Fikih Puasa 32
Zir bin Hubasy berkata: سَأَلْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، فَقُلْتُ: “Aku pernah bertanya pada Ubay bin Ka’b-semoga Allah meridainya-. Aku berkata: إِنَّ أَخَاكَ
Zir bin Hubasy berkata: سَأَلْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، فَقُلْتُ: “Aku pernah bertanya pada Ubay bin Ka’b-semoga Allah meridainya-. Aku berkata: إِنَّ أَخَاكَ
‘Ubadah bin Ash-Shamit berkata: خَرَجَ النَّبِيُّ ﷺ لِيُخْبِرَنَا بِلَيْلَةِ القَدْرِ فَتَلاَحَى رَجُلاَنِ مِنَ المُسْلِمِينَ فَقَالَ: “Nabi ﷺ keluar untuk mengabarkan kepada kami tentang Lailatul Qadar,
Rasulullah ﷺ melakukan iktikaf pada sepuluh malam pertengahan bulan Ramadhan lalu orang-orang mengikutinya. Hingga ketika malam kedua puluh satu, yaitu malam yang pagi harinya beliau
Ada beberapa orang sahabat Nabi ﷺ yang menyaksikan Lailatul Qadar dalam mimpi terjadi pada tujuh malam terakhir Ramadhan. Maka Nabi ﷺ bersabda: أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ