Fathimiyyah dan Bab Kemurtadan

Fathimiyyah dan Bab Kemurtadan

Penyembah Allah: Apakah Anda tahu Dinasti Fathimiyyah yang pernah menguasai Maroko, Mesir, dan Afrika Utara di zaman Bani Al-‘Abbas?

 

Penyembah kubur: Ya. Saya tahu.

 

Penyembah Allah: Bukankah para ulama memvonis kerajaan mereka sebagai kerajaan kafir, karena penyimpangan besar yang ada pada mereka?

 

Penyembah kubur: Ya. Betul.

 

Penyembah Allah: Bukankah kaum muslimin memerangi mereka, bahkan melenyapkan kerajaan mereka dengan dipimpin pahlawan kaum muslimin, yaitu Sholahuddin Al-Ayyubi?

 

Penyembah kubur: Ya. Betul.

 

Penyembah Allah: Bukankah mereka masih bersyahadat Laa Ilaaha Illa Allah?

 

Penyembah kubur: Ya. Betul.

 

Penyembah Allah: Bukankah mereka masih mengakui kerasulan Nabi Muhammad ﷺ, dan melaksanakan salat?

 

Penyembah kubur: Ya. Betul.

 

Penyembah Allah: Itu menunjukkan bahwa siapa pun yang melakukan kekafiran, maka ia kafir, walaupun ia melakukan berbagai syariat Islam yang ada.

 

Penyembah kubur: Apakah Anda ingin mencap saya sebagai kafir, padahal saya tidak seperti musyrikin Quraisy yang telah berbuat syirik, mendustakan Al-Quran dan hari kebangkitan serta perkara pokok lainnya dalam Islam?

Apakah Anda juga ingin memvonis saya sebagai kafir, padahal saya tidak sampai mengafirkan kaum muslimin dan menghalalkan darah mereka seperti Dinasti Fathimiyyah?

 

Penyembah Allah: Para fukaha menyebutkan beberapa perbuatan yang bisa menyebabkan kemurtadan.

Bahkan, mereka sampai menyebutkan beberapa perkara ‘kecil’ yang bisa menyebabkan kemurtadan. Seperti orang yang mengucapkan kekafiran dengan lisannya tanpa meyakini itu dengan hatinya. Atau seperti orang yang mengucapkan kekafiran dalam keadaan bercanda dan tidak serius mengatakannya.

Mereka sepakat bahwa siapa yang melakukan satu saja perbuatan yang menyebabkan kemurtadan itu, maka ia kafir dan murtad, walaupun masih melakukan berbagai aturan syariat.

Kalau seorang tidak mungkin menjadi kafir kecuali jika melakukan semua perbuatan kafir atau syirik menurut anggapan Anda, lantas apa gunanya para fukaha menyebutkan dalam kitab mereka bab tentang orang murtad? Dan apa gunanya mereka menyebutkan satu persatu perbuatan yang bisa menyebabkan kemurtadan?!

 

Siberut, 26 Rabi’ul Awwal 1442

Abu Yahya Adiya

 

Sumber: Kasyf Asy-Syubhat karya Imam Muhammad At-Tamimi.