Doa dan kasih Sayang Allah

Seandainya bencana sudah di depan mata kita, apa yang akan kita lakukan?

Seandainya hutang sudah menjerat kita, apa yang akan kita lakukan? Kepada siapa kita memohon pertolongan?

Seandainya penyakit sudah mengancam jiwa kita, apa yang akan kita kerjakan? Kepada siapa kita memohon kesembuhan?

Allah berfirman:

وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ

“Dan janganlah engkau berdoa kepada sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi bencana kepada kalian selain Allah. Sebab, jika engkau lakukan yang demikian maka sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang zalim.

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Yunus: 106-107)

termasuk orang-orang yang zalim maknanya diterangkan oleh Imam Ath-Thabari:

من المشركين بالله، الظالمي أنفُسِهم

“Termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah dan menzalimi diri mereka sendiri.” (Jami’ Al-Bayan fii Ta’wil Al-Quran)

 

Faidah yang bisa kita petik dari 2 ayat ini:

 

  1. Diharamkan berdoa kepada selain Allah.

Suatu perbuatan diharamkan artinya kalau ditinggalkan mendapat pahala dan kalau dikerjakan mendapat dosa.

 

  1. Berdoa kepada selain Allah adalah perbuatan syirik. Ya, syirik. Dosa paling besar di antara dosa-dosa besar!

Dalam ayat pertama tadi Allah menjelaskan bahwa seandainya Nabi ﷺ nekat berdoa, meminta perlindungan dan pertolongan kepada selain-Nya, tentu menjadi musyriklah beliau.

Nah, kalau seorang nabi yang banyak beramal saleh dan terjaga dari dosa saja bisa jadi musyrik karena melakukan itu, apalagi kita yang sedikit beramal saleh dan banyak berlumur dosa!

 

  1. Batilnya peribadatan kepada selain Allah. Karena, selain Allah tidak sanggup memberikan manfaat kepada orang yang berdoa kepadanya dan tidak pula mampu menolak bahaya darinya.

Para nabi tidak bisa memberi manfaat kepadamu.

Para malaikat tidak bisa memberi manfaat kepadamu.

Para jin tidak bisa memberi manfaat kepadamu.

Apalagi kuburan, pohon-pohonan, dan batu-batuan yang dikeramatkan!

Mereka pun tidak sanggup menolak bahaya dari dirimu.

Para ulama dan buya tidak bisa menghilangkan penyakitmu.

Para ahli ibadah tidak bisa menghilangkan kemiskinan yang menimpamu.

Orang-orang saleh tidak bisa menghilangkan kesialan yang menimpamu.

Mereka semua tidak bisa menghilangkan penyakit, kemiskinan, dan kesialan, apalagi dukun dan paranormal!

Maka, untuk apa berdoa, meminta perlindungan dan pertolongan kepada selain-Nya?

 

  1. Pengakuan terhadap tauhid rububiyah menuntut pengakuan terhadap tauhid uluhiyah.

Kalau seseorang sudah mengakui bahwa hanya Allah lah satu-satunya pencipta, penguasa dan pengatur alam semesta, maka seharusnya ia pun mengakui bahwa hanya Allah lah satu-satunya yang berhak diibadahi dan disembah.

Sebagaimana disebutkan ayat tadi. Kalau memang seseorang sudah meyakini bahwa yang bisa memberi manfaat dan mudarat hanyalah Allah, maka sudah seharusnya ia berdoa, memohon pertolongan dan perlindungan hanya kepada Allah.

 

  1. Di antara sifat yang Allah miliki yaitu pengampun dan penyayang.

Allah banyak mengampuni  kesalahan hamba-hamba-Nya dan benar-benar menyayangi mereka.

Syekh ‘Athiyyah Salim berkata:

وكم من عفو لله على الخلق!

“Berapa banyak ampunan yang Allah berikan kepada hamba-Nya!

وكم من ذنب يرتكبه الإنسان في خفاء أو علن والله يعفو عنه!

Dan berapa banyak dosa yang dilakukan seseorang dalam keadaan menyendiri atau terang-terangan, namun Allah justru mengampuninya!” (Syarh Bulughul Maram)

Maka, kembalilah kepada Allah dan bertaubatlah kepada-Nya. Separah apapun kesalahanmu kepada-Nya, jangan sampai engkau berputus asa dari ampunan dan kasih sayang-Nya!

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah, hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas dalam mencelakakan diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa, sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Siberut, 21 Syawwal 1441

Abu Yahya Adiya

 

Sumber:

  1. Al-Mulakhkhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.
  2. Jami’ Al-Bayan fii Ta’wil Al-Quran karya Imam Ath-Thabari.
  3. Riyadhush Shalihin karya Imam An-Nawawi.
  4. Syarh Bulughul Maram karya Syekh ‘Athiyyah Salim.