Syiah, Sufi, dan Takfir

Syiah, Sufi, dan Takfir

Apa yang terbayang di kepala Anda tatkala disebutkan kata Sufi?

Sosok yang bermuka khusyuk dan sederhana pakaiannya?

Sosok yang santun dan lembut perkataannya?

Sosok yang jauh dari celaan, hujatan, apalagi mengafirkan?

Kalau itu yang ada di benak Anda, maka itu anggapan yang perlu ditinjau lagi.

Kenapa?

Tengoklah sikap kaum Sufi terhadap orang yang menentang tarekat mereka!

‘Abdurrahman Dimasyqiyyah berkata:

ما حكم المعترض على الطريقة؟

“Apa hukum orang yang menentang tarekat ini?

وحكموا على من قال: الطرق الصوفية لم يرد بها كتاب ولا سنة حكموا عليه بالكفر فقالوا:

Mereka (kaum Sufi) memberi vonis kafir kepada orang yang berkata bahwa tarekat Sufi tidak ada dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Mereka berkata:

وإياك أن تقول: طرق الصوفية لم يأت بها كتاب ولا سنة فانه كفر

“Hati-hatilah jangan sampai engkau berkata bahwa tarekat Sufi tidak ada dalam Al-Quran dan As-Sunnah, karena sesungguhnya itu adalah kekafiran.”

وقال صاحب الحديقة الندية بأن الإنكار على السادة الصوفية سم قاتل قد ورد به الوعيد الشديد وهو علامة إعراض القلب عن الله ويخشى على فاعله من سوء الخاتمة . بل قال السرهندي:

Penulis Al-Hadiqah An-Naddiyah berkata bahwa mengingkari para pemimpin Sufi adalah racun yang membunuh. Telah ada ancaman yang keras terkait dengan itu. Itu juga merupakan tanda berpalingnya hati dari Allah dan dikhawatirkan pelakunya mengalami kematian yang buruk. Bahkan, As-Sarhandi berkata:

وأشقى جميع الخلائق وأبعدهم عن السعادة الذين يرون عيوب هذه الطائفة

“Makhluk yang paling celaka dan paling jauh dari kebahagiaan adalah orang-orang menganggap adanya kekurangan pada kelompok ini (Sufi).” (Ath-Thariqah An-Naqsyabandiyyah)

Dan sikap mereka itu sama seperti sikap sekte Syiah.

Seorang ulama Syiah, Asy-Syaikh Al-Mufiid berkata:

اتفقت الإمامية على أن من أنكر إمامة أحد من الأئمة وجحد ما أوجبه الله تعالى له من فروض الطاعة فهو كافر ضال مستحق للخلود في النار

“Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyyah sepakat bahwa siapa yang mengingkari kepemimpinan salah satu imam dan menentang kewajiban yang Allah berikan kepadanya berupa kewajiban taat (kepadanya), maka orang tersebut kafir, sesat, dan berhak kekal di neraka.” (Bihar Al-Anwar)

Perkataan ini menunjukkan bahwa Syiah memvonis kafir kepada orang yang mengingkari kepemimpinan salah satu Imam Syiah.

Kalau begitu, bukankah ada kesamaan antara Sufi dan Syiah dalam hal takfir (pengafiran)?

 

Siberut, 23 Rajab 1443

Abu Yahya Adiya