Penyembah Allah: Apakah Anda tahu kalau para sahabat Nabi memerangi Bani Hanifah?
Penyembah kubur: Ya. Saya tahu.
Penyembah Allah: Bukankah para sahabat ketika itu memvonis mereka sebagai kafir dan juga memerangi mereka, padahal mereka masih bersyahadat Laa Ilaaha Illa Allah?
Penyembah kubur: Ya.
Penyembah Allah: Bukankah mereka divonis kafir dan diperangi, walaupun mereka mengakui kerasulan Nabi Muhammad ﷺ, dan melaksanakan salat?
Penyembah kubur: Ya.
Penyembah Allah: Itu menunjukkan bahwa siapa pun yang melakukan kekafiran, maka ia kafir, walaupun ia melakukan berbagai syariat Islam.
Penyembah kubur: Mereka itu kafir karena meyakini bahwa Musailamah adalah nabi. Sedangkan saya tidak meyakini bahwa Musailamah adalah nabi. Maka bagaimana bisa Anda menyamakan saya dengan mereka?!
Penyembah Allah: Jika orang yang mengangkat seseorang ke posisi nabi adalah kafir sehingga layak diperangi, maka bagaimana pula dengan orang yang mengangkat seseorang ke posisi Tuhan seluruh makhluk di langit dan di bumi?!
Bukankah itu lebih kafir dan lebih layak diperangi, walaupun masih menunaikan salat, zakat, dan berbagai aturan syariat?!
Penyembah kubur: Anda ini orang yang suka mengafirkan orang muslim!
Penyembah kubur: Saya tidak mengafirkan orang muslim. Saya hanya mengafirkan orang musyrik dan kafir. Apakah syirik dan kekafiran merupakan bagian dari Islam?
Penyembah kubur: Tentu saja tidak.
Penyembah Allah: Makanya seseorang dianggap muslim bukan dengan pengakuan semata. Perlu pembuktian!
Bukankah Anda tahu kalau ‘Ali bin Abi Thalib sampai membakar Sabaiyyah (pengikut ‘Abdullah bin Saba’)?
Penyembah kubur: Ya.
Penyembah Allah: Bukankah mereka mengaku muslim dan menjadi pengikut ‘Ali bahkan belajar Islam kepada para sahabat Nabi?
Penyembah kubur: Ya.
Penyembah Allah: Walaupun keadaan mereka demikian, bukankah mereka tetap dianggap kafir karena mengangkat ‘Ali pada posisi Tuhan?
Penyembah kubur: Ya.
Penyembah Allah: Kalau memang demikian, apakah Anda berani menyatakan bahwa ‘Ali bin Abi Thalib dan para sahabat Nabi lainnya telah mengafirkan umat Islam?
Apakah menyekutukan Allah dengan Ali bin Abi Thalib membahayakan iman, sedangkan menyekutukan-Nya dengan para wali kalian tidak membahayakan iman?!
Siberut, 24 Rabi’ul Awwal 1442
Abu Yahya Adiya
Sumber: Kasyf Asy-Syubhat karya Imam Muhammad At-Tamimi.






