- Kenapa surat ini disebut surat Al-Baqarah?
Sebab, di dalamnya disebutkan pembahasan yang sesuai dengan judul surat yaitu Al-Baqarah (sapi betina).
- Apakah surat Al-Baqarah termasuk surat makkiyah atau madaniyyah?
Al-Ḥāfiẓ Ibnu Ḥajar berkata:
والبقرة جميعها مدينة بلا خلاف
“Al-Baqarah semuanya adalah madaniyyah, tak ada perbedaan pendapat dalam hal ini.”
- Apa saja keutamaan surat Al-Baqarah?
Nabi ﷺ bersabda:
لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
“Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim)
Dan beliau ﷺ juga bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, karena Al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya!
اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ، وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ، فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ، تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا
Bacalah Az-Zahrawain, yaitu surah Al-Baqarah dan surah Āli-’Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat seperti dua naungan, atau seperti dua lindungan atau bagaikan dua kelompok burung yang melebarkan sayapnya untuk membela pembacanya!
اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ
Bacalah surat Al-Baqarah, karena ada keberkahan dengan membacanya dan terdapat penyesalan jika tidak membacanya! Selain itu, surat Al-Baqarah juga tidak dapat tertandingi oleh para penyihir!” (HR. Muslim)
Al-Baqarah Ayat 1-2
- الم
Alif Lām Mīm.
Ini adalah huruf-huruf pembuka surat-surat. Tidak ada yang tahu maknanya secara pasti kecuali Allah. Yang jelas, Allah tidak mungkin menyebutkan itu dengan sia-sia. Pasti ada hikmahnya, walaupun kita tidak mengetahuinya.
- ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.
Apa maksud kitab di sini? Yaitu kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ yaitu Al-Quran.
Berarti, Al-Qur’an ini tidak ada keraguan padanya. Tidak diragukan lagi bahwa ia dari sisi Allah dan pasti diturunkan Allah.
Allah menyebutkan dalam ayat lain:
الم تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Alif Lām Mīm. Turunnya Al-Qur’an itu tidak ada keraguan padanya, (yaitu) dari Tuhan semesta alam.” (QS. As-Sajdah: 1-2)
Kalau memang itu diturunkan dari sisi Allah, apakah ada yang mau mengingkarinya?
Kalau memang itu diturunkan dari sisi Allah, apakah ada yang mau menentangnya?
Kalau memang itu diturunkan dari sisi Allah, berarti itu petunjuk.
Petunjuk bagi siapa? Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.
Kenapa hanya untuk orang-orang yang bertakwa?
Bukankah Al-Quran untuk semua manusia?
Bukankah Al-Quran untuk orang kafir maupun muslim, orang yang berdosa maupun yang bertakwa?
Kenapa hanya untuk orang-orang yang bertakwa?
Sebab, hanya orang-orang yang bertakwalah yang mau mengambil manfaat dari Al-Quran.
Adapun selain mereka, tidak mau menolehnya, tidak sudi memerhatikan dan merenungkannya. Makanya Al-Quran tidak menjadi petunjuk bagi mereka.
Sebagaimana firman-Nya:
وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَى عَلَى الْهُدَى
“Adapun kaum Ṡamūd, mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai kebutaan (kesesatan) daripada petunjuk itu. ” (QS. Fuṣṣilat: 17)
Berarti, hanya orang-orang bertakwalah yang mau mengambil manfaat dari Al-Quran. Karena itu, pantaslah kalau Al-Quran disebut sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.
Siberut, 20 Rabi’ul Awwal 1442
Abu Yahya Adiya






