Sedekah yang Menyeret ke Surga atau Neraka

Sedekah yang Menyeret ke Surga atau Neraka

Apa yang terbayang dalam benak kita ketika disebut sebutir kurma?

Bukankah terbayang benda yang kecil?

Mungkinkah sedekah dengan benda sekecil itu akan menyelamatkan kita dari neraka?

Nabi ﷺ bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

“Jagalah diri kalian dari neraka, walaupun dengan separuh butir kurma!” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apa maksud hadis ini?

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin menjelaskan:

يعني: اجعلوا بينكم وبين النار وقاية ولو بشق تمرة يعني: ولو أن تصدقوا بنصف تمرة فإن ذلك يقيكم من النار إذا قبلها الله عز وجل

“Artinya, buatlah pelindung antara kalian dengan neraka dengan separuh butir kurma, yakni walaupun kalian bersedekah dengan separuh butir kurma. Karena, itu akan melindungi kalian dari neraka, jika Allah menerimanya.” (Syarh Riyadhush Shalihin)

Ya, bersedekah dengan separuh butir kurma bisa melindungi kita dari neraka, maka bagaimana pula jika kita bersedekah dengan sebutir kurma, dua butir kurma, tiga butir kurma, puluhan butir kurma atau jauh lebih banyak dari itu?!

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

وفيه دليل على أن الصدقة ولو قلت تنجي من النار

“Dalam hadis ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa sedekah, walaupun sedikit, itu bisa menyelamatkan dari neraka.” (Syarh Riyadhush Shalihin)

Karena itu, jangan remehkan sedekah yang kita keluarkan. Sebab, bisa jadi dengan sedikit harta yang kita keluarkan, kita selamat dari kesengsaraan yang berkepanjangan, tapi…

Itu akan terwujud-kata Syekh tadi-jika Allah menerimanya. Ya, jika Allah menerima sedekah kita. Adapun kalau Allah menolak sedekah kita, maka sebesar apa pun sedekah yang kita keluarkan, itu tidak ada gunanya bagi kita.

Lantas, bagaimana caranya agar sedekah kita diterima?

 

Syarat Diterimanya Sedekah

1. Ikhlas

Allah Ta’ala telah berfirman:

أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنْ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

“Aku Zat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Siapa yang mengerjakan suatu amalan yang di dalamnya ia menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan ia dan amal syiriknya itu.” (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi menjelaskan:

وَالْمُرَاد أَنَّ عَمَل الْمُرَائِي بَاطِل لَا ثَوَاب فِيهِ ، وَيَأْثَم بِهِ

“Maksud hadis ini yaitu amalan orang yang berbuat ria adalah sia-sia, tidak ada baginya pahala, dan karenanya ia teranggap berbuat dosa.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj)

Karena itu, siapa yang bersedekah karena ria dan mengharapkan pujian manusia, maka sedekahnya akan sia-sia dan tidak akan Allah terima, sebesar apa pun sedekah itu, walaupun sebesar gunung!

 

2. Dari harta yang halal

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ، وَلاَ يَصْعَدُ إِلَى اللَّهِ إِلَّا الطَّيِّبُ، فَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ، كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فُلُوَّهُ، حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الجَبَلِ

“Siapa yang bersedekah dengan senilai satu butir kurma dari penghasilan yang baik, dan tidak ada yang naik kepada Allah kecuali yang baik, maka Allah menerimanya dengan tangan kanan-Nya, kemudian mengembangkannya untuk pelakunya sebagaimana salah seorang di antara kalian mengembangkan kuda piaraannya, hingga sedekah itu menjadi seperti gunung.” (HR. Bukhari)

Lihatlah, dari penghasilan yang baik, dan tidak ada yang naik kepada Allah kecuali yang baik!

Sedekah yang naik kepada-Nya hanyalah sedekah dari harta yang halal.

Sedekah yang Dia terima hanyalah sedekah dari penghasilan yang halal.

Karena itu, siapa yang bersedekah dengan harta yang haram dan dari penghasilan yang haram, maka sedekahnya akan sia-sia dan tidak akan Allah terima, sebanyak apa pun sedekah itu, walau sebanyak ikan di lautan!

Kalau sedekah tidak diterima saja, kita sudah merugi, maka bagaimana pula kalau itu membuat kita sengsara di akhirat nanti?!

Nabi ﷺ bersabda:

مَنِ اكْتَسَبَ مَالًا مِنْ مَأْثَمٍ، فَوَصَلَ بِهِ رَحِمًا أَوْ تَصَدَّقَ بِهِ أَوْ أَنْفَقَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ جُمِعَ ذَلِكَ جَمْعًا، فَقُذِفَ بِهِ فِي جَهَنَّمَ

“Siapa yang mendapatkan harta lewat suatu dosa lalu ia gunakan itu untuk menyambung silaturahmi atau ia sedekahkan atau ia infakkan di jalan Allah, ia lakukan semua itu, maka dengan sebab itu ia dicampakkan ke neraka Jahannam.” (HR. Abu Daud dalam Al-Marasil)

Ya, dicampakkan ke neraka Jahannam!

Adakah orang yang lebih merugi daripada orang yang menghabiskan hartanya di jalan kebaikan tapi malah dimasukkan ke tempat yang penuh dengan kesengsaraan?

Sebutir kurma yang disedekahkan seseorang dengan ikhlas dan dari penghasilan yang halal itu akan menyelamatkannya dari neraka.

Sebaliknya, segunung emas yang disedekahkan seseorang karena ria dan dari penghasilan yang haram itu justru akan menyeretnya ke neraka.

Tinggal kita pilih, mau masuk neraka atau selamat dari neraka?

 

Siberut, 14 Jumada Ats-Tsaniyah 1443

Abu Yahya Adiya