“Siapa yang memberikan bekal kepada orang yang berperang di jalan Allah, maka ia dianggap sudah berperang.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Apa yang dibutuhkan oleh orang yang berjihad di jalan-Nya?
Senjata, makanan, dan kendaraan tentu dibutuhkan oleh orang yang berjihad di jalan-Nya. Siapa pun yang membantu menyediakan kebutuhan tersebut, seakan-akan ia berperang bersamanya. Ia mendapatkan pahala yang semisal dengan pahalanya.
Imam An-Nawawi berkata:
وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ الْحَثُّ عَلَى الْإِحْسَانِ إِلَى مَنْ فَعَلَ مَصْلَحَةً لِلْمُسْلِمِينَ أَوْ قَامَ بِأَمْرٍ مِنْ مُهِمَّاتِهِمْ
“Dalam hadis ini terdapat anjuran untuk berbuat baik kepada orang yang melakukan kemaslahatan bagi kaum muslimin atau melakukan salah satu urusan penting mereka.” (Al-Minḥāj Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim bin Al-Ḥajjāj)
Setiap orang yang membantu pelaku kebaikan untuk kepentingan umat Islam akan mendapatkan pahala yang sebanding dengan pelaku kebaikan tersebut.
Imam Aṭ-Ṭabari berkata:
وفيه من الفقه أن كل من أعان مؤمنًا على عمل بر فللمعين عليه أجر مثل العامل
“Dalam hadis ini terdapat kandungan hukum yakni siapa yang menolong mukmin untuk melakukan perbuatan baik, maka orang yang menolongnya mendapatkan pahala semisal dengan pahala orang yang melakukannya.” (Syarḥ Ṣaḥīḥ Al-Bukhāri)
Salah satu bentuk kebaikan yang patut didukung adalah mencari dan menyebarkan ilmu agama.
Imam Ibnul Qayyim berkata:
فَمن طلب الْعلم ليحيى بِهِ الاسلام فَهُوَ من الصديقين ودرجته بعد دَرَجَة النُّبُوَّة
“Siapa yang mencari ilmu agar Islam tetap hidup, maka ia termasuk dari kalangan pengikut setia para nabi dan kedudukannya setelah kedudukan nabi.” (Miftāḥ Dār As-Sa`ādah)
Ya, kedudukannya setelah kedudukan nabi. Sebab, ia mengikuti jejak seorang nabi dalam menghidupkan agama ini. Makanya Imam Abdullāh bin Al-Mubārak berkata:
لاَ أَعْلَمُ بَعْدَ النُّبُوَّةِ أَفْضَلَ مِنْ بَثِّ العِلْمِ
“Aku tidak mengetahui setelah kenabian sesuatu yang lebih utama dibandingkan menyebarkan ilmu!” (Siyar A’lam An-Nubala)
Bukankah itu menunjukkan bahwa itu merupakan amalan yang mulia? Saking mulianya amalan tadi, sampai-sampai beliau pernah ditanya:
لَوْ قِيلَ لَكَ لَمْ يَبْقَ مِنْ عُمُرِكَ إِلَّا يَوْمٌ مَا كُنْتَ صَانِعًا؟
“Seandainya dikatakan kepadamu bahwa umurmu hanya tersisa satu hari lagi, maka apa yang akan engkau lakukan?”
Beliau pun menjawab:
كُنْتُ أُعَلِّمُ النَّاسَ
“Aku akan mengajarkan ilmu kepada orang-orang!” (Al-Madkhal ilā As-Sunan Al-Kubra)
Maka, bantulah orang-orang yang mempelajari agama ini dan menyebarkannya. Bantulah mereka dengan harta, tenaga, dan pikiran kita.
Ketika kita turut berkontribusi, sekecil apa pun peran kita, kita turut menjadi bagian dari perjuangan mulia yang mereka pikul. Pahala dari usaha dakwah dan penyebaran ilmu yang mereka lakukan juga akan mengalir kepada kita.
Oleh karena itu, jangan ragu untuk mendukung misi mereka. Jadikan harta kita berguna, waktu kita berharga, dan pikiran kita bermakna untuk menyebarkan kebaikan. Sebab, setiap bantuan yang kita berikan, menyimpan peluang pahala besar yang akan terus mengalir kepada kita, walaupun maut telah menjemput kita.
Siberut, 20 Ṣafar 1447
Abu Yahya Adiya






