“Keyakinan kami tentang taqiyyah bahwa itu adalah wajib. Siapa yang meninggalkannya, maka seperti orang yang meninggalkan salat.” (Al-I’tiqaadaat)
Itulah perkataan tokoh Syiah Imamiyyah, Ibnu Babawaih.
Taqiyyah yaitu menampakkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang ada dalam hati karena khawatir bahaya dari musuh.
Itulah kebiasaan buruk yang mereka pelihara dalam kehidupan sehari-hari mereka. Karena itu Syekhul Islam Ibnu Taimiyah berkata tentang mereka:
هم أكذب طوائف أهل الأهواء، وأعظمهم شركا فلا يوجد في أهل الأهواء أكذب منهم، ولا أبعد عن التوحيد منهم
“Mereka adalah sekte sesat yang paling banyak berdusta dan paling besar kemusyrikan mereka. Tidak ada sekte sesat yang lebih banyak berdusta daripada mereka dan tidak pula ada sekte sesat yang lebih jauh dari tauhid daripada mereka.” (Iqtidha Ash-Shirath Al-Mustaqim Limukhalafah Ashhab Al-Jahim)
Itulah Syiah. Lantas bagaimana dengan kelompok yang berseberangan dengan mereka yaitu Khawarij?
Syiah mengaku mencintai ‘Ali bin Abi Thalib, tapi banyak berdusta. Lantas, bagaimana dengan Khawarij yang membenci bahkan sampai mengafirkan ‘Ali bin Abi Thalib? Apakah mereka banyak berdusta?
Dr. Ghalib ‘Iwaji berkata tentang Khawarij:
فقد اشتهروا بالصدق والنفرة عن الكذب لأنهم يعتبرونه من صفات الجبناء الذي لا مكان لهم عندهم، يقول المبرد: ” قال أبو العباس:
“Mereka terkenal dengan kejujuran dan menjauhi kedustaan. Sebab, mereka menganggap dusta adalah termasuk sifat para pengecut yang tidak memiliki kedudukan di sisi mereka. Al-Mubarrad berkata bahwa Abu Al-‘Abbas berkata:
والخوارج في جميع أصنافها تبرأ من الكاذب ومن ذي المعصية الظاهرة
“Khawarij dengan semua golongannya berlepas diri dari dusta dan dari kemaksiatan yang tampak.” (Al-Khawarij Tariikhuhum wa Araauhum Al-I’tiqadiyyah wa Mauqif Al-Islam Minha)
Syekhul Islam Ibnu Taimiyah berkata tentang Khawarij:
لَيْسُوا مِمَّنْ يَتَعَمَّدُ الْكَذِبَ، بَلْ هُمْ مَعْرُوفُونَ بِالصِّدْقِ حَتَّى يُقَالَ: إِنَّ حَدِيثَهُمْ مِنْ أَصَحِّ الْحَدِيثِ لَكِنَّهُمْ جَهِلُوا، وَضَلُّوا فِي بِدْعَتِهِمْ، وَلَمْ تَكُنْ بِدْعَتُهُمْ عَنْ زَنْدَقَةٍ، وَإِلْحَادٍ، بَلْ عَنْ جَهْلٍ، وَضَلَالٍ فِي مَعْرِفَةِ مَعَانِي الْكِتَاب
“Mereka bukan termasuk orang yang sengaja berdusta. Bahkan mereka dikenal dengan kejujuran. Sampai-sampai dikatakan bahwa hadis-hadis yang lewat jalur mereka adalah termasuk hadis-hadis yang sangat sahih. Namun, mereka bodoh dan tersesat dalam bidah mereka. Bidah yang ada pada mereka bukan muncul dari kemunafikan dan penyelewengan, melainkan dari kebodohan dan kesesatan dalam memahami makna Al-Quran.” (Minhaj As-Sunnah An-Nabawiyyah)
Kalau demikian, dari sisi kejujuran, Khawarij lebih baik daripada Syiah. Sebab, mereka mengharamkan dusta, sedangkan Syiah menghalalkannya.
Adapun dari sisi akidah dan pemikiran, mereka semua sesat dan menyimpang dari kebenaran.
Siberut, 29 Rabi’ul Awwal 1446
Abu Yahya Adiya






