Mendapat Ilmu dari Kubur

Mendapat Ilmu dari Kubur

Ada seseorang yang pernah hafal matan Nahwu, Alfiyyah Ibn Malik. Ketika ditanyakan kepadanya, “Bagaimana caramu menghafalnya?”

Ia menjawab, “Menghafalnya sambil memutari kubur!”

Dan ada juga orang yang bercerita bahwa dirinya menghafal Al-Quran di kuburan. Kenapa demikian?

“Supaya lebih cepat menempel di kepala!”, katanya.

Kebiasaan siapakah perbuatan itu? Berasal dari siapakah kebiasaan itu?

Kaum Sufi menyebutkan salah satu cara mendapatkan ilmu dan hikmah. Mereka berkata:

إذا أراد المريد أن يزور قبور الصالحين ويستمد من روحانيتهم المقدسة فينبغي له:

“Jika seorang murid hendak mengunjungi kuburan orang-orang saleh dan mengambil kerohanian mereka yang suci, maka sepantasnya ia:

أن يسلم على صاحب القبر.

-mengucapkan salam kepada penghuni kubur,

أن يقف في طرف اليمين قريبا من رجليه ويضع يده اليمنى على اليسرى فوق سرته ويطرق رأسه على صدره

-berdiri di sebelah kanan kubur dekat kedua kakinya. meletakkan tangan kanannya di tangan kirinya di atas pusarnya, dan menundukkan kepalanya ke atas dadanya.

أن يقرأ الفاتحة مرة والإخلاص إحدى عشر مرة وآية الكرسي مرة.

-mengucapkan Al-Fatihah sekali, Al-Ikhlash 11 kali dan ayat kursi sekali.

أن يتصور روحانيته نورا مجردا عن الكيفيات المحسوسة ويحفظ ذلك النور في قلبه حتى يحصل له فيض من فيوضه

-membayangkan kerohanian mayit sebagai cahaya yang bersih dari keadaan yang bisa dijangkau pancaindera dan menyimpan cahaya itu dalam hatinya hingga terjadi padanya luapan dari karunia mayit.” (As-Sa’adah Al-Abadiyyah fiimaa Jaa bihi An-Naqsyabandiyyah hal 27 dinukil dari Mausu’ah Al-Firaq Al-Muntasibah Lii Al-Islam)

Kalau ingin mendapatkan ilmu, maka datangilah kubur!

Itulah salah satu cara mendapatkan ilmu menurut kaum Sufi.

Tentu saja itu cara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi ﷺ.

Itu hanyalah buah dari ‘kreativitas’ kaum Sufi!

 

Siberut, 21 Rajab 1443

Abu Yahya Adiya