pembunuh

Qatadah berkata:

حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ: أَنَّ يَهُودِيًّا رَضَّ رَأْسَ جَارِيَةٍ بَيْنَ حَجَرَيْنِ، فَقِيلَ لَهَا:

“Anas bin Malik bercerita kepada kami bahwa seorang Yahudi menggencet kepala seorang wanita di antara dua batu. Ditanyakan kepadanya:

مَنْ فَعَلَ بِكِ هَذَا، أَفُلاَنٌ، أَفُلاَنٌ؟

“Siapa yang berbuat begini kepadamu?  Apakah fulan? Apakah fulan?”

حَتَّى سُمِّيَ اليَهُودِيُّ، فَأَوْمَأَتْ بِرَأْسِهَا، فَجِيءَ بِاليَهُودِيِّ فَاعْتَرَفَ، فَأَمَرَ بِهِ النَّبِيُّ ﷺ فَرُضَّ رَأْسُهُ بِالحِجَارَةِ

Sampai ketika disebut nama seorang Yahudi, ia pun menganggukkan kepalanya. Lalu didatangkanlah Yahudi itu. Ternyata ia mengakui perbuatannya itu. Nabi ﷺ pun memerintahkan agar Yahudi itu digencet pula kepalanya di antara dua batu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Syekh ‘Abdullah Al-Bassam menyebutkan salah satu faidah hadis ini:

قبول قول المجني عليه في مثل هذه الحال لإلقاء التُّهمة على أحد، فيقرر ويحبس ويسأل ويناقش، فإن ثبت عليه القتل، أخِذَ به، وإلاَّ، حلف وتُرك

“Diterimanya perkataan orang yang mendapatkan perlakuan jahat dalam keadaan semacam ini untuk melemparkan tuduhan kepada seseorang sehingga ia dimintai pengakuan, ditahan, ditanya dan diajak diskusi. Kalau ternyata telah jelas bahwa ia yang melakukan pembunuhan, maka ia dihukum. Kalau tidak, maka hendaknya ia bersumpah dan ditinggalkan.” (Taisir Al-‘Allam Syarh ‘Umdah Al-Ahkam)

 

  1. Kesaksian dari dua orang yang adil.

Rafi’ bin Khadij berkata:

أَصْبَحَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ مَقْتُولًا بِخَيْبَرَ، فَانْطَلَقَ أَوْلِيَاؤُهُ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَذَكَرُوا ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَ:

“Suatu pagi seorang pria Anshar terbunuh di Khaibar. Maka keluarganya pergi kepada Nabi ﷺ. Mereka menyebutkan pembunuhan itu kepada beliau. Beliau ﷺ  pun bersabda:

لَكُمْ شَاهِدَانِ يَشْهَدَانِ عَلَى قَتْلِ صَاحِبِكُمْ؟

“Kalian memiliki dua saksi yang menyaksikan terjadinya pembunuhan terhadap saudara kalian ini?”

قَالُوا:

Mereka berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ يَكُنْ ثَمَّ أَحَدٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّمَا هُمْ يَهُودُ وَقَدْ يَجْتَرِئُونَ عَلَى أَعْظَمَ مِنْ هَذَا

“Wahai Rasulullah, tidak ada seorang pun muslim di sana. Yang ada hanyalah Yahudi. Kadang mereka berani melakukan perbuatan yang lebih parah dari ini.”

قَالَ:

Beliau ﷺ pun bersabda:

فَاخْتَارُوا مِنْهُمْ خَمْسِينَ فَاسْتَحْلَفُوهُمْ

“Kalau begitu, pilihlah 50 orang dari mereka, kemudian ambillah sumpah mereka.”

فَأَبَوْا، فَوَدَاهُ النَّبِيُّ ﷺ مِنْ عِنْدِهِ

Namun, mereka enggan melakukan itu. Maka  Nabi ﷺ pun membayar diat dari beliau sendiri kepada keluarga korban.” (HR. Abu Daud)

Imam Asy-Syaukani menjelaskan hadis ini dan hadis lainnya:

وَأَوْرَدَهُمَا الْمُصَنِّفُ هَهُنَا لِلِاسْتِدْلَالِ بِهِمَا عَلَى أَنَّهُ يَثْبُتُ الْقَتْلُ بِشَهَادَةِ شَاهِدَيْنِ، وَلَا أَحْفَظُ عَنْ أَحَدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّهُ يَقُولُ بِاشْتِرَاطِ زِيَادَةٍ عَلَى شَهَادَةِ شَاهِدَيْنِ فِي الْقِصَاصِ

“Abu Al-Barakaat menyebutkan dua hadis ini sebagai dalil untuk menunjukkan bahwa kisas ditegakkan karena kesaksian dua orang saksi. Dan aku tidak tahu seorang pun ulama yang mensyaratkan tambahan atas kesaksian dua saksi dalam kisas.” (Nail Al-Authar)

 

Siberut, 8 Jumada Ats-Tsaniyah 1446

Abu Yahya Adiya

 

Sumber:

  1. Al-Wajiz fii Fiqh As-Sunnah wal Kitabil ‘Aziz karya DR. ‘Abdul ‘Azhim Badawi.
  2. Nail Al-Authar karya Imam Asy-Syaukani.
  3. Taisir Al-‘Allam Syarh ‘Umdah Al-Ahkam karya Syekh ‘Abdullah Al-Bassam.