Dengan Inilah Kita Mengenal-Nya

Dengan Inilah Kita Mengenal-Nya

Tak kenal, maka tak sayang. Tak tahu, maka tak cinta.

Berarti, kalau ingin mencintai Allah, kita harus mengetahui dan mengenal-Nya.

Namun bagaimanakah cara kita mengenal-Nya?

Syekh Muhammad At-Tamimi berkata:

فقل: بآياته ومخلوقاته، ومن آياته الليل والنهار، والشمس والقمر، ومن مخلوقاته السموات السبع والأرضون السبع وما فيهن وما بينهما

“Katakanlah: melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, yaitu malam, siang, matahari dan bulan. Sedangkan di antara ciptaan-Nya, yaitu: tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi beserta segala makhluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya.” (Tsalatsah Al-Ushul)

Lihatlah tanda-tanda kekuasaan-Nya dan tengoklah berbagai ciptaan-Nya, niscaya engkau akan mengenal-Nya. Mengenal keagungan-Nya. Mengenal kemuliaan-Nya.

Allah berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yaitu malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kalian hanya beribadah kepada-Nya.” (QS. Fushshilat : 37)

Kalau matahari dan bulan saja terlihat begitu besar dan agung, apalagi Pencipta matahari dan bulan!

Karena itu, bagaimanapun besar dan agungnya matahari dan bulan…Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya.

Ya, jangan bersujud kepada keduanya. Tapi bersujudlah kepada Pencipta keduanya!

Jangan tunduk kepada makhluk yang sebenarnya lemah dan tidak berdaya. Tunduklah kepada Yang Maha Agung lagi Maha Perkasa!

Allah berfirman:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menyelimutkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat. Dan Dia (ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang (semuanya) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-A’raf : 54)

Maha suci Allah yang telah menciptakan, menguasai dan mengatur segala yang ada di alam semesta.

Maha suci Allah yang demikian agung dan perkasa. Karena itu, wajarlah jika pujian dan pengagungan yang sebenarnya hanya berhak ditujukan kepada-Nya.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

“Segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam.” (QS. Al-Fatihah: 2)

Ya, segala puji bagi Allah, Pencipta, Penguasa, dan Pengatur alam semesta, termasuk diri kita.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ  .

“Hai sekalian manusia! Beribadahlah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. (Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan untuk kalian dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu dengan air itu Dia hasilkan segala buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian. Karena itu, jangan kalian mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kalian mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 21-22)

Imam Ibnu Katsir berkata:

وَمَضْمُونُهُ: أَنَّهُ الْخَالِقُ الرَّازِقُ مَالِكُ الدَّارِ، وَسَاكِنِيهَا، وَرَازِقُهُمْ، فَبِهَذَا يَسْتَحِقُّ أَنْ يُعْبَدَ وَحْدَهُ وَلَا يُشْرَك بِهِ غَيره؛ وَلِهَذَا قَالَ:

“Kandungan dari firman-Nya tadi yaitu bahwa Allah lah pencipta, pemberi rezeki, dan pemilik dunia ini beserta penghuninya dan juga yang memberi rezeki kepada mereka. Karena itulah, Dia saja yang berhak untuk disembah dan tidak boleh dipersekutukan dengan selain-Nya. Makanya Allah berfirman:

{فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ}

“Karena itu, janganlah kalian mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kalian mengetahui.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim)

Allah telah menciptakan kita. Dia pula yang memelihara kita sejak lahir hingga dewasa.

Dia memberikan kepada kita kesempatan untuk menikmati makanan, minuman, dan berbagai kenikmatan di dunia. Lantas, apakah kita membalas semua kebaikan dan kenikmatan tadi dengan melalaikan perintah-Nya dan melanggar larangan-Nya, bahkan menyekutukan-Nya?

Sudah sepantasnya kita menghinakan diri di hadapan-Nya. Sudah selayaknya kita tunduk kepada aturan-Nya. Sudah seharusnya kita hanya menyembah-Nya dan hanya menghamba kepada-Nya.

Allah berfirman:

إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

“Sesungguhnya (agama tauhid) inilah agama kalian; agama yang satu dan Aku adalah Tuhan kalian, maka beribadahlah kepada-Ku.” (QS. Al-Anbiya’: 92)

Siberut, 25 Syawwal 1441

Abu Yahya Adiya