Jahm bin Shafwan dan para pengikutnya memiliki tiga jim yang semuanya merusak.
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
والجهمية: لهم ثلاث جيمات كلها فساد:
“Jahmiyyah mempunyai tiga jim yang semuanya adalah kerusakan:
الجهم: وهذا يتعلق بالصفات،
Jahm dan ini terkait dengan sifat.
والجبر: يتعلق بالقدر،
Jabr yaitu terkait dengan takdir.
الإرجاء: يتعلق بالإيمان،
Irja’ yaitu terkait dengan iman.
ثلاث جيمات كلها لاخير فيها.
Tiga jim semuanya tidak mengandung kebaikan.” (Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah)
Inilah tiga jim yang merusak pada sekte Jahmiyyah:
1) Jahm yaitu terkait dengan sifat. Artinya, mereka mengikuti jejak Jahm bin Shafwan, pendiri sekte Jahmiyyah yang menolak sifat-sifat Allah.
Di antara keyakinan rusak sekte Jahmiyyah yaitu bahwa Allah tidak memiliki sifat-sifat.
Syekhul Islam berkata:
وَكَانُوا إذَا رَأَوْا الرَّجُلَ قَدْ أَغْرَقَ فِي نَفْيِ التَّشْبِيهِ مِنْ غَيْرِ إثْبَاتِ الصِّفَاتِ قَالُوا:
“Mereka (salaf) jika melihat seseorang asyik dalam meniadakan keserupaan-Nya dengan makhluk-Nya tanpa menetapkan sifat-Nya, maka mereka berkata:
هَذَا جهمي مُعَطِّلٌ؛
“Ini adalah seorang Jahmiyyah penolak sifat!”
وَهَذَا كَثِيرٌ جِدًّا فِي كَلَامِهِمْ
Ini banyak sekali dalam perkataan mereka.” (Majmu’ Al-Fatawa)
2) Jabr yaitu terkait dengan takdir. Artinya, mereka menganut paham Jabriyyah yang meyakini bahwa segala perbuatan manusia ditakdirkan oleh Allah dan manusia tidak memiliki kehendak sama sekali.
Imam Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi berkata:
والجبرية أصل قولهم من جهم بن صفوان
“Asal pendapat Jabriyyah itu dari Jahm bin Shafwan.” (Syarh Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah)
3) Irja’ yaitu terkait dengan iman. Artinya, mereka menganut paham Murjiah yang meyakini bahwa iman itu cuma keyakinan dalam hati.
Asy-Syahrastani berkata:
ومنها قوله: من أتى بالمعرفة ثم جحد بلسانه لم يكفر بجحده، لأن العلم والمعرفة لا يزولان بالجحد، فهو مؤمن.
“Di antara pendapat Jahm yaitu siapa yang mengenal (Islam) lalu menentangnya dengan lisannya, maka ia tidak kafir karena penentangannya. Sebab, ilmu dan pengetahuan tidak akan hilang dengan penentangan. Ia tetap mukmin.
قال: والإيمان لا يتبعض أي لا ينقسم إلى: عقد، وقول، وعمل.
Dan ia juga berpendapat bahwa iman itu tidak terbagi menjadi keyakinan, perkataan, dan perbuatan.” (Al-Milal wa An-Nihal)
Itulah 3 jim pada Jahmiyyah. Semuanya merusak akidah.
Karena sebab itulah, mereka menjadi sesat dan menyimpang. Bahkan, banyak para ulama salaf sampai memvonis kafir mereka.
Siberut, 25 Muharram 1444
Abu Yahya Adiya






