Kalau ada yang bertanya, “Apakah Allah memiliki sifat kurang dan cela?“, tentu saja kita akan menjawab, “Tidak! Tidak mungkin Allah memiliki sifat kurang dan cela. Allah itu Maha Mulia dan Maha Sempurna!“
Kita wajib menyucikan Allah dari segala sifat yang tidak layak bagi-Nya.
Tidak boleh kita mengucapkan perkataan apa pun yang mencoreng kemuliaan-Nya.
Dan tidak boleh pula kita melakukan perbuatan apa pun yang mencoreng kesempurnaan-Nya.
Siapa pun yang masih memiliki keimanan di dalam hatinya, tentu tidak sudi dan tidak mungkin mengucapkan perkataan yang mencoreng kemuliaan-Nya dengan sengaja.
Ya, tidak mungkin seorang muslim mengucapkan perkataan yang mencoreng kemuliaan-Nya dengan sengaja.
Adapun kalau tidak sengaja? Apakah mungkin terjadi?
Mungkin saja terjadi.
Seperti yang terjadi pada sebagian sahabat Nabi ﷺ.
Suatu hari, tatkala melaksanakan salat bersama Nabi ﷺ, beberapa sahabat Nabi mengucapkan dalam tahiyat mereka:
السَّلاَمُ عَلَى اللَّهِ مِنْ عِبَادِهِ، السَّلاَمُ عَلَى فُلاَنٍ وَفُلاَنٍ
“Semoga keselamatan terlimpahkan kepada Allah dari hamba-hamba-Nya, dan semoga keselamatan terlimpahkan kepada si fulan dan si fulan.”
Maka Nabi ﷺ bersabda:
لاَ تَقُولُوا السَّلاَمُ عَلَى اللَّهِ، فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلاَمُ
“Janganlah kalian mengucapkan, ‘Semoga keselamatan terlimpahkan kepada Allah’, karena sesungguhnya Allah, Dialah Pemberi keselamatan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Lihatlah, mereka mengucapkan: السَّلاَمُ عَلَى اللَّهِ (Semoga keselamatan terlimpahkan kepada Allah).
Lalu lihatlah, apa reaksi Nabi ﷺ?
Beliau ﷺ melarang mereka mengucapkan itu. Beliau ﷺ menyebutkan alasannya, “karena sesungguhnya Allah, Dialah Pemberi keselamatan“
Dia Maha Selamat dari segala bahaya dan kekurangan. Bahkan, Dialah yang memberikan keselamatan kepada hamba-hamba-Nya. Maka, apakah pantas kita mendoakan Allah agar selamat? Justru seharusnya kita berdoa kepada Allah agar kita selamat!
Artinya, ucapan tadi sangat tidak pantas dan tidak layak bagi Allah.
Sebab, Allah itu Maha Mulia dan Maha Sempurna. Tidak mungkin memiliki sifat kurang dan cela. Kalau kita mengatakan, “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada Allah”, maka seakan-akan Dia memiliki kelemahan dan kekurangan sehingga harus diberikan keselamatan.
Tentu saja itu, sekali lagi, ucapan yang sangat tidak pantas dan tidak layak bagi-Nya.
Nah, kalau ucapan seperti itu saja bisa muncul dari orang yang hidup di masa kenabian, apalagi yang hidup jauh dari masa kenabian!
Karena itu, kita harus waspada, dan terus mempelajari tauhid, agar kita tidak melanggarnya dalam keadaan kita tidak menyadarinya.
Siberut, 4 Rabi’ul Tsani 1442
Abu Yahya Adiya






