Hati Layaknya Rumah Runtuh

Apa yang bisa kita perbuat dengan rumah yang runtuh? Relakah kita disamakan dengan rumah yang runtuh?

Nabi ﷺ berkata:

إنَّ الَّذي لَيس في جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنَ القُرآنِ كالبيتِ الخَرِبِ

“Sesungguhnya orang yang di dalam hatinya tidak ada sedikit pun Al-Quran adalah seperti rumah yang runtuh.” (HR. Tirmidzi)

Kalau hati seseorang benar-benar tidak dimasuki oleh Al-Quran, maka akan rusak dan runtuhlah hatinya.

Tapi, kalau Al-Quran telah memasuki hati seseorang, maka akan hiduplah hatinya.

Makin banyak ayat Al-Quran yang memasuki hatinya, maka makin hiduplah hatinya dan makin bertambahlah tabungan pahalanya.

Nabi ﷺ bersabda:

منْ قرأَ حرْفاً مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فلَهُ حسنَةٌ، والحسنَةُ بِعشرِ أَمثَالِهَا

“Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur’an) maka ia akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipatnya.” (HR. Tirmidzi)

Ibnu Mas’ud berkata:

لاَ أَقول: ألم حَرفٌ، وَلكِن: أَلِفٌ حرْفٌ، ولامٌ حرْفٌ، ومِيَمٌ حرْفٌ

“Aku tidak mengatakan bahwa alif laam miim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Makin banyak ayat Al-Quran dibaca, maka makin banyak hurufnya yang terbaca.

Dan makin banyak hurufnya yang terbaca, maka makin banyak kita mendapatkan pahala.

Kalau sekadar membacanya saja sudah berpahala, maka bagaimana pula kalau sampai mengajarkannya?!

Nabi ﷺ bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Yang paling baik di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Apa rahasianya Al-Quran bisa demikian?

Karena, Al-Quran adalah sebaik-baik perkataan yang:

لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ

“Tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS. Fushshilat: 42)

 

Siberut, 1 Rajab 1443

Abu Yahya Adiya