Seseorang membentak Imam Malik bin Dinar hingga membuat beliau menangis.
‘Abdul Wahid bin Zaid bercerita:
كنا عند مالك بن دينار، ومعنا محمد بن واسع، وحبيب أبو محمد، فجاء رجل فكلم مالكا وأغلظ له في قسمة قسمها وقال:
“Kami pernah di sisi Malik bin Dinar, sedangkan bersama kami ada Muhammad bin Wasi’ dan Habib Abu Muhammad. Lalu datanglah seseorang kemudian berkata dengan kasar kepada Malik karena pembagian yang beliau lakukan. Orang itu berkata:
وضعتها في غير حقها، وتتبعت بها أهل مجلسك ومن يغشاك، لتكثر غاشيتك وتصرف وجوه الناس إليك.
“Engkau menyalurkan itu kepada orang yang tidak pantas mendapatkannya dan engkau berikan itu kepada orang-orang yang menghadiri majelismu dan sering mengunjungimu, supaya banyak orang yang mengelilingimu dan perhatian orang-orang tertuju kepadamu!”
‘Abdul Wahid bin Zaid berkata:
فبكى مالك، وقال:
“Malik pun menangis dan berkata:
والله ما أردت هذا.
“Demi Allah, aku tidak bermaksud demikian.”
قال:
Orang itu berkata:
بلى، والله لقد أردته.
“Demi Allah, tentu engkau bermaksud demikian!”
فجعل مالك يبكي، والرجل يغلظ له، فلما كثر ذلك عليهم، رفع حبيب يديه إلى السماء ثم قال:
Perkataan itu membuat Malik kembali menangis, sedangkan orang itu tetap berkata kasar kepadanya. Maka, tatkala ia terus berkata kasar di hadapan mereka, Habib pun mengangkat tangannya ke atas lalu berdoa:
اللهم إن هذا قد شغلنا عن ذكرك فأرحنا منه كيف شئت
“Ya Allah, sesungguhnya orang ini telah menyibukkan kami dari mengingat-Mu, maka buatlah kami tenang darinya, dengan cara apa pun yang Engkau suka.”
‘Abdul Wahid bin Zaid berkata:
فسقط والله الرجل على وجهه ميتا
“Demi Allah, orang itu langsung tersungkur kemudian mati!” (Al-Mustaghitsiina billah Taala ‘Inda Al-Muhimmat wa Al-Haajaat)
Allah tidak akan membiarkan kezaliman. Sebanyak apa pun manusia yang menzalimi hamba-Nya, mustahil Dia akan menelantarkannya.
Allah tidak akan membiarkan kezaliman. Seringan apa pun kezaliman yang dilakukan seseorang terhadap hamba-Nya, pasti Dia akan membalasnya.
‘Abdullah bin Salam berkata:
لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْمَلائِكَةَ وَاسْتَوَوْا عَلَى أَقْدَامِهِمْ رَفَعُوا رؤوسهم إِلَى السَّمَاءِ فَقَالُوا:
“Tatkala Allah menciptakan para malaikat dan mereka sudah tegak di atas kaki mereka, mereka mengangkat kepala mereka ke atas lalu berkata:
رَبَّنَا مَعَ مَنْ أَنْتَ؟
“Wahai Tuhan kami, bersama siapakah Engkau?”
قَالَ:
Allah menjawab:
مَعَ الْمَظْلُومِ حَتَّى يُؤدَّى إِلَيْهِ حَقُّهُ
“Bersama orang yang terzalimi sampai ditunaikan haknya!” (At-Tabshirah)
Sebelum menzalimi seseorang….
Ingatlah, siapa yang akan bersamanya?
Pikirkanlah, siapa yang akan menolongnya?
Renungkanlah, siapa yang akan membalas untuknya?
Siberut, 4 Sya’ban 1443
Abu Yahya Adiya






