Menolak Menjadi Murjiah

Menolak Menjadi Murjiah

“Sungguh, fitnah Murjiah lebih kukhawatirkan atas umat ini dibandingkan fitnah Azariqah (Khawarij).” (As-Sunnah)

Itulah perkataan seorang ulama tabiin, Ibrahim An-Nakha’i.

Murjiah adalah sekte sesat yang muncul di tubuh umat Islam sepeninggal Nabi ﷺ. Ketika sekte itu pertama kali muncul, para ulama angkat bicara memperingatkan umat dari kesesatan mereka. Bahkan, sebagian ulama menganggap mereka lebih berbahaya daripada sekte Khawarij yang ketika itu juga mempunyai berbagai kesesatan dan melakukan berbagai kerusakan.

Karena itu, jangan sampai kita menjadi Murjiah dan sudi dianggap Murjiah.

Suatu hari Syaiban bin Farrukh berkata kepada Ibnul Mubarak:

مَا تَقُولُ فِيمَنْ يَزْنِي وَيَشْرَبُ الْخَمْرَ وَنَحْوَ هَذَا أَمُؤْمِنٌ هُوَ؟

“Apa pendapatmu tentang orang yang berzina, meminum minuman keras, dan melakukan perbuatan semacamnya, apakah ia seorang mukmin?”

Ibnul Mubarak pun menjawab:

لَا أُخْرِجُهُ مِنَ الْإِيمَانِ

“Aku tidak mengeluarkannya dari iman.”

Syaiban bin Farrukh berkata:

عَلَى كِبَرِ السِّنِّ صِرْتَ مُرْجِئًا؟

“Dalam keadaan sudah tua engkau menjadi seorang Murjiah?”

Ibnul Mubarak pun berkata kepadanya:

يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ، إِنَّ الْمُرْجِئَةَ لَا تَقْبَلُنِي، أَنَا أَقُولُ: الْإِيمَانُ يَزِيدُ، وَالْمُرْجِئَةُ لَا تَقُولُ ذَلِكَ، وَالْمُرْجِئَةُ تَقُولُ: حَسَنَاتُنَا مُتَقَبَّلَةٌ وَأَنَا لَا أَعْلَمُ تُقُبِّلَتْ مِنِّي حَسَنَةٌ

“Wahai Abu ‘Abdillah, sesungguhnya kaum Murjiah tidak akan menerimaku. Aku berpendapat bahwa iman bisa bertambah, sedangkan Murjiah tidak berpendapat demikian. Dan Murjiah berpendapat bahwa kebaikan kita pasti diterima oleh Allah, sedangkan aku tidak tahu apakah kebaikanku diterima oleh-Nya.” (Musnad Ishaq bin Rahawaih)

Ibnul Mubarak tidak sudi dianggap Murjiah. Karena, kesesatan ada pada mereka, sedangkan ia berbeda dengan mereka.

Imam Al-Barbahari berkata:

ومن قال: الإيمان قول وعمل, يزيد وينقص؛ فقد خرج من الإرجاء كله أوله وآخره.

“Siapa yang berpendapat bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang, maka sungguh, ia telah keluar dari pemikiran Murjiah dari awalnya sampai akhirnya.” (Syarh As-Sunnah)

Karena itu, siapa yang berpendapat bahwa iman hanyalah keyakinan dan perkataan, tanpa perbuatan, maka ia seorang Murjiah.

Begitu juga, siapa yang berpendapat bahwa iman tidak bisa bertambah dan berkurang, maka ia seorang Murjiah.

Sebaliknya, siapa yang berpendapat bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang, maka ia bukanlah seorang Murjiah dan tidak pantas dianggap Murjiah.

 

Siberut, 27 Syawwal 1444

Abu Yahya Adiya