“Dulu aku pengikut Jahmiyyah, karena itu aku mengetahui pendapat mereka.”
Itulah perkataan Imam Nu’aim bin Hammad Al-Khuza’i, guru Imam Bukhari. Beliau melanjutkan:
فَلَمَّا طَلَبتُ الحَدِيْثَ، عَرَفتُ أَنَّ أَمرَهُم يَرْجِعُ إِلَى التَّعطِيلِ
“Tatkala aku belajar hadis, aku pun mengetahui perkara mereka akan kembali pada penolakan terhadap sifat-sifat Allah.” (Siyar A’lam An-Nubala)
Ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari perkataannya:
1. Di antara ciri khas kaum Jahmiyyah yaitu menolak sifat-sifat Allah.
Syekhul Islam berkata:
وَكَانُوا إذَا رَأَوْا الرَّجُلَ قَدْ أَغْرَقَ فِي نَفْيِ التَّشْبِيهِ مِنْ غَيْرِ إثْبَاتِ الصِّفَاتِ قَالُوا:
“Mereka (salaf) jika melihat seseorang asyik dalam meniadakan keserupaan-Nya dengan makhluk-Nya tanpa menetapkan sifat-Nya, maka mereka berkata:
هَذَا جهمي مُعَطِّلٌ
“Ini adalah seorang Jahmiyyah penolak sifat!”
وَهَذَا كَثِيرٌ جِدًّا فِي كَلَامِهِمْ
Ini banyak sekali dalam perkataan mereka.” (Majmu’ Al-Fatawa)
2. Orang yang pernah berada di suatu kelompok biasanya mengerti ‘isi’ kelompok tersebut. Seperti halnya Imam Nu’aim bin Hammad Al-Khuza’i. Beliau pernah menjadi seorang Jahmiyyah, karena itu beliau mengerti ‘isi’ mereka.
3. Penyebab kesesatan Jahmiyyah adalah karena jauhnya mereka dari hadis-hadis Nabi ﷺ. Seandainya mereka dekat dengan hadis-hadis Nabi ﷺ, tentu ‘sembuhlah’ mereka dari kesesatan mereka.
Seperti yang terjadi pada Imam Nu’aim bin Hammad Al-Khuza’i. Tatkala beliau mempelajari hadis-hadis Nabi ﷺ, tersadarlah beliau dari kesesatan Jahmiyyah.
Bukankah Jahmiyyah menolak bahwa Allah bisa dilihat di akhirat?
Bukankah ada hadis yang menunjukkan demikian, bahkan itu sangat banyak?
Bukankah Jahmiyyah menolak ketinggian Allah di atas langit?
Bukankah ada hadis yang menunjukkan demikian, bahkan itu sangat banyak?
Bukankah Jahmiyyah menolak adanya siksa kubur?
Bukankah ada hadis yang menunjukkan demikian, bahkan itu sangat banyak?
Dan masih banyak lagi kesesatan muncul dari mereka karena jauhnya mereka dari hadis nabi mereka.
Siberut, 12 Rabi’ul Awwal 1445
Abu Yahya Adiya






